Disbud Sleman Gandeng IAI DIY Gelar Sayembara Desain Taman Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara saat menyampaikan keterangan terkait gelaran sayembara Taman Budaya. AGUNG RAHARDJO

Denggung-Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) DIY kembali mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, untuk mempersiapkan desain perencanaan pembangunan. Kali ini kerjasama datang dari Dinas Kebudayaan Pemkab Sleman berupa gelaran sayembara arsitektur nasional Taman Budaya Kabupaten Sleman dengan hadiah total Rp. 167,5 juta.

Perwakilan IAI DIY yang juga panitia sayembara itu, Trisno Seputro mengakui gelaran sayembara desain perencanaan pembangunan Taman Budaya merupakan bentuk kerjasama untuk ketiga kalinya antara IAI DIY dengan Pemkab Sleman. Sebelumnya, ada sayembara desain pembangunan Rumah Dinas Bupati Sleman, kemudian sayembara desain perencanaan pasar Godean.

Sayembara desain perencananaan Taman Budaya sebagai langkah maju Pemkab Sleman untuk mendapatkan desain perencanaan yang ideal. Trisno menjelaskan dari sayembara itu akan diorbitkan satu ikon baru untuk wisata budaya di Kabupaten Sleman.

“Harapan kami peserta lomba desain kali ini bisa melampui sayembara desain pasar tradisional Godean lalu yang diikuti peserta asal Singapura, Inggris, dan Perancis,” kata Trisno, di Kantor DPU Pemkab Sleman, Senin (22/2).

Sayembara berhadiah total Rp. 167,5 juta, dengan rincian juara 1 Rp. 100 juta, Juara 2 Rp. 25 juta, Juara 3 Rp. 22,5 juta, Juara harapan 1 dan 2 masing-masing Rp. 10 juta. Hasil karya desain juara pertama akan dijadikan sebagai rekomendasi acuan Detail Engeenering Design (DED) pembangunan Taman Budaya. Sementara juara-juara berikutnya sebagai bahan pengayaan refrensi.

Adapun untuk penerimaan karya kompetisi bertajuk Sayembara Pra Desain Pengelolaan dan Pengembangan Taman Budaya Kabupaten Sleman itu, berlangsung 22 Februari – 08 April 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara mengatakan, hasil pemenang dari sayembara desain ini akan menjadi acuan pembuatan DED Taman Budaya yang akan dibangun di Desa Pandowoharjo Kabupaten Sleman.

Untuk bangunan fisik Taman Budaya itu kami targetkan mulai dibangun tahun 2022-2023 nanti, jadi saat ini kami mencari desain arsitekturnya lewat sayembara terbuka secara nasional,” ujar Aji.

Pusat Kawasan Strategis Kabupaten Sleman

Aji menuturkan lokasi pembangunan Taman Budaya ini berada di pusat kawasan strategis Kabupaten Sleman yang di dalamnya terdapat berbagai potensi pariwisata lokal berupa desa wisata serta pemerintahan Kabupaten Sleman.

Para peserta yang mengikuti desain Taman Budaya yang diproyeksikan akan dibangun di lahan seluas 22.869 meter persegi atau 2,2 hektar terletak di Pandowoharjo, Sleman. Peserta diminta menghasilkan pra desain arsitektur yang memuat konsep bangunan vernakular yang representatif untuk wadah aktivitas pelaku seni dan budaya. “Desain Taman Budaya terpadu ini kami targetkan menjadi tempat wisata edukasi sekaligus promosi budaya,” kata Aji.

Secara umum, konsep desain bangunan harus mencerminkan pada filosofi spiritual Jawa yang dianut Yogyakarta yakni memayu hayuning bawana manunggaling kawula gusti, dan sangkan-paraning dumadi. Sedangkan secara khusus desain harus memenuhi 19 kebutuhan ruang yang wajib ditampilkan.

Antara lain, memiliki Joglo Pendopo dengan kapasitas 500 orang, gedung pertunjukan serbaguna, amphitheatre (panggung terbuka) kapasitas 500 orang, kantor pengelola, perpustakaan / area edukasi, ruang pameran terbuka, food court kapasitas 17 lapak, mushola kapasitas 100 orang juga lavatory terpadu.

Konsep desain itu juga musti menghadirkan obyek berupa desain homestay/guest house berbentuk rumah tradisional Jawa gaya Yogyakarta, gedung sekretariat bersama seni budaya, bangunan workshop/pelatihan seni, dan area konservasi sawah, konservasi budaya agrikultur berupa ruang terbuka hijau.

Menurut Aji setiap bangunan dalam desain juga musti patuh filosofis nilai-nilai Jawa. “Misalnya untuk Pendopo, dalam konsep Jawa dimaknai papan kondo opo-opo (tempat untuk membicarakan berbagai hal), maka desain yang dibuat harus mencerminkan sifat keterbukaan,” terang Aji

Add Comment