Embung Potorono, Tempat Wisata Asik Bersama Keluarga

Pemandangan di embung Potorono. (Foto: Instagram.com)

Tidak jauh dari Kota Yogyakarta, tepatnya di Desa Salakan, Potorono Banguntapan, Bantul, terdapat wisata alam eksotis yang bisa disinggahi. Objek wisata tersebut bernama embung Potorono.

Embung Potorono merupakan kolam bendungan sungai yang membentuk telaga yang lonjong. Jika hari mulai senja, pemandangan sekitar Embung Potorono akan terlihat eksotis. Memiliki luas sekitar 4800 meter persegi, embung Potorono dibangun di atas lahan wanadesa seluas 30 ribu meter persegi.

Berada di tengah kawasan pedesaan, pasti memberikan suasana yang berbeda, terutama bagi masyarakat perkotaan. Area Embung Potorono dikelilingi jalanan aspal sebelar satu meter. Tempat rekreasi ini selain digunkan untuk tempat selfie, juga kerap dipakai untuk jogging, bersantai, rekreasi, atau bersepeda.

Selain itu kegiatan menarik yang bisa dilakukan di embung Potorono adalah memancing. Salah satu sudut embung terdapat bendungan yang kerap dipadati pemancing. Ada banyak ikan di sini untuk dipancing. Wisatawan juga bisa memberikan makan ribuan ikan-ikan tersebut. Cukup keluarkan biaya sekitar Rp2.000 untuk membeli pakan khusus dari pedagang sekitar embung.

Menariknya lagi ketika kita melemparkan makanan kepada ribuan ikan tersebut, ikan-ikan itu akan langsung menyerbu makanan itu, banyak anak kecil dan balita terhibur dengan ini.

Lokasi embung Potorono ini berada di sebelah timur dari Pasar Ngipik. Rute termudah menuju kawasan ini dari perempatan Ringroad Kotagede kearah timur hingga melewati jembatan dan belok kekanan menuju ke lokasi embung, namun jika masih bingung, wisatawan dapat mencari lokasi embung tersebut melalui google maps.

Akses menuju lokasi dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat seperti mobil. Fasilitas Embung Potorono tergolong komplit mulai dari area parkir, kamar mandi umum, dan warung penjual makanan.

Secara keseluruhan embung Potorono dapat menjadi salah satu tempat bersantai dan mengisi waktu saat sore hari. Embung ini dapat dinikmati secara gratis, alias tidak ada tiket masuk.

Istana balon bisa ditemukan di salah satu sisi embung. Tempat ini biasanya ramai dihiasi keceriaan anak-anak. Jadi tidak heran, jika setiap sore banyak ibu-ibu yang mengajak anaknya untuk bermain di area ini. Jadi, para orang tua bisa melihat keindahan alam di sini sambil menemani anak-anaknya bermain.

Selain wahana bermain, area ini juga kerap dimanfaatkan warga sekitar untuk berjualan aneka kuliner. Jadi terdapat fasilitas yang beragam, mulai dari permainan hingga kuliner. Embung ini sering digunakan sebagai tempat perayaan sebuah acara. Seperti lomba memancing ikan.

Wisatawan saat mengitari embung dengan kano. (Foto: Instagram.com)

Keseruan Mengayuh Kano

Selain itu di tempat ini juga ditawarkan sesnsai menantang, yakni ini mengitari embung dengan kano.

Hanya dengan mengeluarkan kocek Rp15.000, wisatawan bisa merasakan asyiknya mengayuh kano mengitari embung.

Untuk sewa kano Rp15.000 per lima belas menit atau dua sampai tiga putaran. Untuk perahu bebek kapasitas empat orang Rp30.000 sekali putar atau sekitar 200 meter. Untuk perahu naga Rp20.000.

Jadilah Wisatawan yang Cerdas

Meskipun banyak tempat sampah yang disediakan oleh warga dan aparat desa namun masih ada beberapa sampah yang dibuang sembarangan. Masyarakat harus lebih sering diedukasi untuk membuang sampah dengan benar.

Sudah saatnya kita menjadi wisatawan yang cerdas. Datang ke suatu objek wisata bantu mereka dengan mengabarkannya pada khalayak luas dan ikut serta menjaga kebersihan dan keasrian alamnya