Geblek Pari Nanggulan, Kuliner Jogja dengan Suasana Pedesaan

Geblek Pari Nanggulan, selain makanan yang enak, tempat makan ini juga menyuguhkan suasana pedesaan. (Foto: Hanang Widiandhika)

Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo memang terkenal dengan wisata kulinernya yang bercita rasa enak. Tidak hanya memanjakan mata dan perut, tetapi juga isi dompet. Salah satunya adalah Geblek Pari Nanggulan, selain makanan yang enak, tempat makan ini juga menyuguhkan suasana pedesaan.

Geblek Pari berada di Pronosutan, Kembang, Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, terletak sekitar 20 km dari pusat kota Yogyakarta. Tidak terlalu jauh dari Kota Yogyakarta dan pas banget untuk seharian menghabiskan sisa hari di akhir pekan.

Rute paling enak menuju tempat ini adalah Tugu Yogyakarta langsung ke arah Barat, dan tidak perlu belok-belok lagi, setelah 20 kilometer kalian akan menemui jembatan sugai Progo.

Jika teleh menemukan jembatan tersebut nanti bakal kelihatan perempatan Nanggulan. Terus jalan lagi ke barat, jalurnya akan menuju ke Pasar Kenteng.

Namun jika wisatawan masih bingung untuk menemukan tempat ini, wisatawan bisa mencarinya di google maps, karena tempat ini sudah terdaftar. Para wisatawan hanya tinggal mengetik “Geblek Pari Nanggulan” dan anda akan dipandu menuju lokasi tersebut.

Jalur menuju tempat tersebut pun cukup aman dan bisa dilalui oleh mobil ataupun bus berukuran kecil dengan maksimal penumpang sekitar 30 orang. Jika lebih besar dari itu, sayangnya belum bisa karena akses jalan yang tidak terlalu luas.

Selama perjalanan menuju ke tempat ini pemandangan yang di suguhkan layaknya di pedesaan pada umumnya, seperti rutinitas masyarakat setempat. Banyak pria paruh baya berjalan lalu lalang sambil mengayuh sepeda onthelnya.

Geblek Pari Nanggulan merupakan tempat yang tepat untuk dikunjungi bersama keluarga atau kerabat di akhir pekan. Pasalnya, Geblek Pari Nanggulan punya pemandangan sawah yang indah, udara yang sejuk, dan aneka kuliner tradisional yang lezat serta murah.

Geblek Pari menyajikan suasana asri, tanpa menggunakan sekat dengan pintu dan jendela, sehingga banyak angin sepoi-sepoi datang. Sambil menyeruput segelas jeruk hangat, pengunjung bisa menikmati suasana matahari tenggelam persis menghadap area persawahan.

Kebanyakan pengunjung datang ke sini untuk sekedar bersantai dan berfoto karena latarnya benar-benar memanjakan mata. Untuk urusan kulinernya, Geblek Pari menawarkan menu utama geblek yang merupakan ikon makanan Kulon Progo.

Geblek Pari Nanggulan merupakan tempat yang tepat untuk dikunjungi bersama keluarga atau kerabat di akhir pekan. (Foto: Hanang Widiandhika)

Menu Khas Pedesaan

Di Geblek Pari sendiri mempunyai sejumlah menu unik. Di mana setiap harinya menu sayurannya selalu berbeda. Sedangkan menu dengan konsep prasmanan yang tersedia antara lain sayur brongkos, lodeh, sop, lauk cakar bacem, telur dadar, ikan pindang, tahu bacem, dan tentunya nasi.

Menu yang harus dipesan dahulu adalah geblek sebagai menu andalan, lalu ada tempe sengek dan pisang goreng.

Ada beberapa pilihan minuman yang tersedia seperti sari jeruk, teh, kopi, serai, dan air mineral. Semuanya tersedia dalam pilihan hangat atau dingin.

Pengunjung yang telah mengambil makanan di dapur dipersilakan menuju tempat duduk yang mereka pilih untuk menikmati sajian makanan. Tidak lama kemudian pesanan minuman dan camilan diantar ke meja makan oleh pelayan.

Pemandangan persawahan hijau di Desa Kembang ini bisa dirasakan sepanjang tahun. Pasalnya petani biasanya melakukan cocok tanam berupa padi dan tanaman palawija. Diketahui, waktu mulai dari nanam bibit padi hingga panen memakan waktu sekitar 3-4 bulan.

Geblek Pari Nanggulan melayani last order pada pukul 20.00 WIB dan buka kembali pada pukul 08.00 WIB untuk hari Senin – Sabtu dan pada hari Minggu buka pukul 07.00 WIB.

Selama masa pandemi, Geblek Pari Nanggulan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai melakukan pengecekan suhu tubuh dengan batas tertentu, mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan sabun secara berkala, memakai masker, hingga menjaga jarak dengan pengunjung lainnya.