Mengenal Armada Udara di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala

Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
menampilkan puluhan koleksi pesawat terbang. TNI-AU

Bagi kalian penggemar armada udara tak ada salahnya untuk mengunjungi museum Pusat TNI Angkatan Udara (AU) Dirgantara Mandala atau yang lebih dikenal dengan sebutan museum pesawat terbang ini.

Museum ini terletak di komplek Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta atau lebih tepatnya ada di Jalan Kolonel Sugiyono, Karang Janbe, Banguntapan, Bantul. Museum kebanggaan TNI AU ini menempati areal seluas 8765 m² dan menampilkan 40 koleksi pesawat terbang.

Selain koleksi pesawat terbang museum juga memamerkan beberapa koleksi lain, seperti pakaian peninggalan pahlawan nasional dari TNI AU, diorama pembentukan dan peran TNI AU, serta film video kedirgantaraan suguhan di mini teater.

Di mini teater ini para pengunjung dapat menonton film video tentang pertunjukan udara tim aerobatik TNI Angkatan Udara, Jupiter Aerobatic Team ataupun tim aerobatik dunia seperti Tim Golden Eagle dari Korea Selatan serta tim dari negara-negara lain.

Keberadaan mini teater muspusdirla merupakan magnet baru bagi pelancong untuk datang mengunjungi museum ini. Selain film video tentang pertunjukan udara tim aerobatik, di mini teater juga menyiapkan film anak-anak bergenre drama musikal. Namun untuk menontonnya disarankan agar datang secara rombongan.

Tak hanya itu, masih banyak koleks lainnya seperti diorama satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang mengorbitkan pesawat tersebut.

Di sini wisatawan juga bisa naik ke beberapa pesawat yang sudah diijinkan untuk dinaiki. Bahkan sampai menyewa pakaian pilot dan bergaya di dalam pesawatnya juga bisa dilakukan di museum ini. Museum ini juga terdapat wahana simulasi menerbangkan pesawat.

Fasilitas pendukung lainnya yang sudah tersedia di museum ini adalah tempat parkir yang luas, tempat ibadah, kantin, dan toko cinderamata. Museum ini dibuka setiap hari dari pukul 08.30 WIB sampai 15.00 WIB.

Museum ini merupakan tempat wisata pendidikan di Yogyakarta yang banyak diminati terutama anak-anak usia TK dan SD.

Sejarah Museum

Museum ini diresmikan pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin. Dahulu museum ini terletak di jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta, tetapi sekarang sudah dipindahkan ke Yogyakarta karena dianggap tempat penting lahirnya TNI AU dan pusatnya kegiatan TNI AU.

Namun karena koleksi museum dan teknologi pesawat terbang yang terus berkembang sehingga gedung museum di Kesatrian AKABRI bagian udara tidak cukup menampung dan pertimbangan lokasi museum yang susah dijangkau pengunjung, maka Pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkan museum ini lagi.

Pimpinan TNI AU memindahkan museum ini ke gedung bekas pabrik gula yang ada di Wonocatur Lanud Adisucipto yang saat masa pendudukan Jepang digunakan sebagai gudang logistik.

Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani sebuah prasasti. Hal ini diperkuat dengan surat perintah Kepala Staf TNI AU No.Sprin/05/IV/1984 tanggal 11 April 1984 menetapkan rehabilitasi gedung ini sebagai gedung tetap Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Selanjutnya pada tanggal 29 Juli 1984 Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan gedung yang sudah direnovasi tersebut sebagai gedung museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.