Mengenal Jenis Wayang Terlengkap di Museum Wayang Kekayon Yogyakarta

Bangunan depan Museum Wayang Kekayon Yogyakarta (MWKY). (Foto: Lia Nur Pratiwi)

Yogyakarta yang memiliki berbagai destinasi wisata budaya, seperti Museum Wayang Kekayon Yogyakarta (MWKY). Kekayon sendiri berasal dari kata Kayon yang berarti gunungan yang melambangkan alam semesta, pada pertunjukan wayang saat Kekayon ditancapkan berarti kehidupan sudah dimulai.

Gambar suryasengkala berupa gunungan, gajah, gerbang dan orang bertapa menyambut pengunjung yang memasuki pendopo megah museum ini. Pada bangunan tersebut terdapat angka yang menunjukkan angka tahun 1987 sebagai penanda selesainya bangunan dengan luas 1,1ha.

Museum ini berlokasi di Jalan Jogja-Wonosari nomor 277 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Tetapi jika Anda masih bingung dimana lokasi atau letak objek mesum ini, kami sarankan Anda mencari dengan mengetik di google maps saja. Di google maps sudah tertandai dimana lokasi yang Anda cari tersebut.

Meseum ini buka mulai Senin sampai dengan Jumat pukul 08.30 – 14.00 WIB, dan pada hari Sabtu buka pada pukul 08.30 – 12.00 WIB. Sementara untuk hari Minggu dan hari besar museum ini tutup, kecuali ada perjanjian terlebih dahulu.

Untuk masuk di museum ini para pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000, namun jika datang dengan rombongan akan dikenakan harga khusus. Sementara untuk tiket virtual pengungjung dikenakan biaya Rp 5000. Museum juga melayani virtual talkshow, virtual workshop berbasis daring/onlime

Museum ini memiliki berbagai fasilitas seperti gedung arsitektur Jawa lengkap mulai dari pendopo, kuncung, peringgitan, dan ndalem. Bangunan museum dengan unit pameran, storage, ruang perawatan, dan lain-lain. Bangunan gambaran budaya pewayangan, taman, serta halaman serta parkir yang luas.

Musholla, dan toiletnya pun juga selalu bersih, museum ini juga dilengkapi dengan sarana keamanan. Museum ini juga terdapat gedung pahargyan yang bisa digunakan untuk acara pernikahan, pertemuan dan acara-acara lain.

Di tempat ini juga dapat menjadi sarana untuk latihan, workshop dan pentas kesenian tari klasik, gamelan, wayang bocah serta remaja.

Sejarah Museum Wayang Kekayon Yogyakarta

MWKY diresmikan oleh penjabat Gubernur DIY Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII pada tanggal 5 Januari 1991 bertepatan dengan wisuda pengukuhan doktor kedokteran sang pendiri museum yang memiliki nama lengkap Prof DR dr KPH Soejono Prawirohadikusumo, Sp.S. Sp.KJ (K).

Ia merintis pendirian museum sejak muda saat menempuh pendidikan kedokteran tingkat lanjut di Belanda dan mendapatkan inspirasi untuk membangun museum wayang di Yogyakarta karena adalah suatu zonde atau dosa jika di kota pusat budaya tidak ada museum wayang.

Sehingga sekembalinya ke Indonesia, dokter Soejono mulai mengumpulkan wayang satu demi satu hingga mulai membangun museum sejak akhir dekade 1970an dari sebidang tanah secara swadaya.

Ia mulai mengumpulkan mulai dari batu demi batu, kayu demi kayu dan hingga saat ini memiliki lebih dari 6000 jumlah wayang, puluhan kotak penyimpan, ratusan pusaka serta beraneka koleksi tradisi seperti topeng, busana wayang, gamelan, dan lain-lain.

Museum Wayang Kekayon Yogyakarta memiliki koleksi wayang yang cukup lengkap. (Foto: Lia Nur Pratiwi)

Koleksi Wayang Terlengkap

MWKY merupakan museum swasta yang dikelola oleh yayasan keluarga yang juga termasuk rumpun museum budaya dan museum khusus dengan koleksi wayang yang saat ini diakui memiliki koleksi wayang yang cukup lengkap.

Seperti wayang kulit yang terdiri dari purwa, madya, gedhog, panji dan aneka jenis wayang kulit lainnya. Wayang klasik seperti wayang klithik, krucil, dupara, diponegaran, beber, golek menak, golek sunda, golek wahyu, kaper, kidang kencana, wayang golek thengul yang termasuk wayang koleksi tertua.

Di museum ini juga terdapat aneka wayang dari berbagai daerah seperti dari Cirebon, Sunda, Bali, Lombok, Potehi. Tak hanya itu, wayang luar negeri pun juga ada seperti wayang yang berasal dari Thailand, Vietnam, Amerika Serikat, Belanda, Austria, dan lain-lain.

Wayang Kontemporer seperti wayang ukur, sejati, kreasul, milehnium, dan golek jokowi. Beraneka tokoh wayang orang, gamelan, busana wayang, topeng dari dalam dan luarnegeri, aneka kesenian tradisi, wayang zodiak juga ada di museum ini.

Diantara koleksi masterpiece MWKY adalah 100 wayang kurawa lengkap berikut nama-namanya satu persatu yang sungguh unik.

Wayang Indonesia sudah diakui secara internasional oleh UNESCO sejak tahun 2003, yang kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari wayang oleh presiden Repiblik Indonesia berdasarkan Keppres no. 30 tahun 2018.

Berbagai penghargaan telah diraih oleh museum ini, pada tahun 2016 MWKY berhasil meraih penghargaan tingkat nasional dengan nominasi museum yang mengangkat budaya lokal terbaik, dan pada tahun 2017 masuk dalam nominasi museum bersahabat pada ajang Indonesia Museum Awards versi komunitas jelajah.

Pada festival museum pernah pula meraih juara 1 karnaval tahun 2013 dan juara 1 tata pameran tahun 2012. MWKY juga telah mendapatkan akreditasi museum tipe B dari Kemendikbud Republik Indonesia.

MWKY juga turut berperan aktif sebagai anggota Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB), Asosiasi Museum Barahmus DIY, Asosiasi Museum Indonesia (AMI). Museum kekayon juga menjalin kerjasama dengan Kagama Berbudaya dalam mengadakan seri Webinar pewayangan dan budaya nusantara.

Sehubungan dengan masa pandemi MWKY menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan dan mengacu pada CHSE dengan penyediaan sarana cuci tangan, hand sanitizer, pembatasan jumlah kunjungan dan cek suhu bagi seluruh pengunjung. Pelayanan museum juga mengikuti petunjuk Gugus Tugas dan aparat keamanan setempat.

Di tahun 2021 MWKY memiliki program unggulan seperti program tur yirtual dan virtual talkshow yang berbasis IG Live, IG TV, Zoom dan Youtube. Program webinar nasional bekerjasama dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada, dan program Kagama Berbudaya berupa seri budaya pewayangan dan budaya tradisi nusantara.

Untuk nomor telpon yang bisa dihubungi adalah (0274) 379058, 081-746-1551 (WhatsApp), dan 0821-3635-8880 (edukator).