Mengenal Lebih Dekat Candi Budha Tertua di Yogyakarta

keindahan serta megahnya candi bercorak Budha ini tentu akan menjadi objek yang menarik bagi pecinta fotografi. (Foto: Sahara Rastanoya)

Jika berlibur ke Yogyakarta jangan pernah melewatkan untuk berkunjung ke wisata candi. Salah satu yang direkomendasikan adalah wisata candi Kalasan. Lokasi candi ini tidak jauh dari pusat Kota Yogyakarta, Anda hanya perlu menyusuri Jalan Yogya-Solo dan Anda akan menemukan sebuah bangunan candi yang menjulang di sisi selatan jalan tepatnya di depan Rumah Sakit Bhayangkara Kalasan.

Candi Kalasan hanya berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota Yogyakarta serta 2 kilometer dari Candi Prambanan, serta tak jauh dari lokasi Candi Sari. Tarif masuknya hanya Rp 5000, – dengan biaya parkir Rp 5000, untuk kendaraan roda dua dan Rp 10.000, untuk kendaraan roda empat.

Candi Kalasan adalah candi bercorak Budha yang bisa kita lihat dari stupa pada bagian atap candi dan diklaim sebagai candi Budha tertua di Yogyakarta. Di sini kita bisa melihat banyak sekali stupa, kurang lebih terdapat 52 stupa di Candi Kalasan.

Jika dibandingkan dengan candi-candi populer seperti candi Borobudur dan candi Prambanan memang candi Kalasan belum seterkenal itu, namun keindahan dan nilai historis dari candi ini tak kalah dari kedua candi tersebut.

Salah satu yang menjadi keunikan dari candi Kalasan adalah semen kuno yang digunakan untuk menempelkan relief di sini berbeda dari candi yang lain. Biasanya semen yang berfungsi sebagai perekat menggunakan bahan kimia, namun semen kuno yang ditemukan di candi Kalasan terbuat dari bahan alami yang khas dan disebut dengan vajralepa. Selain sebagai perekat vajralepa juga berfungsi untuk melindungi candi dari lumut atau jamur

Atap candi terdiri dari dua tingkatan dengan bentuk persegi delapan. Pada tingkat pertama kita bisa melihat arca berbentuk manusia budha dan pada atap di tingkat ke dua kita akan melihat arca Dhayani Budha yang dilengkapi beberapa stupa.

Pada sekeliling kaki-kaki candi terdapat relief yang bermotif menyerupai daun kalpataru. Selain itu juga terdapat makara, serta jambangan yang menghiasi sekeliling kaki candi. Candi ini mempunyai empat buah pintu yang terdapat pada setiap sisi-sisinya. Dari keempat pintu tersebut, hanya pintu dari sisi timur dan barat yang memiliki tangga sebagai akses menuju pintu.

Pintu utama dari candi ini terdapat pada sisi timur yang merupakan jalan satu-satunya menuju ruang utama di tengah candi. Pada sisi luar dinding candi Kalasan terdapat beberapa cekungan yang berisi berbagai arca didalamnya. Namun sayangnya beberapa arca tidak dapat dijumpai di candi ini karena hilang.

Pada setiap pintu candi diatasnya selalu dihiasi dengan pahatan yang bermotif kala. Persis berada di sisi atas ambang pintu, terdapat relief yang menggambarkan wanita bersila memegang sedang memegang benda seperti rebab, gendang, kerang dan cemara. Sedangkan pada sisi kiri dan kanan atas pintu terdapat hiasan sosok dewa yang berdiri menggenggam bunga teratai.

Tempat yang Instagramable

Bagi pecinta fotografi tidak ada salahnya mampir ke Candi ini, keindahan serta megahnya candi bercorak Budha ini tentu akan menjadi objek yang menarik bagi pecinta fotografi.

Keindahan candi Kalasan terletak pada arsitekturnya, pasalnya relief yang berada dalam candi dipahat dengan rapi dan sangat halus sekali. Saat berada disana wisatawan bisa melihat relief ceruk, stupa, sulur, dan relung. Ada juga arca yang dipahat menyerupai manusia kerdil, arca tersebut terkenal dengan sebutan Gana.

Tak sedikit pengunjung candi ini yang sekedar mampir untuk mengabadikan momen bersama orang terdekat atau berselfie ria.

Kompleks candi ini juga memiliki halaman yang cukup sedap untuk dipandang mata. Terdapat beberapa pepohonan besar nan hijau yang akan menyegarkan mata. Candi Kalasan juga tak seramai candi-candi lain di Yogyakarta. Hal tersebut tentu menjadi idaman bagi sebagian orang yang ingin berwisata namun juga mengharapkan ketenangan