Meningkatnya Populasi Kucing dan Aneka Permasalahan yang Timbul

(Foto: Pinterset.com/kucingindonesia)

Kalau di televisi sedang ramai dibicarakan adanya jagal kucing di kota Medan yang membunuh kucing-kucing untuk diambil dagingnya dan dijual ke lapau tuak dengan harga Rp 70.000 per Kg.

Warga di komplek perumahan yang saya tinggali sedang mengeluhkan adanya peningkatan jumlah kucing yang makin meresahkan.

“Dulu nggak sebanyak ini, kenapa sekarang hampir seluruh blok ada gerombolan kucing. Saya ingat dulu awalnya hanya si kucing betina putih itu yang sering berkeliaran didepan rumah, terus beranak 3 ekor di rumah kosong sebelah, sekarang sudah tambah banyak sekali jumlahnya.”

Akibat dari semakin bertambahnya jumlah kucing, mulailah muncul banyak permasalahan, misalnya kucing tersebut mulai buang kotoran di sembarang tempat, kalau dulu secara alami kucing hanya berak di tanah atau tempat berpasir dengan cara menggali tanah, kemudian secara sopan menutup kembali kotorannya,

Sepertinya kucing sekarang sudah keterlaluan, bukan hanya di jalanan tapi sekarang saya biasa menemukan kotoran kucing di atas kursi, genteng rumah, pot tanaman, garasi, lantai dapur, dan masih banyak lagi.

Permasalahan lain adalah kucing tersebut seperti berlomba menandai wilayahnya dengan air kencing. Alhasil, teras rumah mempunyai bau kencing kucing yang tidak hilang-hilang. Tiap pagi dibersihkan, siang atau sorenya langsung dipipisi lagi.

Sudah berbagai cara dicoba, seperti membersihkannya dengan karbol yang katanya kucing tidak suka baunya, namun tetap saja dikencingi, atau dengan menutup rapat pagar, tetap saja dilompati.

Masalah lain yang juga muncul adalah gerombolan kucing tersebut punya hobi mengacak-acak tempat pembuangan sampah di depan rumah. Sampah yang sudah rapi kita bungkus, dibongkar lalu dicabik-cabik hingga berhamburan berserakan.

Masih ada lagi sederetan masalah lain seperti tanaman dirusak, ayam dan burung kesayangan di mangsa, kucing kawin atau berkelahi berisiknya luar biasa, kucing beranak di loteng rumah, anaknya tidak diurus kemudian mati, tidak sengaja menabrak kucing yang sembunyi di kolong mobil, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya banyak warga yang kasihan melihat kucing kurus berkeliaran di perumahan, akan tetapu jika kita beri mereka makan langsung saja rumah kita jadi tempat mangkal gerombolan kucing tersebut.

Saya yakin banyak orang baik yang mau memelihara atau mengadopsi kucing tersebut, tapi dengan jumlah kucing yang makin banyak tentu akan membuat repot orang yang mengadopsi.

Beberapa kawan juga berinisiatif untuk menangkap kucing tersebut dan membawanya ke dokter hewan untuk dibuat mandul/disterilkan.

Tapi ternyata butuh biaya yang tidak murah untuk operasi tersebut apalagi kalau kucingnya banyak.

Ledakkan Populasi Kucing

Ledakkan pertambahan populasi kucing yang tidak terkendali ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh satu atau perumahan saja. Saya yakin ada banyak di wilayah Indonesia yang mengalami masalah seperti ini.

Bahkan dibeberapa negara di dunia juga mengalaminya. Seperti dilaporkan oleh salah seorang reporter BBC bahwa di negara Suriah ditemukan banyak sekali populasi kucing liar, sementara itu Matador Network melaporkan bahwa terdapat tiga kota yang banyak sekali ditemukan kucing berkeliaran yaitu Kota Roma di Italia, St Petersburg di Rusia dan Istanbul di Turki.

Hal ini harus menjadi perhatian khusus karena bukan hanya masalah ketidaknyamanan bagi wisatawan, tapi ada kemungkinan ancaman bahaya penyakit yang bisa menular dari kucing kepada manusia seperti toksoplasmosis dan rabies.

Permasalahan ini seharusnya segera ditangani agar tidak semakin meluas. Banyak pihak yang harus dilibatkan seperti organisasi profesi dokter hewan, komunitas pecinta hewan, akademisi, stake holder wilayah, dan masih banyak lagi.

Pemerintah sudah seharusnya mengambil peran utama dalam penyediaan shelter atau tempat penampungan bagi kucing tersebut. Biaya grooming, pakan harian, vaksinasi obat dan perawatan harus disiapkan dengan anggaran yang cukup.

Petugas khusus yang memahami penanganan hewan secara “animal welfare” sangat diperlukan untuk menangani permasalahan ini. Karena masyarakat dunia akan melihat bagaimana perlakuan kita terhadap hewan-hewan tersebut. Seperti sebuah ungkapan terkenal dari Mahatma Gandhi bahwa “Kebesaran moral sebuah bangsa dapat dilihat dari bagaimana cara perlakuan terhadap hewannya.”