Panen Perdana Durian di Embung Kleco

Bupati Kulon Progo, Sutedjo saat melakukan panen perdana durian di embung kleco, Ngesong, Giripurwo Girimulyo. PEMKAB KULON PROGO

Girimulyo-Dinas Pertanian dan Pangan, Yayasan Obor Tani, beserta kelompok tani pengelola kawasan embung Kleco, gelar panen perdana durian dalam rangka heboh buah Kulon Progo berlokasi di SPT (Sentra Pemberdayaan Tani) Embung Kleco Ngesong Giripurwo Girimulyo.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Muhammad Aris Nugroho, mengatakan tahun ini kegiatan harus dilaksanakan secara sederhana karena Covid-19.

“Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya, saat sedang musim panen buah, khususnya buah durian dengan tujuan mempromosikan potensi buah-buahan dan agrowisata di Kabupaten Kulon Progo,” jelasnya.

Dalam acara tersebut juga diberikan secara simbolis tanda daftar varietas tanaman dari BPTP DIY untuk durian promasan, durian kendil, durian banjar dan durian cempli, sebagai varietas lokal yang nantinya akan dilepas menjadi varietas unggul nasional.

Dengan pelepasan varietas unggul lokal yang menjadi varietas unggul nasional, diharapkan akan lebih mengangkat durian Kulon Progo dan meningkatkan nilai tambah bagi petani, karena selain menjual wujud buah, juga menjual bibit tanaman durian tersebut.

Sementara Bupati Kulon Progo, Sutedjo menyampaikan apreasiasi kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam pengembangan pertanian di Kulon Progo.

Menurutnya buah durian mempunyai cita rasa yang tinggi, eksotis dan memiliki penggemar yang fanatik, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, maka durian menjadi salah satu komoditas yang bisa dikembangkan secara intensif dan menjadi komoditas unggulan di Kulon Progo. Hal itu juga sejalan dengan semangat kemandirian pangan bela beli Kulon Progo dengan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk pangan.

“Saya yakin tekad dan semangat yang luar biasa dari kelompok tani merupakan kunci keberhasilan dari apa yang bisa dipanen hari ini”, katanya.

Ia juga mendorong seluruh masyarakat bekerjasama mengembangkan pertanian secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pasar.

“Terus produktif serta inovatif menghasilkan produk-produk unggulan sesuai sesuai slogan Kulon Progo Iso Nandur Ngopo Tuku Iso Gawe Ngopo Tuku,” katanya.

Kawasan Agroeduwisata

Ia membeberkan pengembangan pertanian di Kabupaten Kulon Progo saat ini diarahkan menjadi kawasan agroeduwisata. Beberapa kawasan yang sudah dirintis dan sudah terwujud menjadi kawasan agroeduwisata antara lain kawasan agroeduwisata buah embung kleco, kawasan agroeduwisata buah embung tonogoro, kawasan agroeduwisata teh Nglinggo-Tritis, dan masih banyak lainnya.

Dengan pola pengembangan agroeduwisata, maka akan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi petani dan masyarakat sekitar, karena selain sebagai lahan usaha tani, kawasan ini bisa menjadi tempat belajar dan sekaligus sebagai destinasi wisata.

“Untuk wujudkan hal tersebut, diharapkan ada kolaborasi dan sinergitas antara Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pariwisata, Dikpora dan OPD terkait lainnya” tegasnya.

Di kawasan Embung Kleco sendiri saat ini memiliki luas kebun durian dan klengkeng seluas 20 Ha dengan jumlah tanaman durian 2.000 batang dan klengkeng 700 batang, yang ditanam sejak tahun 2015.

“Adapun durian yang ditanam merupakan varietas unggul nasional menoreh kuning dan durian menoreh jambon, serta varietas unggul lokal lainnya. Saat di Kulon Progo tercatat luas tanaman durian mencapai 1.891 ha,” ujarnya.

Add Comment