Panen Singkong KWT Mawar Biru Jambidan

Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Biru melakukan panen singkong dengan hasil sebanyak 88,4 kg. (Foto: Kapanewon Banguntapan)

Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Biru adalah KWT dari Desa Jambidan, yang mana setiap bulannya rutin mengadakan pertemuan. Pertemuan tersebut diadakan setiap tanggal 10. KWT ini di ketuai oleh Ibu Suryanti dengan jumlah anggota 26 orang.

Adapun kegiatan KWT ini salah satunya adalah budidaya tanaman pisang di lahan demplot atau demontration plot. Demplot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

Di Desa Jambidan jumlah lahan demplot ada tiga lokasi dan salah satu demplotnya dibuat tumpangsari tanaman pisang dengan tanaman singkong dengan luas lahan demplot 800 m².

Pada hari Rabu tanggal 10 Februari pukul 13.00 WIB, KWT Mawar Biru mengadakan pertemuan rutin dengan hasil pertemuan bahwa mereka akan mengadakan kesepakatan untuk melaksanakan pemanenan sebagian tanaman singkong karena umur tanaman singkong sudah sembilan bulan dan sudah waktunya dipanen.

Dari hasil kegiatan pemanenan oleh ibu-ibu KWT, baru terpanen sebanyak 13 batang pohon dan hasil rata-rata per pohon 6,8 kg sehingga total hasil panen diperoleh sebanyak 88,4 kg . Anggota KWT ini bersepakat, untuk harga jual singkong apabila yang membeli anggota KWT harganya Rp 3000, dan bagi pembeli dari luar anggota seharga Rp 4.000.

Sampai sekarang sisa tanaman yang belum dipanen masih banyak sehingga anggota kelompok merasa kesulitan untuk menjual hasil panennya apabila tanaman dipanen semuanya, karena anggota belum mempunyai pembeli yang mampu menampung hasil panennya.

Bupati Bantul, Suharsono melakukan panen pakcoy yang dikembangkan oleh KWT Amanda Kepuh Wetan, Wirokerten. (Foto: Kapanewon Banguntapan)

Panen Pakcoy

Beberapa waktu lalu Kapanewon Banguntapan juga melakukan panen pakcoy, pakcoy ini dikembangkan dengan sistem hidroponik oleh KWT Amanda Kepuh Wetan, Wirokerten.

Pada panen tersebut Bupati Bantul, Suharsono langsung praktek mencabut sayuran pakcoy dari lahan hidroponik rakit apung bantuan dari Human Initiative yang merupakan realisasi dari program kedaulatan pangan masa pandemi Covid-19.

Upaya yang dilakukan oleh KWT Amanda adalah bentuk dari menumbuh kembangkan kreativitas warga melalui bercocok tanam. Dari panen yang dilakukannya tersebut, bisa menambah penghasilan dan menambah keanekaragman pangan keluarga

Saat menyaksikan tanaman pakcoy, Bupati Bantul nampak terkesan dan mengaku belum pernah melihat pakcoy sejenis ini. Ia pun mengapresiasi antusias dan kepedulian warga dalam upaya penghijauan sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah.

Di sini semua sayur memiliki kualitas super dan memiliki kesegaran yang terjaga, menandakan perawatan sayur selama ini sudah dilakukan dengan sangat baik.

Panen pakcoy dilakukan dengan cara memetik pangkal daunnya menggunakan gunting atau dicabut langsung dengan akarnya dari dalam tanah. Pemanenan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak bagian pangkal dan daun. Kerusakan hasil panen menurunkan nilai ekonomis sayuran dan membuat komoditas sayuran mudah membusuk.

Selama proses panen, pakcoy sebaiknya dihindarkan dari paparan sinar matahari langsung, hal ini dilakukan agar hasil panen tidak mudah layu. Setelah dipanen, pakcoy dibersihkan dari sisa-sisa tanah yang menempel dan dilakukan sortasi untuk memisahkan bagian-bagian yang bagus dan bagian yang kurang bagus atau rusak saat proses panen.

Program menanam dengan sistem hidroponik ini baru pertama kali dilakukan. Harapannya kedepan bisa lebih dikembangkan lagi.

Add Comment