Relawan di Tengah Pandemi

Relawan pemakaman jenazah onfecsius Covid-19 saat melakukan Sholat Jenazah. (Foto: Kepanewon Banguntapan)

Berpakaian lengkap dengan alat pelindung diri (APD) di tengah hujan, di tengah malam, di tengah bahaya terpapar virus dengan niat mulia membantu sesama yang sedang kesusahan. Begitulah gambaran relawan pemakaman jenazah onfecsius Covid-19 di tengah pandemi.

Minggu ini di wilayah Kapanewon Banguntapan sebanyak lima jenazah Covid-19 dilakukan pemakaman dengan standar protokol jenazah infectius Covid-19. Dalam waktu yang hampir bersamaan di beberapa Kalurahan di Banguntapan juga terdapat jenazah yang meninggal, seperti Kalurahan Potorono, Wirokerten, Baturetno, dan Kalurahan Banguntapan.

Pada hari Sabtu, 30 Januari 2021 terjadi 3 kali pemakaman. Jenazah pertama selesai di makamkan pukul 03.30 WIB di Mutihan, selang beberapa jam saat relawan baru istirahat, pagi hari ada lagi jenazah yang dinyatakan positif Covid-19 yang juga harus dimakamkan. Pemakaman ini selesai pukul 11.30 WIB.

Pemakaman tersebut berjalan dengan lancar, ini karena kerjasama Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) antar Kalurahan yang solid yaitu Kalurahan Wirokerten dengan Jambidan yang dipimpin langsung oleh Lurah Wirokerten beserta tim yang lain, termasuk pasukan dari Bintara Pembina Desa (Banbinsa).

Selang beberapa saat, para relawan tersebut mendapat berita bahwa ada jenazah positif Covid-19 dari Jomblangan Banguntapan. Pemakaman dilakukan di dusun Mantup Baturetno, dan kembali melibatkan tim relawan antar Kalurahan.

Model penanganan dengan melibatkan tim relawan dan petugas antar desa akan terus di bangun dengan konsep Sister Village atau desa bersaudara.

Semoga apa yang telah dilakukan oleh para relawan ini menjadi amal baik mereka, dan semoga para relawan selalu diberikan kesehatan, dan masyarakat dapat mendukung dengan terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Update Covid-19 per tanggal 30 Januari 2021 total kasus tembus angka 1000, 3 orang meninggal, 172 orang masih sakit, dimana sebagian ada yang di Rumah Sakit, shelter, dan ada juga yang melakukan karantina mandiri di rumah mereka.

Kapanewon Banguntapan saat menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah bagi relawan FPRB di Kapanewon Banguntapan. (Foto: Kapanewon Banguntapan)

Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

Kapanewon Banguntapan juga kerap menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah bagi relawan FPRB di Kapanewon Banguntapan.

Pelatihan ini dalam rangka membekali ketrampilan pemulasaraan jenazah korban Covid-19, khususnya dalam hal pemakaman.

Pandemi Covid-19 telah banyak memakan korban hingga meninggal dunia. Jenazah korban covid-19 perlu penanganan khususnya dalam hal pemakaman.

Covid-19 ini memiliki karakteristik tersendiri karenanya dibutuhkan sebuah pengetahuan yang benar dalam menanganinya. Mulai dari serah terima dari rumah sakit, pengangkutan di mobil ambulan hingga prosesi pemakaman.

Dalam kasus Covid-19 keselamatan masing-masing personel akan menjadi penting, keselamatan mereka merupakan keselamatan orang lain juga. Selain itu, masyarakat juga harus mendapatkan informasi yang benar terkait Covid-19 termasuk masalah-masalah penanganan jenazahnya

Pada pelatihan tersebut dijelaskan tiap langkah dan mempraktekkan bersama peserta pelatihan terkait pemulasaran jenazah yang benar sesuai protokol kesehatan. Pelatihan langsung menggunakan alat seperti layaknya pemulasaran jenazah, yakni menggunakan apd lengkap, masker, sarung tangan, plastik, kain kafan dan lainnya.

Kegiatan pemulasaraan jenazah tersebut dilakukan di Balai Kalurahan Wirokerten, pelatihan ini diikuti kurang lebih 40 relawan.

Dengan adanya pelatihan ini akan menambah kesiapsiagaan bagi relawan FPRB dalam pemulasaraan jenazah korban Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan.