Sensasi Mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. (Foto: Instagram.com/gunungapipurba)

Kabupaten Gunung Kidul sudah terkenal dengan wisata alamnya, salah satnya adalah Gunung Api Purba Nglanggeran. Gunung yang terletak di Desa Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini merupakan gunung berapi aktif sekitar 60 juta tahun lalu. Gunung ini memiliki bebatuan besar yang menjulang tinggi sehingga biasanya digunakan sebagai jalur pendakian dan tempat untuk pertapaan warga.

Akses menuju lokasi terdapat dua jalur yang dapat dilalui, jalur pertama dari arah Wonosari pengunjung dapat melewati bunderan Sambipitu, kemudian menuju ke arah Dusun Bobung, setelah itu langsung menuju ke Desa Nglanggeran.

Jalur kedua dari arah Yogyakarta, pengunjung dapat melewati bukit bintang Patuk, radio GCD FM, kemudian menuju ke arah desa Ngoro-oro, setelah itu langsung menuju ke Desa Nglanggeran.

Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran berada diketinggian 700 mdpl, menjadi salah satu spot moment sunrise/matahari terbit yang sering diburu para pecinta mentari pagi. membutuhkan waktu sekitar 50-60 Menit untuk bisa sampai kelokasi ini.

Awal tanjakan setelah melewati pendopo joglo kalisongo, Anda akan melewati song gudel, lorong beratap bongkahan batu besar. Selanjutnya akan melewati lorong sumpitan yang sempit, hanya cukup untuk dilalui satu orang. Ada dua lorong sumpitan yang harus dilewati Anda dengan hati-hati.

Titik apik berikutnya adalah Gunung Bagong, berupa tanah lapang yang bisa melihat gugusan batuan cadas dan tumbuhan hijau. Titik ini bisa menjadi lokasi untuk rehat sejenak, sebelum menuntaskan setengah perjalanan lagi menuju puncak.

Perjalanan akhir pendakian adalah Gunung Gedhe, puncak yang menjadi titik tertinggi gunung api purba, yang bisa melihat panorama alam nan hijau dari ketinggian. Selain trekking, Anda juga bisa melakukan outbond, piknik, panjat tebing dan berkemah.

Puncak barat Gunung Api Purba dinamakan Gunung Gedhe, memiliki kondisi yang agak lapang namun tidak bisa digunakan untuk camping/mendirikan tenda. Jika ingin camping atau mendirikan tenda bisa dengan cukup bergeser kebawahnya saja sekitar 50 meter.

Di tempat tersebut terdapat camping ground yang sangat strategis sekaligus bisa berlindung dari kencangnya angin di Puncak Gunung Api Purba. Dari Puncak Gunung Gedhe kita juga bisa menikmati kemegahan Gunung Lima Jari.

Selain itu dari tempat tersebut dapat terlihat tenggelamnya matahari maupun munculnya bulan. Pada saat malam hari jika cuaca cerah akan terlihat cahaya bintang di langit.

Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki suhu sekitar 23 hingga 27 derajat celcius. Artinya, udara di sini tak terlalu menusuk kulit, sangat cocok untuk wisatawan yang tak pernah mendaki sebelumnya.

Sensasi mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran. (Foto: Instagram.com/gunungapipurba)

Pandemi Covid-19

Sejumlah kebijakan dibuat pengelola demi menjaga protokol pencegahan penularan Covid-19. Seperti ketika saat datang, seluruh pengunjung diwajibkan mencuci tangan serta dicek suhu tubuhnya oleh petugas. Mereka juga diminta menjaga jarak saat mengantre di loket.

Saat melakukan pendakian, pengunjung juga harus menjaga jarak. Soal pembatasan pengunjung sepertinya tidak akan bermasalah karena pegunungan yang luasnya sekitar 43 hektar ini mampu menampung 500-an pengunjung

Pengelola juga mengarahkan pengunjung melakukan pembayaran non tunai. Walau demikian, pembayaran secara tunai masih diterima.

Peraturan lainnya, pengunjung wajib mengisi identitas diri dan nomor HP melalui QR Code dan pengunjung masih belum diperkenankan untuk berkemah atau tinggal di homestay sekitar kawasan gunung.

saat ini Gunung Api Purba Nglanggeran buka mulai pukul 08.00 WIB – 18.00 WIB. Harga tiket masuknya juga cukup terjangkau, hanya Rp 15.000 saja.