Sleman Mapan, Buku Tentang Kepemimpinan Sri Purnomo Selama 15 Tahun

Buku Sleman Mapan adalah buku yang menceritakan sebuah memoar kepemimpinan Bupati Sleman, Sri Purnono selama ia menjabat sebagai Wakil Bupati Sleman hingga sekarang ketika menjadi Bupati Sleman. (Foto: Pandivabuku & Pemkab Sleman)

Pakem-Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan buku yang menceritakan sebuah memoar kepemimpinan Bupati Sleman, Sri Purnono selama ia menjabat sebagai Wakil Bupati Sleman hingga sekarang ketika menjadi Bupati Sleman.

Buku yang berjudul Sleman Mapan dan disusun oleh Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman ini mempunyai jumlah halaman 390 lembar.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan buku ini adalah sebuah dokumentasi perjalanan Pak Sri Purnomo selama 15 tahun.

“Meski tentu saja tidak dapat memotret semua hal secara komprehensif, setidaknya dapat menjadi manuskrip utama untuk menyusun strategi pembangunan Sleman ke depan agar semakin sejahtera, baik lahir maupun batin,” katanya.

Selama kepemimpinan Bupati Sleman, tentunya ia didukung banyak pihak, baik para pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, sampai ke warga Sleman.

“Kisah kepemimpinan ini tentang ikhtiar bersama membangun Kabupaten Sleman, menuju perikehidupan lebih baik,” jelasnya.

Dalam buku ini di bagi menjadi enam bagian, bagian pertama adalah pendahuluan, bagian dua menceritakan tentang pemerintahan kabupaten Sleman yang mapan, bagian tiga menceritakan sumber daya manusianya yang mapan.

Sementara bagian empat serta lima menceritakan perekonomian Sleman yang mapan, dan menceritakan lingkungan di Sleman yang mapan. Untuk bagian enam menceritakan tentang Sleman yang tanggung bencana.

Tentang Penulis

Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. lahir di Klaten, 22 Februari 1961. Pak Sri, begitu ia akrab disapa, diamanahi jabatan sebagai Bupati Sleman periode 2010-2015 dan 2016-2021, serta sebelumnya, Wakil Bupati Sleman periode 2005-2010.

Kiprah Kepemimpinan Suami dari Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo ini berhasil membawa Sleman maju dan meraih segudang prestasi. Sebelum menjabat sebagai Bupati Sleman, bapak tiga anak tersebut berprofesi sebagai guru Madrasah Tsanawiyah dan pengusaha mebel.

Dikenal sederhana, Pak Sri memiliki moto, ‘hidup mengalir seperti air’. Menempuh pendidikan SD hingga SMA di Klaten, ia melanjutkan kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan lulus Sarjana Muda (BA) tahun 1984, serta menyelesaikan kesarjanaannya pada 1998.

Selepas itu, Pak Sri menempuh pendidikan S2 di Magister Ekonomi Syariah Universitas Islam Indonesia.

Penulis aktif di sejumlah organisasi, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman (2006-2010), Anggota Majelis Pertimbangan Partai DPW PAN DIY (2005-2010), Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia Cabang Sleman (2006-2011), Ketua Umum Drum Band Kabupaten Sleman (2006-2011), Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY (2006-2011), Ketua Badan Narkotika Kabupaten Sleman (2005-2010).

Selama menjabat Bupati Sleman, pemilik hobi olahraga dan berkebun ini berhasil menorehkan banyak prestasi dan membawa Sleman sebagai kabupaten terbaik melalui sejumlah inovasi, di antaranya sebagai Kabupaten dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di antara seluruh Kabupaten se-Indonesia, PDRB yang terus meningkat, hingga pariwisata terbaik di Indonesia.