Usaha Kapanewon Patuk dalam Penanganan Covid-19

Lurah Desa Pengkok menyerahkan kepada salah satu wakil KPM BLT DD Periode III. (Foto: Kapanewon Patuk)

Kapanewon Patuk telah melakukan berbagai langkah langkah terukur untuk menghadapi Covid-19 yang ada. Selain terus menjalankan protokol kesehatan, mekanisme bantuan sosial bagi warga telah kami salurkan sesuai amanat yang ada, serta memperkuat kondisi perekonomian warga Patuk yang terkena dampak Covid-19.

Dalam penyaluran bantuan sosial tersebut juga sempat menemui kendala di lapangan, akan tetapi dapat diatasi dengan baik.

Bantuan sosial yang bersumber dari dana Desa juga telah tersalur dengan baik. Kami telah menyalurkan sekitar 2 miliar rupiah yang bersumber dari dana Desa untuk 1.142 paket penerima.

Penyaluran tersebut kami bagi menjadi empat tahap yakni tahap pertama pada tanggal 19-20 Mei 2020, tahap kedua pada tanggal 28-29 Mei 2020 serta tahap ketiga dan keempat masing masing pada tanggal 28-29 Mei 2020 dan 23-24 Juni 2020.

Kami juga berkomitmen akan terus berusaha mengoptimalkan peran Badan usaha milik desa (Bumdes) dalam menghadapi Covid-19.

Kami selalu mengarahkan warga kami untuk membeli kebutuhannya melalui toko yang dikelola Bumdes, sehingga gerakan ekonomi desa yang dimotori Bumdes akan ikut berputar dan terus berjalan.

Toko yang di kelola Bumdes ini meyediakan berbagai keperluan bagi warga desa setempat, pembelian sembako bagi warga juga lewat Bumdes, dengan demikian maka peran Bumdes menjadi semakin penting di desa.

Inilah sebuah bentuk yang inovatif dalam hal memaksimalkan potensi yang ada yang disulap menjadi sebuah kekuatan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Sosialisaai Untuk Para Pelaku UMKM

Selain itu untuk meningkatkan pendapatan khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kami juga kerap melakukan Sosialisasi.

Seperti sosialisasi proses pengurusan sertifikasi halal, sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku UMKM, serta proses kerjasama pemasarannya.

Beberapa waktu lalu juga di selenggarakan pelatihan Go Online yang di bantu oleh Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Perkembangan internet saat ini sangat pesat dan peluang bisnis melalui media sosial sudah menjadi tren.

Permasalahan yang terdapat pada para pelaku UMKM ini yaitu belum banyak melakukan pemasaran secara online, sehingga pasar yang dituju tidak terjangkau secara luas.

Banyak keuntungan yang diperoleh dari bisnis online yaitu konsumen lebih mudah mendapatkan informasih pengenai produk yang ditawarkan, produsen lebih dekat dengan konsumen karena dapat berinteraksi langsung melalui media sosial dan brand/ citra produk yang ingin ditanamkan akan mudah dipahami konsumen.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini UMKM di wilayah Kapanewon Patuk semakin berkembang, proses perijinan terpenuhi, permodalan cukup dan pemasaran juga semakin mudah.

Giat Rutin Gugus Tugas Kapanewon Patuk

Salah satu kegiatan gugus tugas Kapanewon Patuk dalam rangka menekan pertumbuhan kasus penularan Covid-19 di wilayah ini adalah dengan melakukan kegiatan monitoring ke rumah warga, tempat ibadah, sekolahan, dan tempat dilaksanakannya kegiatan yang mengumpulkan massa lebih dari 50 orang.

Kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan sejak pertengahan bulan September 2020. Sampai saat ini sudah ada 105 lokasi yang dimonitoring.

Bagi warga yang akan melaksanakan kegiatan hajatan, sekolah yang akan melakukan pembelajaran secara bergilir dengan cara tatap muka dan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak warga harus mengajukan ijin terlebih dahulu kepada gugus tugas Kapanewon, dan kemudian akan ditindaklanjuti dengan monitoring ke lokasi.

Add Comment