Vaksinasi Pedagang Pasar Tradisional

Pengunjung sedang berbelanja di Pasar Prawirotaman. PEMKOT YOGYAKARTA

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perdagangan Kota Yogya terus melakukan pendataan bagi pedagang pasar tradisional untuk kebutuhan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kota Yogyakarta.

Dari pendataan tersebut jumlah pedagang mencapai sekitar 17.000 orang dari 30 pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Data pedagang yang diajukan sebagai penerima vaksin didasarkan pada basis data pedagang yang sudah memiliki kartu bukti pedagang di pasar tradisional Kota Yogyakarta.

Pedagang pasar adalah kelompok masyarakat yang cukup rentan terpapar Covid-19 karena sering berinteraksi dengan banyak orang.

Kami juga telah menyampaikan data pedagang di seluruh pasar tradisional kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan dan ke Kementerian Perdagangan.

Namun dari hasil koordinasi diprioritaskan untuk pedagang di Pasar Beringharjo terlebih dulu yang dinilai lebih rentan karena konsumen yang datang adalah wisatawan dari berbagai daerah. Pasalnya, mobilitas pasar terbesar di kota pelajar ini memang paling intens.

Tercatat sebanyak 19.897 jiwa menjadi target vaksinasi tahap kedua di DIY, dan setengahnya adalah pedagang pasar Beringharjo, jumlahnya sekitar 8.144 pedagang.

Rencananya pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini akan digelar pada tanggal 1 Maret 2021 berlangsung kurang lebih sekitar empat hingga lima hari.

Nantinya pemberian vaksin untuk pedagang Pasar Beringharjo ini akan dilakukan secara menyeluruh. Termasuk pedagang keliling, pedagang los, buruh, pedagang kaki lima, semuanya.

Terdapat tiga tempat yang akan digunakan untuk vaksinasi massal tahap kedua di Yogyakarta, yakni di Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Taman Parkir Abu Bakar Ali, Kota Yogyakarta.

Selain mendata pedagang, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta juga melakukan pendataan terhadap pegawai atau karyawan di berbagai pusat perbelanjaan sebagai calon penerima vaksin.

Ekonomi Bangkit

Ketika pendataan tersebut, sebagian besar pedagang merasa lega karena ikut didata sebagai salah satu prioritas untuk menjadi penerima vaksin Covid-19 meski belum mengetahui secara pasti waktu vaksinasi.

Sebagian besar pedagang sangat antusias ikut serta dalam program vaksinasi dengan membuka diri untuk didata. Para pedagang tersebut optimis vaksinasi ini bisa memulihkan kembali kondisi perekonomiannya, seperti sedia kala.

Vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pedagang pasar tradisional tersebut juga bisa menjadi tonggak pulihnya kepercayaan masyarakat. Jadi, tidak sekedar melindungi pedagangnya, tetapi juga bermanfaat mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional.

Saat pandemi ini, pasar, toko dan aktivitas perbelanjaan lain memang mengalami pukulan berat, karena konsumen takut pergi ke pusat-pusat keramaian.

Saat vaksinasi dilakukan di seluruh pasar, harapannya adalah ekonomi mulai bergeliat, sehingga pemerintah bisa mengakselerasi vaksinasi ke sektor lain agar pertumbuhan perekonomian mulai membaik.

Vaksinasi bukan sesuatu yang menakutkan, semakin cepat pelaksanaannya, semakin baik. Kami berharap distribusi vaksin ini bisa merata dan menjangkau semua pasar tradisional, tanpa tebang pilih. Pasalnya, seluruh pasar tradisional juga merasakan dampak pandemi, sehingga perlakuannya pun harus serupa.

Meski sudah di vaksin, kami berharap para pedagang tetap menjaga protokol kesehatan, para pedagang tak boleh lengah.

 

Add Comment