Dari Zona Merah, Kini Menjadi Zona Hijau

Tim Gada Bima saat melakukan penyemprotan disinfektan. KELURAHAN KRICAK

Berada di kawasan padat penduduk, tak mudah mewujudkan wilayah dengan nol kasus Covid-19, namun di Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini semua bisa dilakukan dan dibuktikan.

Awal mula Covid-19 mulai merebak di Kota Yogyakarta, wilayah Kricak sempat menjadi zona merah. Puncak kasus Covid-19 di wilayah Kricak sekitar bulan September Oktober. Kasus masuk berangkat dari warga masyarakat yang banyak bekerja di bidang jasa atau non kantoran. Pada saat itu belum ada pembatasan yang dilakukan hingga tingkat wilayah.

Sampai akhirnya hampir semua wilayah terdiri dari 61 RT dan 13 RW menjadi zona merah karena sebaran yang tidak bisa terkendali. Faktornya karena banyak warga yang bekerja pulang pergi dan wisata ketika dibuka.

Sampai pada akhirnya Kelurahan Kricak pernah berada di zona merah. Namun tak perlu waktu lama, wilayah Kricak telah berpindah dari zona merah menjadi zona hijau.

Artinya sudah tercatat nol kasus corona. Ini sesuai basis data dari posko PPKM mikro Kelurahan Kricak. Kricak zona hijau per hari ini, dahulu semua wilayah sudah kena Covid-19.

Dari awal pandemi total ada 140 kasus di wilayah Kricak. Tinggal tersisa 2 kasus, dan selesai isolasi mandiri beberapa waktu lalu.

Berkat kekompakan masyarakat rutin melakukan edukasi kepada warganya, maka kasus berhasil dinolkan. Selain itu salah satu caranya menekan kasus tersebut karena Kelurahan Kricak memiliki tim Gada Bima.

Kekompakan warga ini juga dilakukan bersama 46 personil yang tergabung dalam tim Gada Bima. Bentuk partisipasi dan sinergitas masyarakat ini ada per 25 April 2020 lalu.

Kegiatan tim ini sangat banyak sekali sejak awal pandemi. Istimewanya dari tim ini, 100 persen biaya swadaya masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan sejak awal pandemi, rutin keliling sosialisasi ke masyarakat terkait protokol kesehatan, membagikan hand sanitizer, aktif membuat pesan pesan di media sosial, serta pengawasan acara hajatan menjadi bagian pengamanan protokol Covid-19.

Muncul dari Rasa Kemanusiaan

Tim Gada Bima muncul awalnya karena reaksi banyaknya klitih, namun karena adanya pandemi akhirnya tim ini diresmikan menjadi tim penanganan Covid-19. Tim Gada Bima terbentuk berangkat dari rasa kemanusiaan.

Selain itu kebijakan PPKM mikro cukup efektif untuk pengendalian kasus Covid-19 terutama di wilayah Kricak. Setelah muncul kebijakan PPKM mikro, tim tersebut lebih leluasa pengontrolan. Kami benar-benar menghidupkan posko di tingkat RT dan RW.

Disamping karena proaktif kekompakan masyarakat, juga terbantu dengan adanya kebijakan yang penanganannya bisa dilakukan sampai tingkat RT.

Dengan begitu, penanganan dari relawan semakin dimudahkan dan bisa lebih peduli terhadap wilayahnya masing-masing.

Sampai akhirnya, karena bentuk proaktif kegiatan kelompok masyarakat yang dilakukan siang dan malam rutin maka masyarakat menjadi lebih sadar dan menerapkan protokol kesehatan semakin tinggi. Mereka langsung simpati melihat tim bekerja siang malam tanpa bayaran.

Giat penanganan dilakukan sejak awal pandemi dengan rutin melakukan sosialisasi, membagikan hand sanitizer, dan penyemprotan desinfektan pada zona kasus. Namun, giat yang paling padat adalah saat kelurahan Kricak masuk zona merah.

Kendati sudah tercatat nol kasus, bukan berarti Tim Gada Bima dihapuskan. Melainkan tetap bekerja di lapangan yakni terus mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan. Selain edukasi, juga sejalan dengan upaya pemulihan dan kebangkitan ekonomi segera bisa dilakukan.

Pada bulan Desember hingga bulan Januari kesibukan tim ini bertambah karena mulai banyak kasus muncul di wilayah Kricak. Sempat pusing karena biasanya data yang masuk dari puskesmas selalu ada penambahan kasus per RT.

Kekompakan warga Kricak ini akan selalu ada bahkan sampai covid-19 di Kota Yogya hilang dan Kota Yogyakarta benar-benar dikatakan aman.