Dorong Pemulihan Ekonomi dengan Lomba Ikan Cupang

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti saatmemberikan piala walikota kepada pemenang lomba. PEMKOT YOGYA

Dalam upaya meningkatkan pemulihan ekonomi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Yogya akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya bekerja sama dengan King of Flare League Indonesia mengadakan lomba ikan cupang.

Tujuan kegiatan tersebut adalah sebagai upaya memotivasi dan mengapresiasi peternak dan penghobi ikan cupang di Kota Yogya, serta mendorong pemulihan ekonomi UMKM yang berpartisipasi di dalamnya.

Dewasa ini, ikan hias, tepatnya cupang, tengah naik daun. Tidak hanya di panggung lokal atau nasional saja, bahkan popularitasnya mencapai mancanegara. Padahal ikan dengan nama latin Betta splendens, dulu sempat dianggap sebagai ikan biasa yang hidup di kolam atau sawah. Bahkan dahulu ikan tersebut juga sempat dijual dengan harga seribu rupiah.

Ternyata anggapan dulu itu salah, popularitas ikan cupang meroket sampai menjadi komoditas di berbagai wilayah Indonesia, bahkan luar negeri. Ikan cupang mendapatkan panggung pada kancah internasional.

Tentu saja fenomena tersebut merupakan kabar yang menggembirakan. Kita bisa mengembangkan banyak jenis ikan cupang yang boleh di adu tanding dengan ikan-ikan cupang lain dari berbagai negara berbeda. Misalnya saja cupang crown tail yang banyak diminati orang-orang Asia, bahkan lintas benua sampai Amerika.

Saya percaya Jogja mempunyai banyak hobbyist dan peternak cupang kreatif yang dapat berkompetisi, terutama rekan-rekan yang mengikuti kompetisi “King of Flare League Indonesia Chapter 1”.

Apa yang kita perlu lakukan untuk mengembangkan kompetisi bersifat positif ini, adalah menyemarakkan kompetisi-kompetisi lain juga berikutnya agar apresiasi masyarakat terhadap ikan cupang meningkat.

Selain itu, prestasi-prestasi para juara berbagai macam kompetisi harus mendapat dukungan sehingga dapat terus berkembang dalam arena kompetisi pada tingkat lebih tinggi lagi. Termasuk juga publikasi agar semakin banyak khalayak pecinta ikan hias, terutama ikan cupang, mengetahui kualitas-kualitas prima ikan cupang karya peternak dan hobbyist Jogja.

Apalagi dengan keberadaan berbagai jenis ikan cupang ini, turut meramaikan produksi ikan hias Indonesia. Menurut informasi sejak tahun 2010, Indonesia selalu masuk ke dalam 5 (lima) negara pengekspor ikan hias terbesar. Tepatnya 10,5% dari total pasar ikan hias global pada tahun 2019 dengan nilai ekspor mencapai 33 juta Dolar AS.

Negara-negara sasaran ekspor mulai dari China, Amerika, Rusia, Kanada, dan Singapura. Nilai sebesar itu menunjukkan betapa besar nilai potensi ekonomi dalam bidang ini.

Semoga dengan semakin bergairahnya kompetisi lomba ikan cupang akan mendukung upaya pemerintah untuk senantiasa menggerakkan roda perekonomian, memberdayakan masyarakat, dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional, yang saat ini terpengaruh oleh adanya Pandemi Covid-19.

Saya harap agar panitia juga selalu disiplin menjaga Protokol Kesehatan, agar kita semua, baik peserta, panitia maupun pengunjung dapat menikmati event kejuaraan ini dengan aman, nyaman dan tenang, serta selalu melaksanakan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Semoga pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir, dan segala aktivitas masyarakat dapat pulih kembali, bangkit seperti sedia kala, dan semoga kedepan prestasi bagi segenap penggemar ikan cupang dapat lebih baik lagi yang bisa dicapai.

Dalam kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi yang luar biasa dari Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Pada acara tersebut ia berkesempatan memberikan piala walikota kepada pemenang lomba tersebut.

Add Comment