Jelajah Makam Raja di Kotagede

Kompleks makam ini dikelilingi tembok besar yang kokoh. Pintu Gapura memasuki kompleks makam ini masih memiliki ciri arsitektur budaya Hindu. (Foto: Adhikara Ridhar Vaherza)

Kotagede merupakan salah satu wilayah di Kota Yogyakarta yang masih lekat dengan warisan bersejarah. Salah satunya adalah makam raja-raja Mataram Islam yang terletak di kawasan bersejarah di selatan Kota Yogya. Terdapat dua kompleks makam raja-raja Mataram Islam, yakni di Imogiri dan Kotagede.

Dari kedua makam tersebut, makam raja di Kotagede-lah yang usianya lebih tua. Letak Makam Kotagede berada di lokasi awal Kerajaan Mataram Islam berdiri.

Letak Makam Kotagede berada di samping Masjid Gedhe Mataram yang dulunya merupakan kompleks dari keraton atau Istana Mataram Islam di Kotagede. Lokasi makam dan masjid tidak berubah sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Hingga saat ini Masjid Gedhe Mataram masih berfungsi sebagaimana masjid lainnya. Setiap waktu salat, terlebih salat Jumat, masjid ini selalu dipadati oleh jamaah.

Sementara makam raja di Kotagede juga menjadi destinasi wisata religi selain Masjid Gedhe Mataram hingga kini. Kompleks makam tidak sebesar Imogiri, tetapi banyak orang yang berziarah di sini.

Kompleks makam ini berada sekitar 100 meter dari pasar Kotagede, dikelilingi tembok besar yang kokoh. Pintu Gapura memasuki kompleks makam ini masih memiliki ciri arsitektur budaya Hindu.

Setiap gapura memiliki pintu kayu yang tebal dengan ukiran yang indah dan dijaga oleh sejumlah abdi dalem berbusana adat Jawa. Ada 3 gapura yang harus dilewati sebelum masuk ke bangunan makam.

Eksotisnya kawasan makam raja tidak akan membuat Anda bosan di sini. Fasilitas untuk para wisatawan pun cukup memadai, ada tempat parkir, toilet, dan bagi muslim yang ingin beribadah bisa datang langsung ke Masjid Kotagede.

Demikian juga dengan akses menuju ke sini cukup mudah, tetapi hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil. Sementara untuk transportasi umum, anda bisa menggunakan bus Trans Jogja, kemudian menggunakan transportasi online lalu menuju lokasi yang jaraknya sekitar 3,3 km

Di sini dikebumikan ayah Panembahan Senopati, yakni Ki Ageng Pemanangan. Sementara itu Raja Pajang, Joko Tingkir atau Sultan Hadi wijaya juga turut dimakamkan di Makam Raja Kotagede ini.

Jika raja-raja Yogyakarta dimakamkan di Makam Raja Imogiri, tidak dengan Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II). Ia dimakamkan di Makam Raja Kotagede.

Syarat untuk Berziarah

Bagi wisatawan yang ingin berziarah harus mengikuti beberapa peraturan. Peraturan berziarah di Makam Raja Kotagede ini hampir sama dengan makam Raja Imogiri seperti peziarah perempuan harus mengenakan kain jarik sebatas dada atau kemben sehingga terbuka di bagian bahu.

Wisatawan juga tidak boleh berkerudung. Aturan tersebut dinilai lebih ringan ketimbang aturan zaman dulu, kalau dulu semua perempuan yang masuk area makan harus menggunakan konde.

Sementara peziarah laki-laki harus memakai kain jarik dan atasan berupa baju peranakan. Kedua pakaian yang dikenakan peziarah perempuan dan laki-laki itu merupakan pakaian abdi dalem.

Para peziarah tak perlu repot membawa pakaian-pakaian yang disyaratkan itu dari rumah. Kantor sekretariat makam menyediakannya dan bisa disewa. Satu set pakaian peziarah disewakan seharga Rp 35 ribu.

Khusus menyewa pakaian untuk berfoto di kawasan di luar makam, cukup merogoh kocek Rp 25 ribu per set. Banyak juga anak muda yang datang bukan untuk berziarah, melainkan berwisata dan foto-foto.

Namun jika pengunjung ingin menghemat biaya, pengunjung juga bisa membawa berbagai syarat tadi dari rumah. Untuk pakaian abdi dalem boleh bergaya Surakarta atau Yogyakarta.

Selain itu seluruh peziarah harus melepas alas kaki nya pada saat memasuki area makan. Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi tempat ini sebaiknya datang pada hari Senin, Kamis, Jumat, dan Minggu, pasalnya hari-hari tersebut adalah hari dimana makam raja ini dibuka untuk umum adalah.