Karyono Alih Profesi dari Peternak Babi ke Pembuat Tahu di Kampung Sejahtera Sudagaran

Karyono, melalui program kampung sejahtera ia beralih profesi menjadi pembuat tahu. (Foto: Hanang Widiandhika)

Tegalrejo-Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta terus berkomitmen dalam hal pengentasan peternak babi di Kampung Sudagaran.

Mereka diminta untuk beralih ke profesi lain melalui program kampung sejahtera. Di kampung ini, terdapat 12 warga yang semula berprofesi sebagai peternak babi.

Salah satunya adalah Karyono, melalui program tersebut sekarang ia beralih profesi menjadi pembuat tahu. Ia menceritakan dahulu ia mulai beternak babi dari tahun 1980.

“Saya beternak babi dari tahun 1980 sampai tahun 2020, hingga sebelum saya beralih profesi menjadi pembuat tahu, saya mempunyai lebih dari 50 ekor babi,” jelas warga RW 11, RT 39 Ngaglik Sudagaran ini.

Dahulu, dalam dua minggu sekali, pihaknya mengirim babi ke wilayah Sleman dan Bantul. “Kadang pembeli datang ke rumah, namun terkadang saya yang mengantarkan kesana,” katanya.

Pahit dan Manis Kehidupan

Pahit dan manis pun ia rasakan selama menjadi peternak babi, terutama ketika munculnya virus African Swine Fever (ASF), atau Flu Babi Afrika, yang menyerang babi di sejumlah wilayah Indonesia.

“Pada saat itu ada penurunan permintaan pengiriman babi lantaran virus ASF. Dampaknya memang berpengaruh kepada peternak seperti kami. Namun untuk masalah apakah ada babi mati karena virus ASF di Jogja sendiri, kami belum melihat kasusnya,” ungkap dia.

Saat ditanya keberadaan puluhan ekor babi tersebut sekarang, ia mengungkapkan jika seluruh babi miliknya telah di jual.

“Bekas kandang babi ini akan kami rubah untuk pembuangan limbah tahu, kami akan buatkan septic tank untuk membuang limbah tahu ini, sehingga tidak mencemari lingkungan dan mengganggu tetangga sekitar,” jelasnya.

Dalam program kampung sejahtera tersebut, ia mendapat bantuan sebesar 83 juta, menurutnya bantuan tersebut sangat bermanfaat baginya mengingat untuk memulai usaha baru sangatlah tidak mudah.

“Semoga dengan bantuan ini kami dapat memulai dengan usaha kami yang baru, kami pun berharap agar Pemkot Yogya dan Baznas Kota Yogya terus melakukan pendampingan untuk kami,” jelas pria 62 tahun ini.