Keindahan Embung Nglanggeran

Keindahan embung Nglanggeran. (Foto: Juwardi)

Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah memiliki banyak keistimewaan, salah satunya objek wisata alam, seperti embung Nglanggeran. Embung Nglanggeran ini terletak di Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk menuju ke tempat ini, wisatawan bisa memilih jalur Jogja-Wonosari. Setelah melewati tanjakan berkelok Bukit Bintang, silahkan berbelok ke kiri menuju Desa Ngoro-oro.

Setelah berada di desa itu, silahkan terus mengikuti jalan tersebut. Namun yang perlu diperhatikan oleh wisatawan, akses menuju ke Embung Nglanggeran terbilang cukup rumit karena melintasi jalan desa.

Embung Nglanggeran merupakan waduk kecil tempat menampung air yang memiliki luas sekitar 0,34 hektar. Air embung ini digunakan untuk sarana pengairan di area perkebunan sekitar. Terletak sekitar 1,5 KM sebelah tenggara pintu masuk Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba.

Dibangun pada pertengahan 2012 silam, embung Nglanggeran mulai diresmikan pada tanggal 19 Februari 2013 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ini juga merupakan embung pertama di Yogyakarta.

Selain untuk pengairan, embung Nglanggeran juga dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Itu karena keindahan panorama yang dapat disaksikan dari embung berketinggian sekitar 495 meter di atas permukaan laut ini.

Mulai dari sisi utara, tersaji pemandangan barisan Gunung Api Purba. Tampak formasi batuan yang eksotis dengan latar depan embung Nglanggeran yang terlihat bagai kolam raksasa. Saat musim kemarau, debit air embung ini berkurang cukup drastis.

Sementara sisi selatan, hamparan Kabupaten Gunungkidul tampak membentang begitu luas. Terlihat pegunungan di ujung selatan yang memanjang bagai benteng raksasa. Memandang ke arah selatan rasanya seperti melihat hutan yang luas karena banyaknya pepohonan.

Sementara sisi barat menampilkan pemandangan matahari terbenam. Meski terdapat beberapa bukit, ufuk barat masih bisa disaksikan. Saat waktunya pas, matahari terbenam bisa disaksikan tanpa terhalang oleh bukit.

Waduk mini yang berada di ketinggian 495 mdpl ini menjadi primadona para pemburu senja dengan keindahan sunset yang ditawarkan. Selain itu, menjadi rujukan dan tempat belajar bagi Desa atau daerah yang ingin membangun Embung. Lokasi parkir di kawasan embung Nglanggeran juga sangat luas cocok digunakan untuk acara gathering atau temu komunitas, baik motor, mobil ataupun pecinta sepeda.

Embung Nglanggeran Usai Matahari Terbenam

Setelah momen matahari terbenam berlalu, keindahan embung Nglanggeran belumlah sirna. Pengunjung masih bisa menikmati sisa keindahan yang tersisa seiring dengan semakin gelapnya langit malam.

Momen ini biasanya dimanfaatkan oleh para fotografer untuk mendapatkan keindahan foto malam embung Nglanggeran.

Hal itu karena kondisi embung Nglanggeran usai matahari terbenam akan terlalu gelap jika dipotret menggunakan kamera smartphone. Penerangan di sekitar embung pun belum cukup untuk menerangi objek foto.

Dengan pengaturan yang pas, embung Nglanggeran akan tampak berdampingan dengan gemerlap lampu di kawasan pegunungan sekitarnya. Jika cuaca cerah, bintang di langit malam juga akan turut terlihat.

Waktu yang tepat untuk memotret saat petang di embung Nglanggeran adalah sekitar pukul 18.15 WIB. Itu karena langit belum terlalu gelap sehingga masih menyisakan sedikit warna biru dan oranye di cakrawala barat untuk menghias jepretan foto.

Protokol Covid-19

Tempat ini sudah dibuka namun dengan tahap uji coba terbatas sejak 24 Juli 2020 lalu. Wisatawan bisa berkunjung kesana dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun atau air mengalir.

Terdapat juga aturan pembatasan yang dilakukan pengelola desa wisata mulai dari kuota pengunjung serta waktu operasional.

Untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, pembayaran dapat dilakukan menggunakan non-tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Teknisnya, wisatawan cukup membayar dengan scan QR Code di loket. Kode ini sudah terintegrasi dengan seluruh aplikasi yang menerima pembayaran dengan QR Code.

Karena Embung Nglanggeran adalah hasil dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sekitar maka di objek wisata alam Embung Nglanggeran ini sudah tersedia cukup lengkap fasilitas. Beberapa diantaranya adanya tempat ibadah, kamar mandi, tempat santai/gazebo, warung makanan, penjual jajanan keliling, rumah pohon, serta lahan parkir yang luas, terdapat toilet, pendopo hingga warung.