Kembangkan Ekonomi Kerakyatan di Kawasan Menoreh

Bupati Kulon Progo, Sutedjo saat menerima audiensi dari Tim Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSTEK UGM) yang akan melakukan audiensi tentang rencana penelitian pengembangan ekonomi kerakyatan di kawasan Menoreh Kulon Progo. PEMKAB KULON PROGO

Wates-Dalam upaya mendukung gerakan ekonomi kerakyatan dan mendukung program Bedah Menoreh, tim Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSTEK UGM) melakukan audiensi tentang rencana penelitian pengembangan ekonomi kerakyatan di kawasan Menoreh Kulon Progo.

Audiensi diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo didampingi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta OPD terkait lingkup Pemkab Kulon Progo.

Tim Ahli Pusat Ekonomi Kerakyatan UGM, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, MA, mengatakan kegiatan yang akan dilakukan adalah melakukan penelitian pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Hal ini adalah salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi ekonomi rakyat di kawasan Menoreh Kulon Progo tanpa merusak kelestarian lingkungan.

“Kawasan Menoreh yang akan kami lakukan adalah pengembangan ekonomi, sementara ini berjumlah enam Kalurahan dengan rincian empat Kalurahan di Kalibawang dan dua Kalurahan di Samigaluh pada tahun 2021 ini akan dilakukan kegiatan-kegiatan kami yang tentunya membutuhkan partisipasi masyarakat”. ujar Catur.

Ia menyampaikan bahwa timnya mengharapkan adanya saran dan arahan terkait daerah yang akan diberdayakan. “Selama satu tahun ini, kami sudah melakukan penelitian dan identifikasi disana, untuk selanjutnya kami mohon izin dan arahan Pemkab Kulon Progo agar saling terjalin integrasi antar lembaga dan berkelanjutan,” tambahnya.

Mendapat Dukungan Positif

Pengembangan ekonomi di kawasan Menoreh Kulon Progo, yang akan dilakukan tim PUSTEK UGM ini mendapat dukungan dari Pemkab Kulon Progo.

“Kami sangat setuju dengan kajian penelitian terkait pengembangan kawasan Menoreh karena sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah. Ia mengharapkan untuk lokasi lebih diperluas lagi,” jelas Bupati Kulon Progo, Sutedjo

Pemkab Kulon Progo, lanjutnya akan terus mendukung dan ikut membantu agar kegiatan tersebut bisa segera diaplikasikan.

“Kalau bisa ya tidak hanya di enam Kalurahan saja, namun sekurang-kurangnya empat kapanewon,” tambahnya.

Diakhir acara, Sutedjo menjelaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut adalah wilayah konservasi, sehingga diharapkan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan ini untuk selalu memperhatikan dan harus tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan.