Lurah Tamanmartani: Pakai Masker itu Keren

Peresmian shelter Covid-19 di Kantor Kelurahan Tamanmartani, shelter ini untuk memberikan fasilitas isolasi bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala. PEMKAB SLEMAN

Memakai masker pada masa pandemi Covid-19 ini selain sangat bagus untuk mencegah penularan virus tersebut, juga dianggap perilaku yang keren. Karena memakai masker juga bisa sebagai mode. Hal tersebut disampaikan Lurah Taman Martani, Gandang Hardjanata, menurutnya memakai masker sudah menjadi kebutuhan yang wajib digunakan setiap hari di tengah mewabahnya Covid-19.

Ia pun terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warganya agar mereka disiplin menggunakan masker, sebab katanya, edukasi dan sosialisasi memakai masker masih sebatas pengetahuan.

“Yang paling penting internalisasi pengetahuan tersebut. Kalau sudah terjadi akan menjadi kebiasaan,” katanya.

Ia pun meminta warganya agar selalu saling mengingatkan bahwa memakai masker dapat memberikan perlindungan dari penularan Covid-19.

“Edukasi itu harus terus menerus sampai masyarakat merasa beruntung dan bermanfaat untuk melindungi dirinya dan orang lain, sampai di masyarakat kita muncul pandangan bahwa orang yang tidak pakai masker itulah yang tidak keren,” Gandang menekankan.

Pada kesempatan tersebut ia menjelaskan pada saat awal kasus Covid-19 masuk di Daerah Istimewa Yogyakarta, ia berinisiatif membagikan gerbang desinfektan untuk tiap dusun di Tamanmartani. “Pembagian gerbang desinfektan ini kami membagikan untuk tiap dusun dengan jumlah 20 buah,” jelasnya.

Dibalik pembagian gerbang desinfektan tersebut, katanya, masyarakat menjadi mempunyai rasa untuk mengamankan wilayahnya.

“Nilai yang diambil bukan terus disemprot terus bebas dari Covid-19, tapi dengan adanya gerbang desinfektan tersebut masyarakat bangkit untuk menjaga kawasan. Kebersamaan inilah yang penting, kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat, agar mereka merasa aman salah satunya adalah dengan gerbang desinfektan,” katanya.

Setelah itu ia membentuk posko Covid-19, posko ini untuk memantau setiap orang yang keluar dan masuk di tiap tiap dusun.

“Posko Covid-19 ini untuk memberikan akses keluar masuk bagi warga, baik itu warga dari luar dusun tersebut, karena pada waktu itu seluruh warga menutup akses masuk di wilayahnya,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya dengan adanya posko Covid-19 tersebut, seluruh warga baik yang keluar dan masuk bisa terdata.

“Jadi kita bisa pantau seluruh warga masyarakat melalui posko tersebut, jika ada warga yang sakit namun rumahnya tidak memungkinkan untuk tempat isolasi, kita sarankan melakukan isolasi di tempat isolasi yang telah disediakan di tiap desa,” katanya.

Sampai sekarang posko Covid-19 ini masih tetap berjalan dengan baik, warga pun juga mendapat bantuan dari relawan rescue, dan anggota Linmas.

“Relawan rescue ini rutin melakukan penyemprotan desinfektan, jadi jika ada laporan bahwa warga kami ada yang terkonfirmasi positif, maka rumahnya langsung di semprot oleh relawan rescue ini, untuk penjagaannya dilakukan oleh anggota Linmas,” katanya.

Untuk petugas Linmas, tambahnya, juga sering melakukan operasi simpatik, dalam operasi ini anggota linmas juga membagikan masker. “Jadi sekali operasi biasanya para anggota linmas membagikan sampai 5 dus masker untuk warga masyarakat,” katanya.

Sementara dari pihak Kelurahan membantu bahan makanan untuk seluruh anggota keluarga yang melakukan karantina di rumah mereka.

“Bahan makanan ini kami peruntukkan untuk korban dan seluruh anggota keluarganya, jadi meskipun di satu rumah yang terkonfirmasi positif hanya satu, tapi di rumah tersebut ada lima orang, kami siapkan bantuan tersebut untuk 5 orang” bebernya.

Ia mengungkapkan jika bantuan tersebut terdiri dari 3 kilo beras untuk satu orang, 1 kilo telur ayam, dan vitamin seperti vitamin C dan E. “Sementara untuk sayur-sayuran swadaya dari masyarakat sekitar, alhamdulillah setiap warga di Kalasan sudah berbudaya seperti itu” jelasnya.

Gandang Pun juga menggandeng Koperasi Tamanmartani yang dibantu oleh Yayasan Damandiri Jakarta untuk menyalurkan bantuan 500 paket sembako kepada 500 warga di 22 padukuhan di Kelurahan Tamanmartani yang terdampak Covid 19, setiap paket sembako senilai 100 ribu rupiah seperti Beras,minyak Goreng, dan gula pasir.

“Bantuan sosial ini tepat sasaran, karena daftar nama yang masuk dan dikirimkan kepada koperasi merupakan daftar nama dari Tim Penanggulangan Kemiskinan atau TPK yang ada di tiap-tiap pedukuhan,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya penyaluran bantuan paket Sembako kepada warga terdampak covid 19 dan warga kurang mampu ini bisa membantu mengurangi beban mereka meskipun hanya bernilai 100 ribu dan tidak bisa rutin setiap bulan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, warga yang mendapatkan paket sembako tersebut pembagiannya diatur perjam di setiap padukuhan yang sesuai prosedur protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan antrian.

Pembuatan Shelter Covid-19

Tak sampai disitu, ia juga membuat shelter Covid-19 di Kantor Kelurahannya, shelter ini untuk memberikan fasilitas isolasi bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala.

Gandang mengatakan bahwa Shelter Covid-19 tersebut disiapkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap proses isolasi atau karantina mandiri yang dilakukan di wilayah Tamanmartani.

“Dari hasil evaluasi, ternyata karantina mandiri atau isolasi di rumah masih memiliki potensi untuk adanya penularan dikarenakan kontrol yang kurang ketat, sehingga kami siapkan shelter Covid-19 ini,” katanya.

Ia mencontohkan, kontrol yang kurang ketat dari masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah ini, sering ditemukan masih melakukan kontak dengan keluarga dekat yang berada di sekitarnya. “Hal tersebut dapat menjadi potensi adanya penularan atau klaster keluarga,” katanya.

Ia mengatakan, shelter Covid-19 ini memiliki fasilitas tujuh kamar yang dilengkapi dengan kasur, kamar mandi, peralatan mandi dan kebutuhan sehari-hari.

“Shelter Covid-19 ini memanfaatkan bangunan yang sebelumnya dipakai oleh lembaga-lembaga seperti BKM, Bumdes dan BPD dengan fasilitas sementara yaitu tujuh kamar, dan dilengkapi internet gratis,” katanya.

Menurut dia, secara teknis masyarakat yang masuk dalam kategori OTG akan dipindah ke Shelter Covid-19 berdasarkan dari hasil pemantauan Satgas Covid-19 tingkat Padukuhan.

Menurutnya, saat ini Pemerintah terus berupaya melakukan langkah nyata agar dapat menekan penularan Covid-19 di Sleman.

Pelayanan Administrasi dengan Jemput Bola

Pada tahun 2021 ini, pihaknya juga membuat layanan administrasi dengan sistem jemput bola. Layanan tersebut adalah pelayanan kependudukan seperti pembuatan Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, perubahan akte, mutasi Penduduk. “Jadi warga tidak perlu datang ke Kantor Kelurahan dan layanan administrasi ini gratis,” jelasnya

Dengan adanya program tersebut diharapkan dapat memberikan kepuasan maupun kepercayaan kepada masyarakat karena ada perhatian dari Kalurahan.

Terkait Covid-19 yang juga belum berakhir pihaknya menghimbau kepada warga untuk tetap patuhi protokol kesehatan, yang harus dilaksanakan dan diterapkan terus menerus.

Add Comment