Membangun Kesadaran Pajak Lewat Citra Secarik Batik

Miftahudin Nur Ihsan pemilik Smart Batik Indonesia. (Foto: Hanang Widiandhika)

Wirobrajan-Berawal dari seringnya mendengarkan paparan tentang manfaat pajak bagi masyarakat, pria bernama lengkap Miftahudin Nur Ihsan tergerak untuk ikut membantu sosialisasi kesadaran pajak, namun uniknya sosialisasi yang dilakukannya adalah dalam bentuk sebuah batik.

“Saya menyadari bahwa ternyata pajak telah memberikan kontribusi besar, mulai dari beasiswa sekolah hingga fasilitas kesehatan yang telah saya terima,” jelasnya pemilik Smart Batik ini.

Ia mengungkapkan desain batik miliknya ini memberikan gambaran manfaat pajak di Indonesia, meliputi untuk pengembangan bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan sosial, fasilitas umum, pariwisata, keagamaan, keamanan, pertahanan, transfer daerah, lingkungan hidup, dan dana desa.

“Batik ini menggunakan konsep motif klasik sekar jagad yang menggambarkan keindahan dan kejayaan Indonesia setelah masyarakatnya sejahtera karena meningkatnya kesadaran dalam membayar pajak,” jelasnya.

Dengan batik ini, lanjutnya, diharapkan masyarakat menjadi semakin tahu bahwa pajak yang mereka bayarkan digunakan untuk pembangunan Indonesia.

“Dengan demikian kesadaran membayar pajak yang dimiliki masyarakat semakin tinggi,” katanya.

Selain itu, tambahnya, batik ini juga dapat digunakan untuk kegiatan sosialisasi misalnya dengan menjelaskan manfaat dari pajak melalui motif batik.

Menurutnya batik memiliki keunggulan sebagai media pendukung sosialisasi kesadaran pajak, diantaranya karena batik dapat diterima semua kalangan.

“Batik merupakan budaya asli Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. Saat ini batik telah menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Selain dapat diterima oleh semua kalangan di Indonesia, batik juga dapat digunakan baik ketika acara formal maupun nonformal,” jelasnya.

Batik Sebagai Media Sosialisasi

Pria 26 tahun ini mengungkapkan jika penggunaan batik sadar pajak sebagai salah satu media sosialisasi akan memberikan dampak positif untuk peningkatan kesadaran pajak masyarakat.

“Batik ini juga dapat digunakan untuk kegiatan sosialisasi misalnya dengan menjelaskan manfaat dari pajak melalui motif batik,” bebernya.

Dengan adanya peningkatan kesadaran pajak masyarakat, kata dia, khususnya para generasi muda, akan memberikan dampak positif untuk perkembangan Indonesia di masa mendatang. Sebab, generasi muda saat ini akan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Apabila mereka telah memiliki kesadaran pajak sejak dini, katanya, mereka akan secara sukarela menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk pajak, dan juga selama ini belum ada instansi yang menggunakan batik sebagai media sosialisasi program.

“Terobosan ini tentunya akan berdampak positif, khususnya untuk target anak muda yang biasanya menyukai hal-hal yang baru. Desain batik dapat dibuat semenarik mungkin, sehingga dapat diterima semua usia,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, mereka akan mengajak teman-temannya untuk ikut serta membangun Indonesia melalui pajak. Dengan adanya generasi-generasi seperti ini, kemungkinan di masa depan tidak perlu lagi ada tagline “Orang Bijak Taat Pajak” ataupun “Bangga Bayar Pajak”,” jelasnya.

Hal ini karena masyarakat sudah merasa bahwa pajak merupakan suatu kebutuhan, layaknya makan dan minum.

“Masyarakat akan secara sukarela bersama-sama mendukung pembangunan Indonesia dengan membayar pajak. Dengan demikian, pendapatan pajak pasti akan meningkat, sehingga pembangunan Indonesia dapat lebih optimal,” katanya.