Pakai Masker itu Keren

Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata. FB/GANDANG HARDJANATA

Memakai masker di masa pandemi ini, selain sangat bagus untuk mencegah penularan virus Covid-19, mulai dianggap sebagai perilaku yang keren. Alasannya, masker berubah menjadi tren mode yang menambah kenyamanan para pemakainya. Di samping itu, menjadi cara untuk mengajak masyarakat luas agar patuh pada protokol kesehatan, yaitu dengan memakai masker.

Menurut Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata, memakai masker sudah menjadi kebutuhan yang wajib digunakan setiap hari di tengah mewabahnya Covid-19. Ia pun terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya disiplin memakai masker, sebab katanya, edukasi dan sosialisasi tersebut masih sebatas pengetahuan.

“Yang paling penting internalisasi pengetahuan itu. Kalau sudah dilakukan, pasti akan menjadi kebiasaan,” tukasnya.

Ia pun meminta warganya agar senantiasa saling mengingatkan bahwa memakai masker dapat memberikan perlindungan dari penularan Covid-19.

“Edukasi itu harus diupayakan terus-menerus, sampai masyarakat merasa beruntung dan bermanfaat untuk melindungi dirinya dan orang lain, sampai masyarakat kita muncul pandangan bahwa orang yang tidak pakai masker itulah yang tidak keren,” Gandang menekankan.

Ia juga menjelaskan, pada saat awal kasus Covid-19 muncul di Daerah Istimewa Yogyakarta, ia berinisiatif untuk membagikan gerbang disinfektan ke tiap dusun di Tamanmartani.

“Gerbang disinfektan ini kami tujukan untuk tiap dusun dengan jumlah dua puluh buah,” jelasnya.

Di balik pembagian gerbang disinfektan tersebut, menurutnya, masyarakat menjadi punya rasa tanggung jawab untuk mengamankan wilayahnya.

“Nilai yang diambil itu, bukan disemprot disinfektan terus bebas dari Covid-19, tapi dengan adanya gerbang disinfektan, masyarakat bisa bangkit untuk menjaga kawasan. Kebersamaan inilah yang penting. Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka merasa aman, salah satunya adalah dengan gerbang disinfektan,” tutur Gandang.

Setelah adanya upaya tersebut, Gandang kemudian membentuk posko Covid-19. Posko ini bertujuan untuk memantau setiap orang yang keluar dan masuk dusun di Tamanmartani.

“Posko Covid-19 ini untuk memberikan akses keluar masuk bagi warga, baik itu warga dalam maupun dari luar dusun tersebut, karena pada waktu itu seluruh warga menutup akses masuk ke wilayahnya,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan adanya posko Covid-19, seluruh warga yang keluar dan masuk bisa terdata.

“Jadi, kita bisa pantau seluruh warga masyarakat melalui posko tersebut. Jika ada warga yang sakit, namun rumahnya tidak memungkinkan untuk tempat isolasi, kita sarankan melakukan isolasi di tempat isolasi yang telah disediakan di tiap desa,” terangnya.

Sampai saat ini, posko Covid-19 tersebut masih tetap berjalan dengan baik, bahkan warga mendapat bantuan dari relawan rescue dan anggota Linmas.

“Relawan rescue ini rutin melakukan penyemprotan disinfektan, jadi jika ada laporan bahwa warga kami ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 maka rumahnya langsung disemprot oleh relawan rescue, sedangkan untuk penjagaannya dilakukan oleh anggota Linmas,” katanya.

Menurut Gandang, petugas Linmas juga sering melakukan operasi simpatik. Dalam operasi ini, anggota Linmas membagi-bagikan masker kepada masyarakat. “Jadi, dalam sekali operasi, biasanya anggota Linmas membagi-bagikan masker sampai habis lima dus,” ungkapnya.

Sementara itu, dari pihak kalurahan membantu bahan makanan untuk seluruh anggota keluarga yang melakukan karantina di rumah mereka.

“Bahan makanan ini kami peruntukkan untuk korban dan seluruh anggota keluarganya. Jadi, meskipun di satu rumah yang terkonfirmasi positif hanya satu, tapi di rumah tersebut ada lima orang, kami siapkan bantuan tersebut untuk lima orang,” terangnya.

Lurah Tamanmartani itu juga mengungkapkan, jika bantuan tersebut terdiri dari tiga kilo beras untuk satu orang, satu kilo telur ayam, dan vitamin seperti vitamin C dan E.

“Sementara untuk sayur-sayuran, swadaya dari masyarakat sekitar, alhamdulillah setiap warga di Kalasan sudah berbudaya seperti itu,” jelasnya.

Gandang juga menggandeng Koperasi Tamanmartani yang dibantu oleh Yayasan Damandiri Jakarta untuk menyalurkan bantuan 500 paket sembako kepada 500 warga di 22 padukuhan di Kalurahan Tamanmartani yang terdampak Covid-19. Setiap paket sembako bernilai seratus ribu rupiah, terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir.

“Bantuan sosial ini tepat sasaran, karena daftar nama yang masuk dan dikirimkan kepada koperasi merupakan daftar nama dari Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) yang ada di tiap-tiap padukuhan,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak Covid-19 dan warga kurang mampu ini, bisa membantu mengurangi beban mereka, meskipun hanya bernilai seratus ribu dan tidak bisa rutin setiap bulan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pembagian paket sembako kepada warga di setiap padukuhan diatur waktunya sedemikian rupa, serta dilaksanakan sesuai dengan prosedur protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan antrean.

Pembuatan Shelter Covid-19

Berbagai upaya dilakukan guna mempercepat penanganan Covid-19. Selain sosialisasi dan penyaluran bantuan, Lurah Gandang Hardjanata juga membuat shelter Covid-19 di kantor kalurahannya.

Shelter bertujuan untuk memberikan fasilitas isolasi bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau dikenal dengan istilah Orang Tanpa Gejala (OTG). Secara teknis, masyarakat yang masuk dalam kategori OTG akan dipindahkan ke shelter Covid-19 oleh Satgas Covid-19 tingkat padukuhan.

Gandang mengatakan bahwa shelter Covid-19 tersebut dipersiapkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap proses isolasi atau karantina mandiri yang dilakukan di wilayah Tamanmartani.

“Dari hasil evaluasi, ternyata karantina mandiri atau isolasi di rumah masih berpotensi menyebabkan penularan virus dikarenakan kontrol yang kurang ketat, sehingga kami siapkan shelter Covid-19 ini,” katanya.

Ia mencontohkan, akibat kontrol yang kurang ketat terhadap masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah, salah satunya adalah masih sering ditemukannya kontak dengan keluarga dekat yang berada di sekitarnya. “Hal tersebut justru dapat berpotensi menyebabkan penularan virus atau klaster keluarga,” jelasnya.

Gandang mengatakan, shelter Covid-19 yang dipersiapkan memiliki fasilitas tujuh kamar yang dilengkapi dengan kasur, kamar mandi, peralatan mandi, dan kebutuhan sehari-hari.

“Shelter Covid-19 ini memanfaatkan bangunan yang sebelumnya dipakai oleh lembaga-lembaga seperti Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), BUMDes, dan BPD, dengan fasilitas sementara yaitu tujuh kamar dengan dilengkapi internet gratis,” paparnya.

Pelayanan Administrasi dengan Jemput Bola

Pemerintah Kalurahan Tamanmartani membuat layanan administrasi kependudukan dengan sistem jemput bola. Pelayanan tersebut mencakup pembuatan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, perubahan akta, dan mutasi penduduk. “Jadi, warga tidak perlu datang ke Kantor Kalurahan. Walau begitu, layanan administrasi ini kami berikan secara gratis,” jelas Gandang Hardjanata.

Dengan adanya program tersebut, diharapkan dapat memberikan kepuasan terhadap masyarakat karena mendapat perhatian serta kemudahan dari pemerintah kalurahan.

Sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, Gandang mengungkapkan, pihaknya terus mengimbau warga untuk tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan.