Peluncuran Gerakan Gayeng Regeng Blonjo Bareng

Bupati Kulon Progo Sutedjo saat melepas armada truk pengangkut barang produk pertanian dan UMKM Kulon Progo di Halaman Kompleks Pemkab Kulon Progo. (Foto: Pemkab Kulon Progo)

Wates-Bupati Kulon Progo Sutedjo secara simbolis melepas armada truk pengangkut barang produk pertanian dan UMKM Kulon Progo di Halaman Kompleks Pemkab Kulon Progo, Gerakan Gayeng Regeng Blonjo Bareng (GRBB) ini diprakarsai oleh Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (BAKOR PKP).

Nantinya produk pertanian dan UMKM Kulon Progo tersebut akan didistribusikan kepada perantau Kulon Progo, ke sejumlah wilayah di Jabodetabek. GRBB ini, selain bermanfaat dalam bidang sosial, nantinya juga akan bermanfaat di bidang ekonomi, terutama untuk menyejahterakan masyarakat Kulon Progo melalui pemasaran produk-produk lokal Kulon Progo.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, nilai kebersamaan, kemitraan, gotong royong, sosial, dan kepedulian masyarakat Kulon Progo dapat terus terjaga. Kegiatan yang dilaunching ini diharapkan akan terus bisa berlangsung secara rutin, oleh karena itu ketersediaan produk-produk lokal yang terstandar dan berkualitas harus terjamin,” katanya.

Menurutnya OPD terkait juga dapat menjamin orisinalitas produk Kulon Progo yang memang berasal dari masyarakat Kulon Progo sendiri. Penyediaan produk harus betul-betul produksi lokal masyarakat Kulon Progo seperti Kelompok Tani, KWT, Kelompok Pengrajin, Kelompok Ternak, Budidaya, BumDes, dan lain sebagainya.

“Hal ini sesuai dengan komitmen Pemkab Kulon Progo dalam memberdayakan kelompok masyarakat Kulon Progo sehingga memberi peluang usaha untuk masyarakat Kulon Progo, dan Saya terus mendorong setiap Kapanewon di Kulon Progo yang ada sentra pengembangan dan pengelolaan produk untuk dapat bergabung dengan program ini,” jelasnya.

Bantu Peningkatan Penjualan Produk

Sementara itu, Sekretaris Umum Bakor PKP, Agus Triantara mengatakan, Gerakan belanja bareng diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan produk-produk Kulon Progo sekaligus bertujuan meningkatkan perekonomian sekaligus mensejahterakan pelaku usaha, karena pada masa Pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha yang mengalami penurunan pendapatan.

“Gerakan ini membantu pemasaran produk Kulon Progo dan berupaya melakukan branding seperti gula jawa khas Kulon Progo dengan nama Super Menoreh Kokap, Kalibawang, Samigaluh, Lendah dan Girimulyo, di lain sisi gerakan ini, mengobati rasa rindu para perantau pada berbagai produk Kulon Progo,” ujarnya.

Agus menambahkan, para perantau Kulon Progo bisa berbelanja melalui aplikasi website blonjobareng.com. perantau dapat membeli produk Kulon Progo minimal Rp300 ribu dengan ongkos kirim 10 persen.