Sumbangsih Warga Persyarikatan Muhammadiyah Kuatkan Layanan RS PKU Muhammadiyah Gamping

Meski baru menduduki Rumah Sakit (RS) dengan kelas tipe c, pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Gamping terbilang cukup lengkap. (Foto: Humas RS PKU Muhammadiyah Gamping )

Meski baru menduduki Rumah Sakit (RS) dengan kelas tipe c, pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Gamping terbilang cukup lengkap, RS ini berkapasitas 115 tempat tidur, tak sampai disitu, RS PKU Muhammadiyah Gamping juga menjadi salah satu RS rujukan Covid-19.

Direktur Utama (Dirut) RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahmad Faesol mengatakan pada awal merebaknya kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) RS ini langsung membuka layanan skrining Covid-19.

“Jadi setiap orang atau pasien yang masuk ke RS PKU Muhammadiyah akan dilakukan skrining terlebih dahulu,” jelasnya.

Ahmad Faesol menceritakan jika RS PKU Muhammadiyah Gamping mendapat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada bulan April 2020, tahap awal yang mereka lakukan adalah merombak ruangan yang nantinya akan digunakan untuk ruang isolasi, saat itu kami memanfaatkan ruang isolasi yang ada di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Ruang tersebut kami modifikasi, kami buat ruangan tersebut mempunyai tekanan negatif. Seiring waktu, pasien Covid-19 yang kami terima sangat banyak, akhirnya kami menambah ruang isolasi dengan menggeser ruang hemodialisa, jadi total ruang yang digunakan untuk isolasi pada saat itu ada 30 tempat tidur dengan ruangan yang bertekanan negatif, dan tidak sampai 2 minggu 30 tempat tidur yang digunakan untuk keperluan isolasi penuh” katanya.

Ia mengatakan pada bulan Desember 2020 jumlah ruang isolasi yang dimiliki RS PKU Muhammadiyah Gamping mencapai 48 kamar. “Kami akan terus menambah jumlah ruang Isolasi, bahkan kami juga telah memiliki Satgas penanggulangan Covid-19” jelasnya.” katanya.

Pihaknya membeberkan jika RS PKU Muhammadiyah Gamping secara rutin mengadakan skrining bagi tenaga kesehatan sebagai bentuk mitigasi dan menjalankan protokol selama pandemi. Tujuan dari skrining adalah untuk melindungi pasien, pengunjung, dan keluarga besar RS PKU Muhammadiyah Gamping.

“Untuk menjaga keselamatan pasien, RS PKU Muhammadiyah Gamping telah mengetatkan protokol kesehatan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah, termasuk melakukan general cleaning dan dekontaminasi rutin di seluruh area RS sebagai upaya pemutusan mata rantai penularan,” katanya.

Selain itu, RS PKU Muhammadiyah Gamping juga menggelar skill drill secara berkala, kegiatan tersebut untuk seluruh pegawai guna melakukan penanganan Covid-19. Dalam kegiatan tersebut terbagi dalam dua skenario penanganan.

Skenario pertama, pasien yang masuk melalui pintu lobby utama, namun, tidak terdeteksi oleh petugas RS, bahkan pasien melakukan pendaftaran dan masuk poli kebidanan.

“Setelah dilakukan skrining oleh petugas ternyata terdeteksi ada gejala yang mengarah ke Covid 19 dan langsung dipindahkan ke ruang isolasi IGD. Kemudian, pasien dilakukan penanganan lebih lanjut. Hasilnya pasien ini dinyatakan Orang Dalam Pengawasan (ODP),” katanya.

Skenario kedua adalah ketika ada seorang pasien yang melakukan rawat jalan dalam kondisi hamil masuk melalui IGD dan diketahui ada gejala, kemudian dilakukan tindakan termasuk foto rontgen. Setelah dibawa ke ruang isolasi IGD, petugas yang mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap akan memberi pengertian pada pasien yang statusnya dinyatakan PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Ia mengatakan, kegiatan skill drill ini sekaligus untuk mengetahui kesiapsiagaan, keterampilan dan profesionalisme petugas RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam menangani kasus Covid-19.

“Kita punya SOP (standar operasional prosedur) dan ingin membuktikannya apakah SOP tersebut sudah sesuai atau tidak. Tentunya dengan ini kami berharap para petugas rumah sakit betul-betul siap dalam menghadapi kasus Covid-19 ini,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut berjalan lancar, dan sesuai SOP. Untuk mengantisipasi pasien Covid-19.

Ia menambahkan jika kegiatan skill drill penanganan Covid-19 akan terus dilakukan secara berkala dengan unit dan skenario kasus yang berbeda.

“Sehingga, petugas kami semakin terlatih, dan tidak terjadi kecolongan mengingat resikonya begitu besar. Lengah sedikit akan banyak orang yang terpapar jika betul-betul kejadian,” katanya.

Kiprah RS PKU Muhammadiyah Gamping selama 12 tahun dalam meningkatkan derajat kesehatan warga tanpa membedakan suku, agama, ras, yang didasarkan pada spirit Al Maun ini sangat patut mendapatkan apresiasi.

Muhammadiyah Terus Memberikan Layanan dalam Penanganan Covid-19

Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) sejak mula pasien Covid-19 pertama diumumkan pemerintah tanggal 2 Maret 2020 silam hingga kini terus memberikan layanan dalam penanganan Covid-19 melalui 82 Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA).

Sampai tanggal 10 November 2020 ada 4.560 pasien terkonfirmasi positif yang dirawat, 4.188 dalam orang berstatus suspek dan 853 orang probable.

Sementara dana yang sudah digelontorkan dalam penanganan Covid-19 ini berjumlah Rp. 307.478.807.989 dengan penerima manfaat berjumlah 28.008.788 jiwa. Dana sebesar itu diluar biaya perawatan para pasien di seluruh RSMA.

MCCC PP Muhammadiyah juga sudah mendistribusikan 500 ribu masker non medis pakai ulang sumbangan dari BUMN Singapura, Temasek.

Berbagai program juga dijalankan oleh MCCC PP Muhammadiyah didukung dan bekerja sama dengan pemerintah Republik Indonesia, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), Unicef, USAID, perusahaan swasta nasional, perguruan tinggi serta donatur perorangan.

Di internal, gerak langkah MCCC didukung sepenuhnya oleh Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) sebagai pendukung pendanaan utama dan didukung oleh puluhan ribu relawan Muhammadiyah di seluruh tanah air guna menjalankan program-program penanggulangan Covid-19.

Vaksinasi Untuk Atasi Pandemi

Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi bagian kesehatan Agus Taufiqurrahman berharap dengan ditemukannya vaksin maka pandemi Covid-19 segera teratasi dengan baik. Bagi Agus, kabar mengenai perkembangan vaksin membuat lega karena kebutuhan vaksin yang sangat mendesak bagi Indonesia yang mengalami angka penularan Covid-19 terbesar di wilayah ASEAN.

Namun, Agus juga mengaku khawatir dengan perkembangan mutasi terbaru virus Covid-19 di Inggris yang jika kejadian serupa terjadi di Indonesia, maka vaksin akan tidak berguna

Sementara itu Ketua MCCC Agus Syamsudin meminta agar MCCC turut aktif memberikan pengertian yang benar tentang vaksin karena menurutnya pemberitaan lebih banyak menimbulkan kesalahpahaman bagi orang awam sehingga perlu untuk dibetulkan narasinya.

“Vaksin itu game changer, maka kami mendukung vaksinasi ini. Para ahli semuanya sangat berhati-hati, punya integritas terkait dengan vaksin ini,” jelasnya.

Meski vaksinasi pencegahan Covid-19 tengah disiapkan oleh Pemerintah, tetapi tidak semua dapat tercover oleh vaksinasi. Oleh karena itu, Muhammadiyah tetap fokus pada pencegahan Covid-19 dan terus melakukan swasembada masker sebagai langkah antisipasi panjangnya wabah Covid-19 dengan banyaknya kebutuhan masker.

Ia pun menghimbau masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan karena wabah Covid-19 ini belum berakhir.