Tupoksi Sosial Ekonomi, PDAM Sleman Berperan Vital Selama Pandemi

Kantor Pusat PDAM Sleman. PDAM SLEMAN

Selama pandemi Covid-19, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman tetap memberikan pelayanan secara optimal disertai dengan regulasi yang diciptakan untuk pengamanan pengelolaan air minum di era new normal.

Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman, Dwi Nurwata mengatakan, sejauh ini kualitas air minum yang dikelola telah dijamin keamanannya, sebab telah memenuhi standar kesehatan yang diterapkan oleh Kementerian Kesehatan. Namun, lanjutnya, syarat pengamanan air minum harus diperkuat lagi dengan protokol pencegahan Covid-19.

“Untuk itu, kami akan menyusun Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) di era pandemi Covid-19. RPAM disusun untuk mengidentifikasi beberapa hal, di antaranya terkait semua bahaya yang akan diakibatkan pasokan air yang terpapar Covid-19, dan tingkat risiko terkait dengan masing-masing bahaya tersebut,” tuturnya.

Dwi menjelaskan, RPAM sebagai payung program bertujuan untuk mencegah kontaminasi Covid-19 pada sumber air, serta untuk menjaga kualitas air selama penyimpanan di reservoir, pipa distribusi, hingga ke tangan konsumen.

“RPAM kami susun dari hulu ke hilir demi masyarakat, baik kualitas produksi airnya maupun pelayanannya, karena pengamanan air minum memang sangat vital,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa inti dari pelaksanaan RPAM terletak pada komitmen bersama semua pihak, termasuk masyarakat, untuk mencegah sumber air baku dari paparan Covid-19. Dengan demikian, produksi air PDAM tetap sehat dan berkualitas untuk dikonsumsi.

Pada bulan April hingga bulan Mei 2020, PDAM Tirta Sembada Sleman memberikan potongan tagihan atau diskon sebesar 50 persen terhadap golongan pelanggan dengan kriteria A1 sebanyak 6.845 unit dari total pelanggan sebanyak 37.300 unit.

Dwi menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 peningkatan penggunaan debit air juga terjadi. Hal ini, lanjutnya, seiring kampanye pemerintah yang mengharuskan warga masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Peningkatan penggunaan air juga terjadi karena kampanye PHBS yang mengharuskan masyarakat rajin cuci tangan, walaupun peningkatan tidak terlalu signifikan antara lima sampai tujuh persen. Di masa pandemi Covid-19, peran air bersih sungguh sangat vital,” ungkapnya.

Pihaknya mengatakan jika PDAM Tirta Sembada Sleman juga membuat hidran umum di Pasar Sleman agar masyarakat di pasar bisa menggunakannya untuk mencuci tangan. Upaya tersebut dilakukan demi mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sleman.

PDAM Tirta Sembada Sleman juga telah memberlakukan sistem pembayaran online mulai April 2020 guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Dalam pelaksanaannya, PDAM menjalin kerja sama dengan beberapa bank, aplikasi online, toko jejaring, serta kantor pos. Pelanggan dapat melakukan pembayaran tagihan di tempat tersebut.

Sementara untuk mengatasi persoalan kekeringan atau kekurangan air bersih yang terjadi di beberapa wilayah seperti di Prambanan, PDAM pun memperluas layanannya dengan mengoptimalkan jaringan air bersih ke titik-titik kekeringan.

“Masyarakat Prambanan saat ini sudah tidak perlu melakukan dropping air. Dropping air dengan tangki sudah tidak ada lagi di sana,” katanya.

Dwi menambahkan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Yogyakarta, Sleman, Bantu (Kartamantul) juga akan terus dimaksimalkan untuk kebutuhan masyarakat Sleman.

Program Corporate Social Responsibility

Berbagai kegiatan sosial juga kerap dilakukan oleh jajaran PDAM Tirta Sembada Sleman. Pada bulan November 2020, mereka menyerahkan berbagai bantuan bagi para relawan Covid-19 di wilayah Kabupaten Sleman.

“Bantuan diperuntukkan bagi sekitar 1.300-an orang relawan Covid-19. Hal ini dilakukan setelah melihat keadaan di lapangan bahwa keberadaan para relawan Covid-19 ternyata sebagian besar tidak memiliki jaminan kesehatan,” terang Dwi.

PDAM juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman untuk membantu pemberian disinfektan bagi 1.112 dusun yang tersebar di wilayah Sleman. Di samping itu, PDAM juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada warga masyarakat, serta Alat Pelindung Diri (APD) bagi instansi kesehatan.

PDAM Tirta Sembada pun memberikan bantuan bagi warga tenaga kerja yang rentan. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu wujud keseriusan PDAM dalam mengantisipasi risiko-risiko yang dialami tenaga kerja.

“Jadi, kami bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu tenaga yang rentan. Mereka kami daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Pada tahun 2020, kami telah membantu tenaga kerja rentan sebanyak 2.500 orang,” ungkap Dwi.

Objek kerja sama ini adalah optimalisasi kepesertaan dan layanan jaminan sosial, meliputi sosialisasi kepesertaan, pembinaan kepada pemberi kerja kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, serta akses data dan informasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Tak sampai di situ, PDAM Tirta Sembada juga membantu sekolah ramah anak dan panti asuhan.

“Yang terbaru ini, pada bulan 19 Maret 2021, kami membantu ratusan guru PAUD di Kemantren Minggir, dan semoga ke depannya kita bisa membantu para guru PAUD di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Dwi menegaskan jika pihaknya beserta jajarannya terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan bagi warga masyarakat Sleman. Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya berbagai prestasi tingkat nasional.

Pada tahun 2019, PDAM Sleman berhasil meraih Penghargaan TOP BUMD Award 2019 dan Best Winner Indonesia Excellent Quality Award 2019 untuk kategori The Most Trusted and Reliable PDAM in Service Excellent of The Year 2019. Prestasi yang diraih tersebut diharapkan menjadi modal bagi jajaran direksi untuk terus mengembangkan bisnis PDAM.

Tak lupa, demi menjaga kesehatan bersama, Direktur PDAM Tirta Sembada mengimbau seluruh masyarakat Sleman untuk senantiasa menerapkan gerakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.