Banguntapan Maju Tingkat Provinsi Lomba Pertanian

Tim Verifikasi dari UPTD BPSDMP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Kapanewon Banguntapan)

Beberapa waktu lalu Tim Verifikasi dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (UPTD BPSDMP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengunjungi rumah Heni Sulistyo 37 Tahun di Pedukuhan Mertosanan Wetan, Potorono, Banguntapan, Bantul.

Kunjungan ini dalam rangka verifikasi lapangan penilaian penghargaan pertanian tingkat provinsi DIY Tahun 2021 kategori sebagai petani berprestasi, setelah sebelum nya pada hari Senin (12/4/2021) lalu bertempat di Kantor Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul dilakukan penilaian wawancara melalui zoom meeting dengan di dampingi oleh PPL Pendamping dari BPP Kapanewon Banguntapan dan Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo Mertosanan Wetan.

Acara verifikasi lapangan dimulai pukul 09.00 WIB, sebelumnya, Heni Sulistyo adalah seorang petani dari Kelompok Tani Margo Mulyo yang mampu memanfaatkan teknologi pertanian yaitu mesin tanam padi (Rice Transplanter) bantuan dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul pada tahun 2016.

Selain itu, Heni juga melaksanakan pembibitan padi menggunakan dapog/tray (papan persemaian pembibitan) sebagai syarat pada saat akan menanam menggunakan mesin, karena memerlukan bibit khusus yang cara persemaian berbeda dengan persemaian yang biasa dilakukan saat ini(konvensional).

Lalu pada tahun 2020, Heni ditunjuk untuk mewakili Kapanewon Banguntapan dalam penghargaan petani berprestasi tingkat kabupaten dan mendapatkan peringkat kedua. Kemudian pada tahun 2021, Heni mendapat kesempatan untuk mewakili Kabupaten Bantul dalam Penghargaan Petani Berprestasi Tingkat Provinsi DIY.

Semoga prestasi Heni ini dapat ditiru oleh para petani muda khususnya dalam pertanian modern. Tentu saja karena peran petani muda milenial di bidang pertanian penting sekali, karena mereka dianggap memiliki jiwa yang adaptif dalam pemahaman modernisasi teknologi.

Dalam era modern seperti saat ini, petani pun dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologi yang semakin canggih seperti halnya mesin penanam padi dan juga memanfaatkan teknologi sebagai media promosi pertanian.

Oleh karena itu, penting kiranya kaum muda milenial turut aktif dalam dunia pertanian untuk memaksimalkan kegiatan pertanian dengan teknologi seperti saat ini.

Memutus Penularan Covid-19 di Banguntapan

Dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kapanewon Banguntapan terus melakukan pemantauan di berbagai tempat. Pemantauan ini salah satunya adalah mengecek pelaksanaan protokol kesehatan.

Kegiatan rutin ini juga melibatkan Satgas Covid-19 tingkat Kalurahan, bahkan melibatkan pengurus RT, dan RW. Beberapa waktu lalu juga dilakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan di pondok pesantren Al Miraj yang berada di wilayah Kelurahan Wirokerten.

Selain untuk mengecek pelaksanaan protokol kesehatan, pemantauan ini juga untuk merekatkan silaturahmi pengurus ponpes dengan masyarakat dalam mencegah radikalisme. Visi misi Pondok Pesantren Al Miraj adalah mencetak generasi muda yang memahami dan hafal Al quran.

Terkait pelaksanaan protokol kesehatan, mereka telah melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan hingga mengatur jarak.

Di pondok pesantren tersebut, para santri telah dilatih untuk menghafal dan memahami isi dari Al Quran. Diharapkan nanti akan menghasilkan lulusan yang hafal dan bisa mengamalkan ajaran di tengah masyarakat agar membawa keberkahan.

Data terakhir yakni pada tanggal 25 April 2021 di Kapanewon Banguntapan terjadi penambahan positif sebanyak 77 orang, menjadi total positif sebanyak 1.890 orang. Kasus yang masih positip naik menjadi 149 orang, dan terjadi penambahan sebanyak 11 kasus dimana periode sebelumnya sebanyak 130 kasus.