Sentra IKM Unggulan di Setiap Wilayah Kota Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta menargetkan penetapan sentra industri kecil menengah (IKM) unggulan di tiap wilayah di kota ini dapat dilakukan pada akhir 2021.

Penetapan sentra IKM unggulan tidak boleh dilakukan gegabah harus benar-benar dicermati dan dipastikan bahwa industri tersebut akan mampu berkembang dan menjadi unggulan di wilayah tersebut.

Salah satu langkah yang kini dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta adalah meninjau dan memberikan penyuluhan serta edukasi di masing-masing wilayah yang menjadi calon sentra industri kecil menengah (IKM) unggulan. Jangan sampai saat sudah ditetapkan sebagai sentra IKM unggulan, ternyata tidak mampu berkembang dengan baik.

Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta sudah memetakan sebanyak 29 sentra IKM unggulan di Kota Yogyakarta. Antara lain sentra industri makanan berupa sentra tahu di Kemantren Mantrijeron dan sentra bakpia di Kemantren Ngampilan.

Selain itu, ada pula sentra industri farmasi atau obat tradisional yaitu jamu tradisional di Kelurahan Kricak dan Kelurahan Rejowinangun. Sedang sentra industri tekstil berada di Kelurahan Tahunan dengan produk unggulan batik jumputan dan pakaian jadi berupa industri blankon di Kelurahan Patangpuluhan serta sentra kerajinan kulit dan alas kaki di Kelurahan Keparakan dan sentra aluminium di Kelurahan Sorosutan.

Penetapan sentra IKM unggulan di tiap wilayah tersebut akan menjadi lampiran dari Rencana Pengembangan Industri Kota (RPIK). RPIK ini akan diajukan sebagai perda melalui prolegda pada 2022. Naskah akademiknya sudah siap tinggal melakukan diskusi dan kajian-kajian. RPIK akan menjadi acuan dan payung hukum pembangunan industri kecil menengah di Kota Yogyakarta.

BPUM Tahap Kedua Dibuka

Pendaftaran tahap kedua untuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) telah dibuka. Para pelaku UKM di Kota di Kota Yogyakarta terus didorong agar segera mendaftarkan dirinya melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS).

Ada 1.606 pelaku usaha yang mendaftar di tahap pertama lalu. Dari jumlah itu, 850 telah terverifikasi dan sisanya masih dalam proses. Terdapat sekitar 21 ribu pelaku UKM di Kota Yogyakarta yang berstatus warga setempat. Pada 2020 silam, dari 15 ribu pendaftar, hanya 4.133 saja yang akhirnya menerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Pelaku UKM yang tahun kemarin sudah mendaftar namun urung menerima pencairan tetap diperkenankan mengajukan permohonannya kembali, sehingga, peluang bagi mereka, masih terbuka lebar.

Jumlah yang bakal diterima masih sama dengan tahun kemarin, Rp1,2 juta. Itu bisa dimanfaatkan para pelaku usaha untuk tambahan modalnya. Pendaftaran juga kembali dilaksanakan secara daring melalui aplikasi terpadu JSS.

Setelahnya, berkas pendaftaran tinggal dicetak dan diserahkan pada kelurahan domisili masing-masing. Bukti pendaftaran dan kelengkapan berkasnya diserahkan kelurahan domisilinya paling lambat 31 Mei mendatang..

Bagi pelaku UKM yang sudah menerima bantuan pada 2020 silam, masih memiliki peluang untuk mendapatkannya kembali.Asalkan, dirinya masih memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.