Upaya Pemdes Sriharjo dalam Selamatkan Ekonomi Warga di Tengah Pandemi

Mahasiswa UMY telah selesai melaksanakan program KKN di Desa Sriharjo. (Foto: Humas UMY)

Pemerintah Desa Sriharjo terus menggandeng berbagai pihak untuk terus meningkatkan pendapatan bagi warga masyarakatnya, salah satunya menggandeng pihak kampus melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kali ini giliran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberi opsi bagaimana di situasi pandemi Covid-19 ini mahasiswa tetap dapat membantu serta memberikan dedikasi mereka kepada masyarakat.

Para mahasiswa UMY ini melaksanakan program KKN nya selama sebulan, mereka KKN di PKK Padukuhan Jadan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sri Rejeki.

Dalam programnya, mereka menitikberatkan pembinaan dan pelaksanaan programnya menggunakan metode daring (dalam jaringan), sebagai langkah antisipasi pencegahan penularan covid-19, sesuai dengan tema KKN nya adalah ‘Pemanfaatan IT Dalam Memajukan BUMDES dan Organisasi Masyarakat Menuju Kemajuan Desa Unggul’.

Program-program kerja yang dirancang untuk BUMDES Srirejeki adalah pelatihan pembukuan, pelatihan marketing dan branding produk, ada juga pembinaan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Sementara untuk PKK Padukuhan para mahasiswa ini memberikan program pembinaan psikologis untuk para anggotanya, terlebih dalam kondisi pandemi seperti sekarang, banyak orang yang mengalami gangguan psikologis.

Selain itu juga dilakukan program penempelan poster sosialisasi adaptasi hidup baru, ada juga penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di tengah pandemi serta penyuluhan terkait dengan Covid-19.

Meskipun KKN kali ini lebih banyak menggunakan daring, namun tidak mengurangi kualitas dan substansi pelaksanaan KKN itu sendiri. Terbukti dengan suksesnya pelaksanaan program-program yang telah direncanakan sebelumnya. KKN dilaksanakan walaupun dalam kondisi pandemi yang masih merebak tetapi tidak mengurangi kualitas pelaksanaannya.

Justru dengan adanya KKN berbasis IT ini melatih kita untuk terus bisa berkreasi dalam kondisi sesulit apapun, dan beradaptasi dengan segala tantangan serta mampu merubah nya menjadi peluang.

Pengembangan Pasar Online

Sebelumnya pengembangan pasar online juga telah dilakukan oleh Pemdes Sriharjo, salah satunya dengan menggandeng dengan desa lain dalam lingkup pasar yang lebih luas atau dalam bentuk platform. Langkah ini dinilai efektif demi membangkitkan perekonomian setempat.

Sejak dibentuk 1 Mei lalu dengan memanfaatkan aplikasi pesan singkat Whatsapp Group, pasar online di Sriharjo awalnya hanya bisa diakses beberapa pelaku usaha setempat. Akan tetapi dalam perkembangannya, ada ratusan pelaku usaha setempat ikut bergabung.

Mereka menjual berbagai makanan, hasil bumi, hasil ternak, sembako, kerajinan lokal dan produk-produk lainnya. Kini, selain dipasarkan melalui grup Whatsapp, pasar online di Sriharjo juga dilakukan melalui aplikasi Facebook.

Pelaku usaha yang telah bergabung dengan kami juga semakin bertambah. Hingga kini ada 114 pelaku usaha telah bergabung. Selain itu juga ada beberapa reseller. Ke depan akan bergabung dengan pasardesa.id Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon yang sudah ada.

Add Comment