Wisata Baru Berbasis Budaya

Penyerahan bibit tanaman serta penanaman bibit pohon di Watu Hangga oleh Bupati Bantul H. Abdul halim Muslih di Watu Hangga. (Foto: Kalurahan Wukirsari)

Berbicara mengenai desa wisata di Bantul tentu saja wilayah ini tidak bisa terlewatkan, yaitu Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Bahkan Wukirsari pada tahun 2019 mendapatkan penghargaan sebagai desa wisata terbaik di Bantul.

Dengan usaha warga masyarakat dalam mengelola wilayahnya secara mandiri dan profesional serta rajin dalam menerapkan berbagai inovasi membuat Wukirsari semakin menarik minat para wisatawan untuk datang berkunjung, dan yang tak kalah penting adalah meningkatnya kesejahteraan warga masyarakat sekitar.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kalurahan Wukirsari bekerjasama dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta meresmikan Karangtalun menjadi kawasan wisata berbasis budaya melalui pendampingan dan pemberdayaan.

Terdapat sejumlah potensi yang dimiliki Karangtalun, salah satunya adalah Watu Hangga atau Batu Onggo yang merupakan petilasan.

Keterlibatan UPN Veteran Yogyakarta dalam pembangunan wisata di Karangtalun dimulai sekitar setahun lalu. Namun, pendampingan dan pembangun gencar dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

Kegiatan tersebut diawali dengan penelitian semua potensi di Karangtalun, mengkreasikan program yang berbasis potensi dan kemampuan masyarakat, dan melakukan pendampingan untuk pemberdayaan.

Sejarah Watu Hangga

Situs Watu Hangga merupakan situs alam, dari bagian perbukitan kapur yang membentang dari perbukitan ujung utara (gunung Merapi) sampai dengan laut selatan. Situs ini adalah sebagai tempat menyatunya manusia dengan sang Maha Kuasa.

Situs Watu Hangga dipercaya khususnya oleh warga masyarakat Karangtalun mempunyai latar belakang sejarah cukup panjang dari masa-kemasa, dari masa kerajaan Majapahit (akhir kejayaan Majapahit), pada jaman perwalian (Sunan Kalijaga) dan pada jaman Metaram Kotagede serta jaman Metaram Pleret (Sultan Agung).

Dalam sejarah peradaban masyarakat Jawa khususnya masyarakat Karangtalun mempunyai arti penting. Oleh karena itu Situs Watu Hangga sangat menarik untuk didatangi.

Watu Hangga dan Watu Onggo adalah merupakan sebuah petilasan. Watu tersebut diyakini masyarakat sebagai tempat bertapa pengawal kerajaan Majapahit pada masa kerajaan Brawijaya kelima atau sekitar 1478.

Selain Watu Hangga, Karangtalun juga dikenal sebagai pusat penakaran burung perkutut. Di mana terdapat 43 peternak burung perkutut. Penjualannya sudah ke berbagai daerah di Indonesia. Potensi lainnya adalah kerajinan anyaman bambu, tatah sungging, dan kuliner khas warga setempat.

Perlu diketahui nama Karangtalun jika dikaitkan dengan keberadaan Watu Hangga adalah sebuah cerita pada masa lampau yaitu peristiwa asal-usul pedukuan Karangtalun.

Pada saat itu Karangtalun merupakan sebuah gerumbul bebatuan yang ada di kaki bukit kapur, seperti keberadaan perbukitan biasa, namun jika diperhatikan perbukitan-perbukitan tersebut mempunyai latar belakang atau menyimpan keunikan-keunikan, seperti halnya gerumbul yang berada di kaki perbukitan kapur.

Untuk potensi yang dikembangkan di tempat ini adalah atraksi wisata, atraksi wisata ini dilakukan agar dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan. Dengan begitu, perekonomian warga akan terangkat.

Terdapat beberapa indikator keberhasilan pengembangan wisata, yakni banyak wisatawan yang datang, wisatawan bisa berlama-lama tinggal, dan wisatawan banyak mengeluarkan uang untuk belanja di lokasi wisata tersebut.

Untuk memperlama tinggal wisatawan maka harus ada atraksi seni dan budaya yang bisa dinikmati wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan dan lama tinggal maka bisa berdampak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Potensi tersebut merupakan salah satu ciri khas yang membedakan dengan wisata di tempat lainnya sehingga harapannya Karangtalun dan Wukirsari dapat terus berkembang dan dapat mensejahterakan warga masyarakat.

Kawasan wisata Watu Hangga pun akan terus dikembangkan secara maksimal lewat berbagai potensi sumber daya alam dan manusianya.