Budidaya Ikan Nila Ala Wakil Ketua BPD Tamanmartani

Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. (Foto: WIkipedia)

KALASAN, Tamanmartani-Sudah jadi rahasia umum jika budidaya ikan adalah salah satu jenis usaha yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Alasannya tidak lain adalah karena kebutuhan masyarakat akan konsumsi ikan seakan tidak pernah ada habisnya. Hal inilah yang membuat ternak ikan menjadi bisnis yang tidak akan pernah lekang oleh waktu.

Saat ini, peternak ikan mungkin masih menggandrungi budidaya ikan jenis lele. Padahal, ada jenis ikan lain yang tidak kalah memikat untuk bisa dibudidayakan dan menjadi ladang rezeki yang menggiurkan. Salah satunya adalah budidaya ikan Nila yang terbukti terus meningkat setiap tahunnya.

Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tak heran jika bisnis budidaya jenis ikan yang satu ini memiliki tren yang cukup bagus.

Selain mampu menghasilkan keuntungan yang menjanjikan, budidaya ikan nila juga relatif mudah untuk digeluti karena dapat dilakukan di lingkungan rumah, bahkan oleh seorang pemula sekalipun.

Bisnis ternak ikan nila memang sedang memiliki tren yang positif di Indonesia. Penyebabnya adalah rasa ikan yang dianggap lebih lezat dan gurih, serta masih ada banyak peluang bagi peternak untuk menggaet minat beli para konsumennya.

Seperti yang dilakukan wakil ketua Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) Tamanmartani, Dwi Rumiyati, selain menjadi anggota BPD Tamanmartani ternyata ia juga menekuni bisnis ikan nila.

Dalam budidaya ikan, Dwi memilih ikan nila, menurutnya membudidayakan ikan nila lebih mudah dibanding ikan jenis lainnya. Hingga saat ini ia memiliki kolam dengan luas 6 Ha.

Ia mengungkapkan jika budidaya ikan nila sebenarnya memiliki potensi yang cukup tinggi di pasar Indonesia. Akan tetapi, masih belum banyak orang yang melihat potensi tersebut dan menjadikan ternak ikan Nila sebagai bisnis yang layak untuk dikembangkan.

“Meski memiliki potensi bisnis yang cukup menjanjikan, belum banyak orang melirik usaha tersebut,” katanya beberapa waktu lalu.

Jumlah pengusaha ikan nila yang masih belum seberapa, membuat siapa saja yang menggelutinya bisa meraup keuntungan. Permintaan pasar yang tinggi akan ikam tersebut juga ikut menambah peluang kesuksesan saat terjun ke bisnis tersebut karena lebih mudah mendistribusikan hasil panen nantinya.

Selain itu, kata Dwi, budidaya ikan nila juga tidak membutuhkan modal bisnis yang besar. Kelebihan ini tentu sangat cocok bagi para pemula yang memiliki jumlah dana yang terbatas namun menginginkan hasil keuntungan yang tinggi dan hampir tanpa resiko.

“Ikan nila lebih murah harga bibitnya, pakannya mudah dicari, cepat penjualannya dan tak mudah sakit, , beda dengan ikan mas yang mudah terkena virus lalu tulari yang lain dan mati,” katanya.

Ia menceritakan jika untuk memulai usaha ini juga dinilai tidak sulit untuk dilakukan. Benih yang mudah didapat di toko perikanan serta daya tahan tubuh ikan yang kebal dari serangan penyakit menjadikan bisnis ikan ini bisa menjanjikan kesuksesan bagi pengusaha awam sekalipun.

“Belum lagi benih yang didapatkan pasca memanen hasil budidaya ikan Nila yang dapat menetaskan ribuan butir telur. Hal tersebut menjadi modal cuma-cuma untuk budidaya selanjutnya,” jelasnya.

Dari sepasang indukan nila, dapat dihasilkan jumlah telur yang sangat banyak, yaitu sekitar 250 hingga 1000 telur. Hal inilah yang menjadikan ikan nila sebagai komoditas ikan air tawar yang menguntungkan.

Pemilihan benih merupakan faktor penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya ikan nila. Untuk hasil maksimal sebaiknya gunakan benih ikan berjenis kelamin jantan. Karena pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dari pada ikan nila betina.

Budidaya ikan nila juga bisa menggunakan berbagai jenis kolam, mulai dari kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring terapung hingga tambak air payau. Dari sekian jenis kolam tersebut, kolam tanah paling banyak digunakan karena cara membuatnya cukup mudah dan biaya konstruksinya murah. Silahkan lihat cara membuat kolam tanah.

“Keunggulan lain kolam tanah adalah bisa menjadi tempat tumbuh berbagai tumbuhan dan hewan yang bermanfaat sebagai pakan alami bagi ikan. Sehingga bisa mengurangi biaya pembelian pakan buatan atau pelet,” katanya.

Untuk memulai budidaya ikan nila di kolam tanah, perlu langkah-langkah persiapan pengolahan tanah. Mulai dari penjemuran, pembajakan tanah, pengapuran, pemupukan hingga pengairan.

Keuntungan yang bisa diraih pun menjadi berlipat ganda karena harga jual ikan nila cukup stabil dan jarang mengalami penurunan yang berarti.

Selain budidaya ikan secara mandiri, Dwi juga tergabung dalam kelompik Usaha Pembenihan rakyat di padukuhannya. Bahkan kelompok ini mempunyai sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).

“Kedua sertifikasi tersebut adalah sebagai pegangan kita untuk bisa bersaing di pasar luar, jadi kalau mau masuk supermarket atau restoran kita sudah punya pegangan,” katanya.

Kandungan Gizi Ikan Nila

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan jika mengkonsumsi ikan nila ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. ikan nila mengandung protein yang cukup tinggi.

Ikan nila juga dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium. Tentu saja mineral ini sangatlah penting agar tulang lebih kuat. Dengan kebutuhan kalsium yang cukup dan terpenuhi, penyakit yang menyerang tulang seperti osteoporosis dapat dihindari.

Berkat kandungan seleniumnya, konsumsi ikan nila dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, selenium juga berperan dalam fungsi kognitif, serta memelihara kesuburan pada pria dan wanita.

Ikan nila mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 dibanding daging sapi dan ayam. Omega-3 penting untuk mendukung membran di sekitar sel dalam tubuh dan bermanfaat bagi kesehatan jantung, pembuluh darah, paru, dan imun.

Selain omega-3, ikan nila juga mengandung asam lemak omega-6. Kandungan ini penting untuk mengendalikan kadar kolesterol. Omega-6 pun bermanfaat untuk pengidap diabetes, yaitu dapat mempersiapkan sel otot untuk merespons insulin.

Kandungan asam lemak tidak jenuh omega-3 dan 6 dari ikan nila baik dikonsumsi anak untuk pertumbuhan otak.

“Bagi orang dewasa, asupan asam lemak tidak jenuh tersebut baik untuk pembuluh darah. Berdasarkan studi, mampu mencegah penyakit jantung koroner,” tambahnya.

Protein penting untuk pertumbuhan tulang dan otot, memperbaiki jaringan, membantu aliran oksigen dalam tubuh, mencerna makanan, dan menyeimbangkan hormon.

Beragam manfaat inilah yang juga bisa didapatkan bila mengkonsumsi ikan nila. Ada lagi manfaat penting dari selenium dalam ikan nila yaitu melawan radikal bebas. Selenium dapat bertindak sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan dan penyakit akibat radikal bebas, seperti penuaan dini dan kanker.

Sudah terdapat studi yang mengatakan demikian, namun tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Pada dasarnya, ikan nila termasuk ikan yang cukup aman dikonsumsi.

“Ikan nila cenderung berumur pendek dan berukuran kecil sebelum ditangkap dan dikonsumsi. Umur yang tidak panjang ini berkaitan dengan rendahnya risiko tertumpuknya kontaminasi bahan-bahan kimia berbahaya. Maka, ikan nila relatif aman dikonsumsi,” jelasnya.

Saat hendak membeli ikan, pastikan keadaannya masih segar. Ikan nila paling baik dijaga kandungan gizinya dengan proses memasak yang tidak menggunakan suhu terlalu tinggi, tidak terlalu lama, dan tidak menggunakan banyak minyak.

Minyak yang dipanaskan dapat berubah konfigurasinya menjadi minyak trans. Inilah yang berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah.

“Jadi, cara terbaik mengolah ikan nila adalah dikukus atau dipanggang dengan sedikit minyak. Kalau tetap ingin digoreng, ingat-ingat dalam minggu yang sama, kurangi jenis makanan goreng lainnya,” pesannya.

Sleman Sukses Budidaya Ikan Air Tawar

Meski tak perairan luas, Sleman dinilai sukses membudidayakan ikan air tawar. Bahkan 40% pasokan ikan di DIY berasal dari Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan potensi budidaya ikan sangat tinggi bahkan saat ini mengalami surplus. Bahkan produksi ikan air tawar di Sleman mampu memasok kebutuhan ikan di DIY hingga 40%. Ini dikarenakan warga Sleman masih melestarikan budidaya ikan baik di kolam maupun kali.

Menurut Sri Purnomo, kebijakan tersebut dinilai selaras dengan spirit Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam gerakkan budi daya dan pelestarian lingkungan. Pelestarian akan berjalan dengan harus melarang penyetruman ikan atau pemakaian obat-obatan berbahaya dalam menangkap ikan.

“Mancing boleh tapi nyetrum yang nggak boleh karena dapat mematikan ekosistem di perairan. Sekali lagi memancing itu boleh, tetapi tidak menggunakan penyetrum atau obat-obatan,” ujar Sri.

Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan produksi budidaya ikan air tawar mencapai 62.000 ton.

“Pada 2018 target produksi budidaya sektor perikanan konsumsi ditarget sebanyak 59.000 ton dan bisa terealisasi bahkan melebihi, sehingga pada 2019 target dinaikan menjadi 62.000 ton,” katanya.

Hingga saat ini Sleman terdapat 637 Kelompok Pembudidaya Ikan. Total luas lahan kolam yang dimiliki seluas 1.130 hektare dan 108 hektar luas lahan minapadi. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus melakukan berbagai upaya, terutama memasuki musim kemarau.

Produksi ikan memang paling banyak pada saat musim hujan, ketika musim kemarau tetap ada, namun tidak banyak. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ikan, khususnya ikan nila, yakni melalui Sistem Budidaya Ikan Nila dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air (Sibudidikucir).

“Saat ini sudah banyak kelompok pembudidaya ikan di wilayah Sleman yang menerapkan teknologi tersebut, apalagi pada musim kemarau yang debit air itu tergolong kecil,” katanya.

Ia mengatakan, teknologi Sibudidikucir dapat meningkatkan oksigen di dalam air, aliran air kecil aja bisa. “Kalau musim hujan tanpa Sibudidikucir masih bisa jalan. Kalau kemarau ada keterbatasan air,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga melakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok pembudidaya ikan, mulai dari hulu sampai hilir, termasuk mulai dari pembenihan, pembesaran, pengolahan, sampai ke pemasaran.

“Seperti pasar ikan yang dimaksudkan membantu para pembudidaya ikan karena kalau hanya budidaya namun tidak mampu untuk menjual ya sama saja,” katanya.

Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan mengapresiasi Sleman terkait budidaya ikan yang mengalami surplus. “Kami berharap tingginya budidaya ikan konsumsi harus diiringi dengan berkembangnya jenis pakan yang diproduksi sendiri oleh daerah dan tidak lagi harus impor,” katanya.