Gandang Hardjanata, Lurah yang Dicintai Warga

Gandang Hardjanata sosok Santun dalam bertutur kata kepada siapa pun serta mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan dikenal dekat dengan warga. (Foto: Facebook/gandanghardjanata)

KALASAN, Tamanmartani-Santun dalam bertutur kata kepada siapa pun serta mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan dikenal dekat dengan warga, itulah sedikit gambaran sosok Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata.

Saat ditemui beberapa waktu lalu, Lurah dua periode ini menuturkan alasan dirinya kembali mencalonkan diri karena sebagai Lurah karena dorongan dari berbagai unsur warga masyarakat seperti kelompok tani, dan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain itu ia ingin melanjutkan dan menyelesaikan program-programnya yang telah dibuat pada periode sebelumnya. Di periode kedua ini, ia berjanji akan menyempurnakan program yang telah dibuat sebelumnya.

Program utamanya yakni akan mewujudkan smart village atau desa yang cerdas. Selain itu akan mengusahakan Desa Tamanmartani sebagai penyangga wisata untuk candi Prambanan.

Berbagai cara pun telah dilakukannya, salah satunya dengan menggandeng Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Dengan kerjasama dalam bentuk pengembangan jasa penginapan jenis home stay.

Sebanyak 12 homestay dibuka di rumah warga untuk menampung wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan.

Gandang mengatakan dengan bantuan pembangunan homestay ini bisa memberdayakan sekaligus merangsang perputaran roda perekonomian masyarakat setempat. Karena lokasi Desa Tamanmartani cukup strategis, hanya berjarak sekitar 500 meter di sisi barat kompleks Candi Prambanan.

Pengelolaan 12 homestay masing-masing terdiri dua kamar ini nanti diserahkan kepada koperasi bentukan warga. Nantinya, 10 persen dari total pendapatan bisa dimanfaatkan warga untuk pengembangan usaha. Selain mendukung iklim pariwisata, bantuan ini diakuinya bertujuan mencetak pengusaha di tingkat desa agar mereka tidak lagi berkubang dalam kemiskinan.

Tak hanya penginapan, Damandiri juga membangun satu warung untuk menunjang desa wisata setempat. Semangat kita adalah memberdayakan masyarakat pedesaan agar kesejahteraannya bisa meningkat,” imbuhnya.

Ia optimis warganya bakal mengelola homestay dengan profesional. Ia berharap sesuai dengan tujuan awal, bantuan pengembangan homestay ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga.

Terkait biaya sewa, koperasi warga bakal menyesuaikan pasar wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan.

Layanan Jemput Bola

Selain itu, pada awal tahun 2021 Gandang menggagas program pelayanan administrasi secara prima dengan jemput bola, seperti pelayanan kependudukan, kartu keluarga (KK), akte kelahiran, perubahan akte, mutasi penduduk.

“Pelayanan administrasi dengan jemput bola ke masyarakat, layanan ini tidak dipungut biaya atau gratis mulai awal sampai jadi. Itulah program Pemerintah Desa di awal tahun 2021 ini,” kata Gandang.

Lebih lanjut ia mengatakan, melalui program pelayanan secara prima tersebut dapat memberikan kepuasan sekaligus kepercayaan kepada masyarakat, karena menunjukkan adanya perhatian dari pemerintah desa, dan warga tidak perlu datang ke Kantor Kalurahan.

“Selain layanan jemput bola, juga akan menghidupkan program yang berhenti yang dulu sudah berjalan, yakni seperti keluarga lansia, dan bagaimana menambah penghasilan atau income untuk keluarga, harus kita berdayakan dan dioptimalkan,” ungkapnya.

Menurut Ganang, para ibu ibu rumah tangga paling tidak bisa punya penghasilan Rp50 ribu per hari untuk bisa meringankan beban keluarga, dengan melakukan pekerjaan yang lain.

Sementara terkait pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir, Ia menghimbau kepada warga untuk tetap patuh protokol kesehatan, yang harus dilaksanakan dan diterapkan terus menerus. “Pakai masker, tidak berkerumun dan jaga jarak, cuci tangan dengan sabun,” pungkasnya.

Pengentasan Kemiskinan dengan One Day One Hundred

Upaya menekan angka kemiskinan butuh kerjasama semua pihak. Hal ini setidaknya telah dibuktikan pemerintah dan masyarakat Kalurahan Tamanmartani yang bersinergi menggulirkan program one day one hundred.

Program ini berupa pengumpulan iuran sukarela dari warga untuk disumbangkan kepada lansia terlantar dalam wujud makanan. Melalui aksi sosial ini, setiap hari ada 60 lansia yang dapat dibantu.

“Caranya sederhana yakni dengan mengumpulkan uang recehan dari warga, kemudian diberikan dalam bentuk makanan kepada 60 lansia miskin di Desa Tamanmartani. Penyalurannya dibantu rekan-rekan dari karang taruna,” terangnya.

Besaran dana tersebut tidak ditentukan. Warga yang bersedia dapat menyumbang seikhlasnya. Dari aksi kemanusiaan ini bisa terkumpul dana dari masyarakat rata-rata sebesar Rp 2 juta, yang dikumpulkan tiap bulan oleh pemuda karang taruna.

Dana itu kemudian dialokasikan untuk memasak menu yang diolah sendiri oleh warga desa setempat. Setiap hari, para lansia mendapat jatah bantuan satu kali menu makan siang. Selain swadaya masyarakat, program ini juga didukung anggaran CSR dari beberapa perusahaan yang ada di Kalurahan Tamanmartani.

Ia berharap kedepan bisa lebih banyak lansia yang terjangkau program ini. Meski sudah ada program keluarga harapan (PKH) yang mengcover lansia namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dalam sebulan. Sehingga butuh partisipasi kepedulian dari warga sekitar.

“Sebenarnya lansia yang butuh bantuan ada lebih dari 60 orang tapi kemampuan kami sementara hanya sejumlah itu,” ujarnya.

Gandang mengungkapkan munculnya berbagai inovasi program sosial seperti one day one hundred, tidak lepas dari peran PSM yang ada di Kalurahan Tamanmartani. Sebagian dari mereka sudah diikutkan kegiatan diklat.

Pelopor Pembuatan Pupuk Murah

Sejak tahun 2015, Gandang juga telah mengajak warganya untuk membuat pupuk murah yang terbuat dari limbah kotoran sapi dan sampah yang ada di wilayah tersebut.

Gandang mengatakan ide pembuatan pengolahan limbah menjadi pupuk murah ini karena adanya keprihatinan mahalnya harga pupuk dan keinginan petani di sini untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia,” katanya.

Menurut dia, pupuk hasil olahan kotoran sapi dan sampah ini dijual murah kepada para petani dan sebagian ada yang dijual ke luar wilayah. “Harga pupuk ini sangat terjangkau,” katanya.

Ia mengatakan, pengolahan pupuk limbah ini juga dikerjakan oleh para pemuda Karang Taruna Kalurahan Tamanmartani dengan bantuan peralatan dari Kementerian Perindustrian pada tahun 2014.

“Limbah kotoran sapi dan sampah dikumpulkan dari kandang sapi seluruh warga di Dusun Tamanan Pabrik, kemudian dilakukan fermentasi terlebih dahulu agar kering dan tidak berbau,” katanya.

Proses selanjutnya, kotoran yang sudah kering dimasukkan ke dalam enam mesin, termasuk mesin penggiling.

“Dari seluruh proses ini akan menghasilkan butiran pupuk, setelah itu kemudian dilakukan pengemasan dalam karung masing-masing seberat 20 kilogram. Seluruh proses menggunakan mesin hingga proses pengepakan,” katanya.

Gandang mengatakan, mesin pengolahan pupuk organik ini mampu memproduksi satu ton pupuk organik dengan delapan jam kerja sehari.

“Diharapkan dengan produksi ini kebutuhan pupuk murah tidak hanya dinikmati warga Desa Tamanmartani saja, namun bisa lebih luas lagi memasarkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman,” katanya.

Ia mengatakan, sebelumnya mesin-mesin pengolah pupuk ini sempat mangkrak karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan warga.

“Namun berkat keinginan yang kuat dari warga dan karang taruna, akhirnya mereka belajar untuk dapat mengoperasikannya, sehingga saat ini banyak memberi manfaat ekonomi bagi warga,” katanya.

Pelatihan Kewirausahaan

Sebuah gebrakan juga kerap dilakukannya, salah satunya dengan mengumpulkan para peternak, calon peternak, dan pecinta burung dikumpulkan untuk mengikuti penyuluhan ternak burung berkicau.

Gandang menjelaskan alasannya mengapa ia memilih pelatihan peternakan dengan topik burung berkicau khususnya lovebird dan kenari, karena banyaknya minat warga Tamanmartani yang gemar akan burung berkicau dan penangkaran,

“Kenapa burung, pertama karena saya melihat di desa ini banyak penggemar burung. Beberapa ada yang sudah jadi peternak, ada yang sudah cukup lama, ada yang baru mulai, ada yang baru punya keinginan tapi masih bingung bagaimana memulainya. Yang sudah mulai juga mengaku pengetahuannya secara umum masih kurang,” ujarnya.

Menurutnya kegiatan tersebut adalah sebagai salah satu cara untuk mengembangkan minat masyarakat yang mana hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan dalam bidang hobi dan penangkaran burung berkicau.

Ia berharap dengan adanya penyuluhan penangkaran burung berkicau mempunyai harapan dan titik terang menuju ke arah yang lebih baik dari segi ilmu pengetahuan maupun kesejahteraan serta untuk kedepannya dapat berjalan dengan lancar.

Paguyuban Surya Ndadari

Beberapa waktu lalu, Gandang juga dilantik sebagai ketua paguyuban Surya Ndadari beserta 31 anggota sebagai pengurus, paguyuban tersebut sebagai wadah mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Keberadaan paguyuban ini dapat menjadi wadah untuk saling bertukar informasi dan diskusi antar Lurah, baik untuk perbaikan Kalurahan yang lebih berkualitas, perbaikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi wadah berbagi dan mencarikan solusi bersama dalam memecahkan suatu permasalahan,” katanya.

Selain itu adanya paguyuban Suryo Ndadari lanjut Gandang maka akan terjalin dengan baik komunikasi antara pihak Kalurahan dan kabupaten. Sekaligus sebagai tukar tempat ilmu di antara lurah se-kabupaten Sleman. Diharapkan, hak dan kewajiban kepala desa dan perangkat desa maupun masyarakat dapat diperjuangkan.

“Sebagai misal jika ada anggota masyarakat yang memiliki potensi yang belum terlihat, maka menjadi kewajiban dukuhlah untuk memberi motivasi dan menggali potensi tersebut. Dengan demikian masyarakat dapat lebih optimal dalam memberdayakan potensinya dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraannya,” jelasnya.

Menurutnya, perangkat Kalurahan saat ini memiliki kemampuan yang memadai. “Kami memiliki kemampuan penggunaan IT yang sudah bagus. Harapannya dapat mewujudkan cita-cita kabupaten dan membentuk Smart Village di kabupaten Sleman,” jelasnya.