Inovasi Kewirausahaan Desa Ala Tamanmartani

Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata saat menerima trofi Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2021. (Foto: Kalurahan Tamanmartani)

KALASAN, Tamanmartani-Geliat perekonomian pedesaan seringkali dinilai lambat dibanding pembangunan ekonomi perkotaan. Penataan ekonomi pedesaan perlu segera dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya desa secara optimal dengan cara yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Untuk mencapainya, diperlukan dua pendekatan pertama kebutuhan masyarakat dalam melakukan upaya perubahan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan; dan kedua kemampuan pemerintah desa bersama masyarakat dalam mengimplementasikan perencanaan pembangunan yang sudah disusun. Potensi sumber daya desa selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Jika pun ada yang memanfaatkan, cenderung eksploitatif dan tidak mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan akibat eksploitasi sumber daya desa.

Salah satu solusi penting yang mampu mendorong gerak ekonomi desa adalah mengembangkan kewirausahaan bagi masyarakat desa. Pengembangan desa wirausaha menawarkan solusi untuk mengurangi kemiskinan, migrasi penduduk, dan pengembangan lapangan kerja di desa. Kewirausahan menjadi strategi dalam pengembangan dan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat, dimana sumber daya dan fasilitas yang disediakan secara spontan oleh (komunitas) masyarakat desa untuk menuju perubahan kondisi sosial ekonomi pedesaan. Apabila desa wirausaha menjadi suatu gerakan massif, maka merupakan hal yang sangat mungkin untuk mendorong perkembangan ekonomi perdesaan.

Desa wirausaha merupakan program yang dapat dikembangkan untuk mengatasi pengangguran, pendapatan rendah, dan menambah keragaman jenis usaha di desa. Kewirausahaan masyarakat desa pun dapat bermakna mengorganisir struktur ekonomi perdesaan. Seluruh aset desa seperti tanah, air, lingkungan, dan tenaga kerja dapat menjadi modal pengembangan usaha baru yang digerakkan bersama-sama oleh seluruh elemen desa.

Begitu juga di Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Pemerintah Kalurahan Tamanmartani terus melakukan berbagai upaya dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian warganya.

Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata menyatakan berbagai upaya telah dilakukannya untuk menanggulangi kemiskinan warganya, salah satunya adalah melatih warganya untuk berwirausaha.

Berbagai pelatihan pun terus digelar olehnya, salah satunya adalah pelatihan ternak burung berkicau. Gandang menjelaskan alasannya mengapa ia memilih pelatihan peternakan dengan topik burung berkicau khususnya lovebird dan kenari, karena banyaknya minat warga Tamanmartani yang gemar akan burung berkicau dan penangkaran,

“Kenapa burung, pertama karena saya melihat di desa ini banyak penggemar burung. Beberapa ada yang sudah jadi peternak, ada yang sudah cukup lama, ada yang baru mulai, ada yang baru punya keinginan tapi masih bingung bagaimana memulainya. Yang sudah mulai juga mengaku pengetahuannya secara umum masih kurang,” ujar Gandang beberapa waktu lalu.

Gandang pun membeberkan, bila kegiatan ini sepenuhnya didanai dengan dana Desa. Pemanfaatan dana desa ala Kalurahan Tamanmartani ini tidak hanya diwujudkan secara tradisional misalnya untuk pembangunan fisik.

“Untuk membagikan ilmu yang praktis dan bermanfaat langsung juga hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan, sebab warga yang ikut kegiatan ini juga mendapat sesuatu yang benar benar baru, bisa dipraktekkan, dan hasilnya bisa meningkatkan ekonomi mereka,” kata Lurah yang dikenal dekat dengan warga ini.

Gandang mengungkapkan jika keinginannya untuk membuat pelatihan ternak burung sebenarnya sudah sejak lama, dia pun berusaha menggandeng dinas terkait, namun ternyata tidak satu nada dasar, akhirnya terobosan tersebut murni menggunakan dana desa.

“Awalnya kami sudah mencoba melakukan pendekatan dengan dinas terkait agar bisa menggelar kegiatan seperti ini. Tapi mungkin dinas masih berpikiran kalau nama nya peternakan itu ya sapi, kambing, ayam, kalau yang kecil-kecil mungkin kelinci, ikan konsumsi seperti lele, nila, dan semacamnya. Beternak seperti burung berkicau, ikan hias, belum masuk dalam perspektif mereka. Jadi sementara ya kami harus berani melakukan terobosan dengan pola pembiayaan seperti ini. Nyatanya para peserta juga merasakan betul manfaatnya,” tegasnya.

Gandang menjelaskan jika pelatihan ternak burung adalah cara paling tepat untuk para warga masyarakat Tamanmartani, selain memang warga masyarakat Tamanmartani kebanyakkan pecinta burung, lahan kosong di Tamanmartani pun juga telah berkurang.

“Kenapa ternak burung, karena sekarang kalau bantuannya kambing atau sapi sudah tidak jaman, karena semakin kesini lahan akan semakin berkurang, tapi kalau ternak burung kan tidak, cukup dengan kandang kecil sudah bisa di ternakkan.

Menurutnya kegiatan tersebut adalah sebagai salah satu cara untuk mengembangkan minat masyarakat yang mana hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan dalam bidang hobi dan penangkaran burung berkicau.

Ia berharap dengan adanya penyuluhan penangkaran burung berkicau mempunyai harapan dan titik terang menuju ke arah yang lebih baik dari segi ilmu pengetahuan maupun kesejahteraan serta untuk kedepannya dapat berjalan dengan lancar.

Pada tanggal 14 September 2020 lalu Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengeluarkan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Dalam bagian pertimbangan dinyatakan untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat serta terhambatnya pembangunan desa akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pemerintah desa perlu melakukan berbagai adaptasi kebiasaaan baru di tingkat desa.

Dalam peraturan menteri tersebut juga ada tuntutan untuk mengalokasikan dana desa yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di tingkat desa yang diberi nama Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

Berdasar Pasal 1 angka (19) peraturan menteri itu, SDGs Desa adalah upaya yang dilakukan secara terpadu untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa berekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjaringan, dan desa tanggap budaya.

Dalam Pasal 3 ayat (2) dinyatakan bahwa prioritas penggunaan dana desa harus disusun berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, keadilan, kebinekaan, keseimbangan alam, dan kepentingan nasional. Hal ini mengandung makna dana desa harus digunakan secara sungguh-sungguh.

Dana desa harus digunakan tidak hanya untuk mencapai tujuan yang bersifat lokal, tetapi juga harus ikut menyumbang pencapaian tujuan nasional, khususnya dalam rangka pencapaian TPB Nasional yang secara keseluruhan ada 17 tujuan SDGs dan ditambah satu lagi menjadi 18 tujuan SDGs Desa.

Sebelumnya Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebutkan bahwa kewirausahaan merupakan salah satu solusi yang dapat mengurai masalah kelesuan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Jika kita melihat kondisi perekonomian saat ini maka makna kewirausahaan ini menjadi penting,” kata Kustini.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, berakibat pada penurunan daya beli masyarakat dan banyaknya pengangguran.

“Hal ini menuntut setiap orang untuk kreatif. Kreatif yang dimaksudkan dalam hal ini adalah bagaimana bisa survive pada kondisi yang seperti ini,” katanya.

Ia mengatakan melambatnya perekonomian selama masa pandemi berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya angka pengangguran.

“Di tahun 2020 tingkat pengangguran mencapai 6,59 persen meningkat 2,9 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar 3,69 persen,” katanya.

Kustini mengatakan hal tersebut disebabkan pekerja sektor formal dan informal banyak yang kehilangan pekerjaannya karena pembatasan atau penghentian operasional usaha sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Seorang yang memiliki jiwa wirausaha tentunya tidak akan bingung tetapi segera melihat peluang bagaimana ia akan berusaha atau berbisnis. Bahkan ia bisa menciptakan pekerjaan yang bisa menampung orang lain,” katanya.

Pembentukkan Badan Usaha Milik Desa

Selain itu pembangunan desa dapat ditingkatkan melalui pengembangan potensi perekonomian desa dan menjadi wadah bersama masyarakat pedesaan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri dan partisipatif. Hal tersebut dapat direalisasikan dengan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah sebuah unit usaha yang dikelola oleh masyarakat desa dan kepengurusannya terpisah dari pemerintah desa.

Berdirinya BUMDes bertujuan untuk menggali dan mengoptimalkan potensi wirausaha desa. Berdirinya BUMDes dilandasi oleh UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 pasal 87, “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa” turut menjadi pondasi penting dalam pendirian BUMDes.

Dalam UU Desa, BUMDes didefinisikan sebagai badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lain untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

Pembentukan BUM Desa bertujuan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi di tingkat desa. Pembangunan ekonomi di desa ini didasarkan oleh kebutuhan, potensi, kapasitas desa, dan penyertaan modal dari pemerintah desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan desa dengan tujuan akhirnya adalah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa.

Keberadaan BUMDes menjadi salah satu pertimbangan untuk menyalurkan inisiatif masyarakat desa, mengembangkan potensi desa, mengelola dan memanfaatkan potensi sumber daya alam desa, mengoptimalkan warga desa dalam pengelolaannya, dan adanya penyertaan modal dari pemerintah desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan desa yang diserahkan untuk dikelola sebagai bagian dari BUMDes.

Di Kalurahan Tamanmartani juga memiliki BUMDes, salah satunya adalah BUMDes 5758 atau kepanjangan dari Maju Mapan. Cikal bakal BUMDes 5758 Kalurahan Tamanmartani bergerak di bidang sampah. Mulai 2012, sampah dikelola untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sampah diresidu dan diolah menjadi kerajinan bernilai tinggi.

Seiring berjalannya waktu, munculah potensi-potensi baru yang ada di setiap padukuhan akhirnya dengan kepengurusan baru dan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, wisata desa masuk bagian BUMDes. potensi wisata-wisata tersebut tergabung dalam ikatan paguyuban wisata Kalurahan Tamanmartani.

Potensi desa ini pun bila diurutkan dari utara adalah Cageran Edupark yang berada di Padukuhan Cageran. Fungsinya sebagai wisata edukasi anak-anak, seperti wahana permainan jelajah sungai di aliran Sungai Opak yang mengarah ke Kabupaten Klaten.

Selain itu ada pertanian organik, kelompok kandang sapi, wisata ini memperkenalkan berbagai jenis tanaman kepada anak-anak sembari bermain air. “Kedua, wisata Sungai Opak Tujuh Bulan. Lokasinya di Padukuhan Dalem,” ungkap Gandang.

Ke selatan, ada kafe jamu kebon di Padukuhan kebon, di tempat tersebut pengunjung bisa meracik jamu tradisional. Sementara di Padukuhan Tamanan, potensi unggulannya nguri-uri budaya jawi, memetri wiji, nembang macapatan dan unggah ungguh adat jawa (budi pekerti). Cara berbicara anak dengan orang tua, sebaya dan lain-lain. Ada pula budaya kenduri. Tamu diajak masak dan makan bareng. “Kalau produk unggulannya dawet pakai aloe vera lidah buaya,” katanya.

Disebutkan di Padukuhan Jongkangan, objek wisata unggulannya yakni Taman Raja Balitung. Sebab terdapat petilasan cerita Candi Kedulan dan Trowulan, kemudian Sendang Gilang dan ada situs candinya. Di tempat tersebut terdapat mata air yang tidak pernah surut. Alirannya sampai ke bawah dimanfaatkan untuk pengairan sawah.

”Makanan khasnya, jenang tujuh rupa dan pasar tradisional yang digelar sepekan sekali setiap minggu pagi,” terangnya.

Kalurahan Terbaik se Kabupaten Sleman

Apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Tamanmartani dalam upaya meningkatkan ekonomi warga masyarakatnya ini pun membuahkan hasil, ini dibuktikan dengan diraihnya predikat Kalurahan terbaik se Kabupaten Sleman dalam kegiatan Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2021.

Kegiatan Penilaian Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (EPDesKel) Tingkat Kabupaten pada 2021 ini diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman. Lomba ini mengangkat Tema “Desa dan Kelurahan Bangkit, Sehat, Maju dan Sejahtera di Masa Pandemi Covid-19”.

“Kegiatan ini diadakan berdasarkan Permendagri No.81/2015 tentang EPDesKel. Tujuannya untuk mengetahui capaian yang ada di Kalurahan selama kurun waktu satu tahun dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat pada aspek penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan serta kemasyarakatan,” kata Kepala DPMK Sleman Budiharjo, Kamis (20/5/2021).

Ia menjelaskan, lomba tersebut mengundang 17 Kalurahan yang ditunjuk untuk mewakili 17 Kapanewon. Masing-masing Kalurahan mengirimkan 5 orang perwakilan yang terdiri Lurah, pamong, BPK dan Tim Penggerak PKK Kalurahan.

Dari jumlah tersebut, dipilih lima terbaik di mana Kalurahan Tamanmartani meraih terbaik I dan berhak memperoleh uang pembinaan Rp110 juta,

Gandang Hardjanata mengatakan raihan prestasi tersebut bukan untuk Kalurahan tetapi dipersembahkan untuk warga Tamanmartani. Dia berharap kemenangan itu dapat mendorong warga untuk tetap menjaga semangat dalam menghadapi Covid 19 ini.

Add Comment