Mengenal Karang Taruna Taman Bina Karya Tamanmartani Kalasan

Para pemuda Karang Taruna Kabupaten Sleman saat sedang memasag spanduk new normal di setiap desa. (Foto: Instagram/ktkabsleman)

Generasi muda merupakan generasi yang mempunyai peran penting sebagai seorang revolusioner atau agen perubahan di tengah masyarakat. Pemuda dianggap mempunyai pemikiran solutif dan ide kreatif, semangat yang tinggi, daya saing, daya pikir yang cepat dan fisik yang masih kuat.

Keterlibatan pemuda di tengah masyarakat maupun teman sebayanya sangat diperlukan, karena berbagai kegiatan sosial sebagian besar melibatkan pemuda di dalamnya. Tergolong memiliki usia yang sangat produktif, pemuda dapat dikatakan berperan aktif dalam berbagai bidang seperti kemasyarakatan, politik, sosial hingga ekonomi.

Ambar Teguh dalam bukunya yang berjudul Kemitraan dan Model-model Pemberdayaan tahun 2004 dengan penerbit Gava Media di Yogyakarta mengatakan pemuda mempunyai peran penting dalam proses pemberdayaan.[1]

Pemberdayaan merupakan suatu realisasi dari suatu proses pembangunan yang ditujukan untuk masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang harus dilakukan dalam rangka memperoleh serta meningkatkan daya sehingga masyarakat mampu mandiri.

Oleh karena itu, perlu adanya suatu program yang khusus serta lembaga yang dapat digunakan sebagai wadah dalam mengimplementasikan kemampuannya dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan yang mendukung.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda di era modernisasi ini sangat beragam, berbagai macam kegiatan yang berguna untuk mengasah kemampuan dirinya telah banyak terbentuk di kalangan pemuda, melalui kegiatan organisasi, komunitas dan forum.

Organisasi-organisasi kepemudaan sangat penting dalam upaya kegiatan pemberdayaan pemuda untuk memunculkan rasa kepedulian, nasionalisme, mengembangkan kemampuan, minat, bakat, meningkatkan relasi dan pencegahan hal-hal negatif di lingkungan kaum muda. Salah satu organisasi kepemudaan tersebut adalah Karang Taruna.

Menurut Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna dijelaskan bahwa Karang Taruna adalah organisasi sosial kepemudaan yang termasuk dalam gerakan pemuda masa kini untuk mengaktualisasikan dirinya dalam berkarya untuk dirinya sendiri maupun masyarakat.[2]

Pemberdayaan Pemuda di Karang Taruna sendiri menurut peraturan tersebut diartikan sebagai proses pengembangan, peningkatan kemampuan, kesempatan dan kewenangan kepada Karang Taruna untuk memecahkan masalah dan mengembangkan potensinya, melalui pemanfaatan berbagai sumber baik sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya sosial yang ada.

Kebanyakan dari program-program yang ada di lapangan, hanya fokus kepada pemberian model tanpa memperhatikan aspek lain yang penting untuk dibangun atau biasanya pemberdayaan dengan menggunakan pendekatan top down, ada juga pemberdayaan yang memang real berasal dari masyarakat atau karena inisiatif masyarakat itu sendiri yaitu pemberdayaan yang sering disebut dengan pendekatan bottom up.

Kalurahan Tamanmartani merupakan salah satu dari banyak Kalurahan yang ada di Yogyakarta. Terletak di Kapanewon Kalasan, memiliki karakteristik masyarakat yang masih sangat kental dengan kebersamaan dan kekeluargaan.

Kelurahan Tamanmartani sendiri memiliki sebuah organisasi sosial pemuda yang biasa disebut sebagai Karang Taruna Taman Bina Karya. Beberapa kegiatan yang menjadi program kerja Karang Taruna Taman Bina Karya yakni pariwisata, budaya, unit kesejahteraan sosial, pemuda dan olahraga, usaha ekonomi produktif, pendidikan dan pelatihan.

Karang Taruna Taman Bina Karya tumbuh dan berkembang atas dasar adanya kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggung jawab sosial untuk turut berusaha menanganinya.

Selain itu dalam organisasi tersebut para anggotanya terus ditempa guna meningkatkan kemampuan mereka. Kegiatan ini bermanfaat pula untuk melatih agar sifat individualistis tidak tertanam kuat, karena jika tersebut sudah tertanam kuat akan mengakibatkan sifat egois dan mementingkan diri sendiri, kegiatan ini tak kalah menyenangkan jika dapat menyikapi secara tepat.

Berbagai kegiatan sosial seperti bantuan sembako bagi lansia dan menyelenggarakan pelatihan usaha ekonomis produktif bagi pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan. Bantuan sembako tersebut antara lain berupa beras, mie instan, minyak goreng dan telur.

Pada penyaluran bantuan pangan, Karang Taman Bina Karya lebih berperan sebagai organizer, yaitu menghimpun dan mendistribusikan bantuan dari warga masyarakat kepada lanjut para lansia.

Karang Taruna Taman Bina Karya juga berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Tamanmartani terus aktif dalam posyandu lansia. Dalam penerapannya, posyandu untuk lansia tidak berbeda jauh dengan posyandu balita, posyandu ini juga untuk memantau kesehatan para lansia di Kalurahan Tamanmartani.

Sementara di sektor pariwisata Karang Taruna Taman Bina Karya juga membantu mempromosikan berbagai potensi wilayah yang ada di Tamanmartani, diharapkan dengan hal tersebut dapat membawa perubahan hidup masyarakat.

Disisi budaya, para anggota Karang Taruna juga terus melestarikan seni budaya adiluhung yang merupakan warisan leluhur agar jangan punah sampai anak cucu melalui pentas seni dan gelar budaya yang diadakan setiap memperingati berdirinya Tamanmartani.

Namun di masa Pandemi Covid-19 ini yang tengah menjadi fokus Karang Taruna ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan usaha ekonomi produktif di tingkat pemuda, salah satunya dengan mengembangkan Angkringan Taman Bina Karya yang bekerjasama dengan Pemerintah Kalurahan Tamanmartani.

Konsep angkringan ini bertujuan untuk memutar roda ekonomi masyarakat kampung setempat. Agar warga masyarakat mendapatkan pemasukkan tambahan dengan cara menitipkan barang dagangan di angkringan tersebut.

Semua menu makanan yang tersaji adalah titipan dari para ibu rumah tangga, sistemnya pun menggunakan konsinyasi (bayar belakang barang yang terjual). Berbagai menu siap saji pun juga tersedia pada angkringan ini seperti gorengan, sate jeroan, sate telur puyuh, nasi bakar, pisang coklat dan aneka gorengan. Harganya pun bersahabat, mulai dari Rp.3000 seperti aneka gorengan. Untuk operasional sehari-hari dilakukan oleh para anggota Karang Taruna.

Untuk pelaksanaan usaha angkringan dilaksanakan setiap hari dan pada setiap event yang dilaksanakan di Kalurahan Tamanmartani. Angkringan ini buka setiap hari dari mulai 17.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Dengan bermodalkan dua gerobak angkringan, pemuda Taman Bina Karya saat ini sedang berwirausaha menjual makanan dan minuman dengan gerobak tersebut setiap sore hingga malam hari di Balai Kalurahan Tamanmartani.

Gerakannya di bidang usaha ekonomi produktif berarti bahwa semua upaya program dan kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna Taman Bina Karya ditujukan guna mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama generasi mudanya.

Kegiatan-kegiatan positif tersebut diharapkan dapat mengarahkan pemuda Tamanmartani agar lebih dapat mandiri dan terhindar dari berbagai pengaruh atau pergaulan negatif, diantaranya penyalahgunaan narkoba, dan kenakalan remaja.

Untuk memudahkan komunikasi antar para anggota Karang Taruna, ada forum komunikasi melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp Group (WAG), tujuannya untuk berbagi informasi serta saling dukung dalam berbagai kegiatan dan setiap tahun membuat kegiatan bersama.

Aksi cinta lingkungan pun juga ditunjukkan oleh para anggota Karang Taruna, salah satunya dengan cara mengganti wadah daging kurban dari plastik yang hanya sekali pakai menjadi besek. Program ini mereka namakan ‘Bakti Bumi Karang Taruna’.

Dalam aksinya ini pakai para anggota membagikan sekitar 1000 besek ke beberapa wilayah di Kalurahan Tamanmartani. Besek adalah wadah atau tempat yang terbuat dari anyaman bambu bertutup, dan berbentuk segi empat. Di Yogyakarta sendiri besek umumnya digunakan untuk wadah makanan.

Penggunaan besek ini guna untuk mengurangi sampah plastik, dan tentunya untuk selalu menjaga bumi dari pencemaran limbah sampah plastik, selain itu setidaknya upaya ini dapat memperkecil produksi limbah plastik dan juga memberikan peluang bagi usaha kecil menengah khususnya pengrajin besek untuk mendapatkan penghasilan lebih.

Sementara dalam penanganan Covid-19 di Tamanmartani, para anggota Karang Taruna Tamanmartani terus berperan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. Sosialisasi ini terutama disiplin menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Karang Taruna yang mampu menggerakkan generasi muda. Maka Karang Taruna bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengkampanyekan tata cara kehidupan baru dengan selalu menerapkan gaya hidup sehat sesuai protokol kesehatan yang ada.

Di masa pandemi Covid-19 ini, peran Karang Taruna sangat dibutuhkan dalam mengkampanyekan upaya-upaya penanganan Covid-19. Pada awal kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata tak henti-hentinya mengajak para pemuda Karang Taruna untuk membuat gerbang desinfektan dan dibagikan untuk tiap dusun di Tamanmartani. Pembagian gerbang desinfektan ini dibagikan untuk tiap dusun dengan jumlah 20 buah.

Karang Taruna Berprestasi

Karang Taruna Taman Bina Karya pada tahun 2017 berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam lomba Karang Taruna Prestasi yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Karang Taruna Taman Bina Karya berhasil menyisihkan 16 Karang Taruna lainnya yang mewakili Kapanewon dari masing masing

Lomba Karang Taruna Prestasi merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi sampai tingkat Nasional.

Torehan ini pun sangat membanggakan keberhasilan tersebut merupakan kerja keras dan kekompakan dari seluruh pengurus Karang Taruna. Atas perestasinya tersebut Karang Taruna Taman Bina Karya berhak mewakili Kabupaten Sleman untuk maju ke tingkat propinsi DIY.

Penilaian Karang Taruna Prestasi ini terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama tiap peserta mengirim profil Karang Tarunanya masing-masing. Tahap kedua adalah presentasi, dalam tahapan ini peserta menyampaikan program unggulan yang ada. Tahap ketiga adalah pengecekan lapangan.

Adapun beberapa program unggulan Karang Taruna Taman Bina Karya yang masih berjalan sampai saat ini adalah Tamanmartani Peduli. Program di bidang sosial ini aktif membantu warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti lansia terlantar.

Salah satu programnya adalah ‘one day one hundred’, program ini berupa pengumpulan iuran sukarela dari warga untuk disumbangkan kepada lansia terlantar dalam wujud makanan. Melalui aksi sosial ini, setiap hari ada 60 lansia yang dapat dibantu.

Mekanisme program tersebut yakni mengumpulkan dana swadaya masyarakat untuk digunakan membantu para lansia miskin terlantar di desa ini. Bantuan diberikan dalam bentuk makanan setiap hari.

Besaran dana tersebut tidak ditentukan. Warga yang bersedia dapat menyumbang seikhlasnya. Dari aksi kemanusiaan ini bisa terkumpul dana dari masyarakat rata-rata sebesar Rp 2 juta, yang dikumpulkan tiap bulan oleh pemuda karang taruna.

Dana itu kemudian dialokasikan untuk memasak menu yang diolah sendiri oleh warga desa setempat. Setiap hari, para lansia mendapat jatah bantuan satu kali menu makan siang. Selain swadaya masyarakat, program ini juga didukung anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan yang ada di Kalurahan Tamanmartani.

[1] Ambar Teguh. (2004) Kemitraan dan Model-model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media

 

[2] Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna