Nol Korban Jiwa, Berkah ‘Lockdown’ Kalurahan Tridadi

Penyemprotan disinfektan di Kalurahan Tridadi, Sleman. (Foto: Instagram/KalurahanTridadi)

SLEMAN,Tridadi– Pemerintah masih gencar mencegah dan menanggulangi wabah virus corona atau Covid-19. Setiap kota di Indonesia memiliki cara masing-masing, demi menertibkan dan mengedukasi masyarakat. Semua itu demi menjaga keselamatan bersama.

Seperti di Kabupaten Sleman, sebagai kota dengan peringkat pertama terbanyak kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), namun berhasil menjaga persentase tingkat kematian rendah. Seperti yang dilakukan di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman

Lurah Tridadi, H. Kabul Mudji Basuki menjelaskan pada saat awal kasus Covid-19 masuk di DIY, ia berinisiatif membuat gapura desinfektan untuk tiap dusun di Kalurahan Tridadi. “Agar seluruh warga masyarakat yang masuk area Tridadi steril,” katanya.

Selain itu Kalurahan Tridadi juga melakukan ‘lockdown’ atau karantina wilayah akibat mewabahnya virus tersebut. Meskipun pada waktu itu belum ada warga masyarakat yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Kalurahannya dan belum ada banyak pergerakan warga yang pulang kampung, namun penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi.

Menurutnya Kalurahan yang dipimpinnya tersebut menerapkan karantina wilayah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Penyebaran Covid-19 yang makin masif membuat warga resah dan khawatir. Kondisi tersebut membuat warga bertindak untuk melakukan karantina wilayah sendiri.

“Warga sepakat memutuskan lockdown, upaya ini tepat karena mempertimbangan kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Upaya tersebut diklaim membuahkan hasil, hingga saat ini tidak adanya kasus kematian akibat Covid-19 di Kalurahan Tridadi. “Kalau warga yang positif ada, tapi alhamdulillah sampai meninggal, jadi sampai sekarang belum ada kasus warga masyarakat Tridadi yang meninggal akibat Covid-19” jelasnya.

Kabul mengungkapkan jika karantina wilayah sangat berperan dalam mengatasi penularan Covid-19 di wilayahnya, karena dengan adanya karantina wilayah tersebut warga masyarakat dapat dikendalikan, semua warga dapat dipantau pergerakannya.

Namun meskipun Kalurahan Tridadi memberlakukan karantina wilayah, namun itu tidak berdampak pada perekonomian warganya. “Kita tidak membatasi warga masyarakat dalam mencari nafkah, namun karantina wilayah ini hanya untuk memantau pergerakkan warga masyarakat, agar penularan Covid-19 juga dapat dikendalikan,” katanya.

Selain itu pihaknya juga kerap memberikan imbauan untuk setiap warga yang baru pulang dari luar wilayah Tridadi untuk segera melapor.

“Setiap warga masyarakat yang akan masuk di wilayah Tridadi wajib ijin, wajib memakai masker, harus disemprot, dan membawa surat keterangan sehat, seperti surat hasil rapid test, kalau hasilnya negatif baru boleh masuk,” katanya.

Sebelumnya Bupati Sleman telah menerbitkan Surat Edaran nomor 493/00864 tanggal 27 Maret 2020 tentang pemantauan warga yang datang dari Luar DIY dalam rangka pencegahan Covid-19.

Imbauan resmi untuk Kepala Dinas Kesehatan, pemerintah tingkat Panewu hingga rukun tetangga di kampung. Mereka diminta mendata pendatang dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk antisipasi warga yang sakit.

Surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo ini sebagai respons dari pernyataan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X agar setiap daerah melakukan pemantauan terhadap setiap orang yang datang dari luar daerah.

Tak sampai disitu warga masyarakat pun secara mandiri melakukan penyemprotan desinfektan dengan menggunakan truk boks yang dimodifikasi dengan alat penyemprot disinfektan, warga pun berkeliling ke rumah-rumah. Sasarannya adalah penyemprotan di bagian luar rumah.

“Penyemprotan desinfektan dilakukan secara mandiri atas inisiatif warga yang digalang oleh pengurus RT setempat, dan ini menjadi kesadaran bersama agar ikut serta dalam menanggulangi penyebaran virus (penyebab) Covid-19 sehingga warga tetap sehat dan selalu waspada,” ujar” katanya.

Dalam penyemprotan tersebut petugas juga diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dengan penggunaan masker. “Tak hanya lingkungan, kantor Kalurahan pun juga kita semprot desinfektan tiap dua minggu sekali”, katanya.

Untuk pelayanan di Kantor Kalurahan juga telah didesain dengan sistem online, sehingga tidak terjadi penumpukkan warga. ”Kita telah memberlakukan dengan loket, jadi setiap orang yang akan minta pelayanan harus melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp terlebih dahulu, kemudian jika sudah nanti staf Kalurahan akan menerima lewat jendela yang sudah kita desain sehingga tidak bersinggungan langsung,” katanya.

Untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya Covid-19, ia pun kerap memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warganya agar mereka disiplin menggunakan masker. Selain mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan, pihaknya juga tak henti hentinya memberikan pengertian kepada warganya bahwa para penyintas Covid-19 bukan sebuah aib, dan mereka harus diberikan dukungan, agar terus semangat dalam menjalani hidupnya.

“Warga kami berikan pemahaman jika ada warga kita yang melakukan isolasi mandiri itu bukanlah sebuah aib, sehingga mereka jangan dikucilkan tapi harus selalu kita dukung dan berikan semangat,” katanya.

Selain itu Kabul kerap melakukan koordinasi Satgas Covid-19 agar seluruh warga masyarkat yang ada di wilayah Tridadi terpantau.

Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas) pun dibudidayakan untuk mengantisipasi dan meminimalisir penyebaran virus tersebut. Masyarakat supaya tenang, menjaga kebersihan, cukup istirahat, dan tetap berolahraga.

Pada kesempatan tersebut Kabul membeberkan jika kendala terberat dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya adalah saat mengkondisikan para lansia, dirasa berat karena kebanyakan lansia memiliki penyakit bawaan/komorbid.

“Para lansia kami minta untuk rutin memeriksakan kesehatannya di puskesmas untuk antisipasi agar tidak terpapar Covid-19, karena mereka termasuk warga masyarakat yang rentan terpapar, dan sampai sekarang belum ada kasus lansia meninggal akibat Covid-19 di Kalurahan Tridadi,” urainya.

Untuk memantau kesehatan para lansia tersebut, Kalurahan Tridadi rutin menggelar kegiatan posyandu lansia, Dalam posyandu tersebut para kader berperan memberikan informasi kepada lansia tentang perilaku hidup sehat dan menjaga kesehatan selama pandemi berlangsung.

“Tak kalah penting yang harus diperhatikan bagaimana lansia bisa mendapatkan informasi yang tepat dan jelas mengenai Covid-19,” katanya.

Kader juga membagikan masker untuk para lansia, baik yang dibeli sendiri dari kas posyandu maupun dari bantuan lembaga lain.

“Peran lain yang tak kalah penting adalah kerjasama antar stakeholder, seperti dengan pihak RT. Oleh karena cakupan wilayah kecil dan saling berdekatan, maka akan lebih memudahkan dalam memantau kondisi lansia,” katanya.

Kegiatan posyandu lansia tidak hanya mempertahankan kesehatan fisik agar selalu bugar, namun posyandu lansia juga sebagai wadah bertemu dengan teman sebayanya, lansia bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi. Pada masa pandemi ini mereka merasa kesepian karena tidak bisa berkumpul.

Selain memiliki posyandu untuk lansia, Kalurahan Tridadi juga memiliki posyandu untuk balita, para kader posyandu terus melakukan pemantauan kepada balita yang berada di Kalurahan Tridadi selama pandemi Covid-19.

Ia mengatakan bahwa pelayanan posyandu di masa pandemi Covid-19 sekarang ini lebih diperketat. Protokol kesehatan Covid-19 sangat diperhatikan oleh pihaknya setiap melakukan pemeriksaan.

“Pelayanan posyandu dilakukan dengan sangat berhati-hati. Mulai dari sebelum diperiksa hingga setelah pemeriksaan pun akan mengikuti protokol kesehatan yang ada,” katanya.

Alat-alat yang digunakan pun baik sebelum dan setelah digunakan selalu dibersihkan menggunakan desinfektan. Selain itu petugas juga dilengkapi dengan alat pelindung diri yang memadai, mulai dari masker, sarung tangan hingga face shield.

Pemberian gizi pada balita juga menjadi aspek yang semakin diperketat. Makanan yang diberikan bersifat alami bukan instan dan langsung dibungkus.

Ia mengungkapkan dampak luas pandemi ternyata justru merekatkan kegotongroyongan warganya. Upaya saling bantu ini terjadi di semua lini, dengan tidak membeda-bedakan kelompok masyarakat.

“Pandemi Covid-19 tanpa disengaja membuat warga masyarakat Tridadi kompak, yang dulunya pos ronda sepi jadi ramai, rasa kebersamaan ini tidak ditemukan sebelumnya, dengan adanya kekompakan ini tingkat kejahatan seperti pencurian menurun drastis,” jelasnya.

Kampung Tangguh Nusantara

Salah satu Padukuhan di Kalurahan Tridadi juga telah ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Kepolisian Resor Sleman.

Penetapan tersebut karena Kalurahan Tridadi dinilai tangguh dalam menghadapi bencana non-alam yaitu pandemi Covid-19 dengan menguatkan lima hal yaitu keamanan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan tangguh informasi kreatif.

Ia mengatakan untuk mewujudkan program kampung tangguh nusantara perlu dilakukan evaluasi rutin dalam pelaksanaannya. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat tetap bersemangat bersatu padu dalam menghadapi Covid-19.

“Perlu dijalin sinergi dengan berbagai pihak agar dapat mendukung terwujudnya kampung tangguh nusantara,” katanya.

Selain itu, bahwa tujuan dari adanya program Kampung Tangguh Nusantara adalah untuk menjadi pilot project kolaboratif bersama stakeholder dalam melakukan aksi nyata di Desa atau Kalurahan dikarenakan adanya indikasi Covid-19.

“Kampung Tangguh Nusantara merupakan cara bersama untuk mencegah Covid-19 sebagai wujud kesiapan Desa dalam menghadapi pandemi,” katanya.

Ia menjelaskan jika warga masyarakat Tridadi telah memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan aktif yang ditanami berbagai sayuran, menurutnya terciptanya kondisi tersebut merupakan wujud nyata dari sikap kooperatif warga masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan memiliki ketangguhan diantaranya tangguh kesehatan, tangguh sosial ekonomi, tangguh keamanan, tangguh pendidikan, tangguh informasi dan kreatifitas

Dengan dicanangkannya kampung tangguh tersebut, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan ketangguhan masyarakat khususnya di Kalurahan Tridadi dalam mengelola risiko bencana lokal serta dapat lebih meningkatkan kedisiplinan warga dalam mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah penanggulangan wabah Covid-19.

Add Comment