Pemberdayaan Masyarakat Ala PKK Tamanmartani

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman periode 2010-2020, Kustini Sri Purnomo saat membagikan masker kepada para pedagang. (Foto: Pemkab Sleman)

KALASAN, Tamanmartani-Pembangunan pada saat ini telah berkembang sangat pesat di Indonesia. Pembangunan tersebut meliputi berbagai aspek, baik di bidang sosial, politik, ekonomi, maupun pendidikan.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, baik didaerah perkotaan maupun di daerah pedesaan. Pembangunan yang dilakukan di daerah pedesaan tidak kalah berkembangnya dengan pembangunan yang dilakukan di daerah perkotaan.

Seperti yang kita lihat sekarang ini, pemerintah kebanyakan lebih memfokuskan pembangunan hanya pada perkotaan saja, namun seiring berjalannya waktu pemikiran seperti itu lambat laun mulai berubah, dikarenakan pembangunan di pedesaan pun sangat menunjang perekonomian di negara ini. Salah satunya adalah dari faktor pertanian yang sebagai sumber kebutuhan sehari-harinya masyarakat.

Berbagai upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan pembangunan desa. Upaya tersebut dilakukan dengan mengembangkan organisasi-organisasi kemasyarakatan melalui pembinaan kelompok-kelompok, contohnya adalah program PNPM-Mandiri, Program Pengembangan Kecamatan (PPK), dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga.

Dalam hal ini kaum perempuan juga mempunyai bagian untuk terlibat dalam sebuah organisasi tertentu. Mereka pun juga dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa dengan menggerakkan partisipasi masyarakat desa.

Salah satu wadah organisasi perempuan di masyarakat desa dan kelurahan adalah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) . PKK adalah sebuah organisasi kemasyarakatan desa yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan, juga berperan dalam kegiatan pertumbuhan desa.

Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman menjadi salah satu Kalurahan yang berusaha untuk menggerakkan partisipasi masyarakatnya dengan melibatkan peran PKK.

Ketua Tim Penggerak PKK Tamanmartani, Siti Marfu’ah mengatakan jika Kalurahan Tamanmartani terus melaksanakan program PKK, dan terus memberdayakan perempuan lewat program di dalamnya, dengan tujuan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat desa. Pemberdayaan yang diterapkan salah satunya adalah pemberdayaan pengolahan pisang yang dibalut pada kegiatan bernama Sekolah Jumat.

Dipilih pelatihan pisang karena pisang merupakan salah satu buah yang menjadi sumber energi karena mengandung karbohidrat yang sangat tinggi, dengan kandungan yang tinggi dalam buah pisang maka buah pisang menjadi salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh manusia.

“Untuk menghindari kebosanan dalam mengkonsumsi buah pisang, maka ibu ibu kami beri pelatihan berbagai inovasi makanan yang berbahan dasar pisang seperti, nugget pisang, kolak pisang, pisang coklat, dan lain-lain,” katanya.

Pelatihan pembuatan makanan berbahan dasar pisang merupakan salah satu cara yang diberikan kepada masyarakat agar dapat membuat inovasi lain untuk memanfaatkan potensi perkebunan pisang di Kalurahan Tamanmartani.

“Pelatihan ini juga dapat menjadi peluang masyarakat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi desa. Saat ini sebagian besar masyarakat lebih menyukai makanan yang kekinian dengan cita rasa manis dan tampilan yang menarik. Jika pisang yang semula hanya dijual di pasar dengan harga yang murah, maka dengan inovasi buah pisang dibuat menjadi pisang coklat dapat meningkatkan harga jual pisang itu sendiri,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam membuat inovasi-inovasi baru dalam bidang makanan sehingga para konsumen tidak bosan dengan makanan yang sudah biasa disajikan.

Ia membeberkan kegiatan pelatihan tersebut diawali dengan melakukan penyuluhan. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi kepada ibu-ibu mengenai manfaat pisang, kandungan gizi dari buah pisang, dan membagikan selebaran yang berisi tentang cara pembuatan pisang coklat.

“Penggunaan bahan dasar buah pisang karena pisang merupakan buah yang mudah untuk ditemukan, ketersediaannya melimpah, dan kandungan gizi yang sangat baik untuk tubuh,” katanya.

Setelah kegiatan penyuluhan selesai, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan demonstrasi, seperti pembuatan pisang coklat.

langkah-langkah dalam membuat pisang coklat pertama menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, kedua masukkan tepung terigu, gula, telur, dan air sedikit demi sedikit. Kemudian diaduk hingga tercampur rata. Ketiga masukkan 1 sendok sayur adonan dan diratakan ke permukaan teflon. Setelah kulit matang, letakkan di nampan, keempat pisang dikupas dan dipotong memanjang menjadi 4 bagian atau sesuai selera, kelima masukkan coklat bubuk dan gula ke dalam piring kemudian campur hingga rata dan lumuri pisang dengan campuran tersebut, keenam masukkan pisang kedalam kulit lumpia dan gulung seperti membuat risol rekatkan dengan campuran air dan tepung supaya tidak terbuka saat digoreng, dan yang terakhir goreng pisang coklat hingga kuning keemasan.

“Saat menggoreng gunakan api kecil agar tidak cepat gosong. Setelah kuning keemasan, diangkat dan ditiriskan, kemudian disajikan dengan taburan keju diatasnya,” jelansya.

Dengan adanya pemberdayaan wanita melalui berbagai pelatihan tersebut, para ibu rumah tangga memiliki kegiatan yang positif yang tentunya bisa menambah penghasilan keluarga mereka.

“Para ibu yang awalnya hanya mengurus rumah tangga, dan menghabiskan waktu untuk menonton televisi dirumah, serta berbincang-bincang sesuatu yang tidak bermanfaat, sekarang mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, lebih menguntungkan lagi memiliki penghasilan, dan meningkatkan ekonomi keluarga.

Kini warga masyarakat Kalurahan Tamanmartani sadar melalui organisasi PKK mereka dapat lebih produktif. “Meski dengan penghasilan yang tidak terlalu banyak, tapi setidaknya dapat membantu ekonomi keluarga. Uang tersebut biasanya ada yang ditabung, ada juga yang dipakai untuk jajan anak-anaknya dan kebutuhan pribadi para ibu-ibu tanpa harus meminta dari suami.

Sejarah Sekolam Jumat

Sekolah jumat adalah gagasan yang mulai dikembangkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman sejak belasan tahun yang lalu, dan terus dipertahankan hingga sekarang. Ini sebagai langkah untuk merespons pemberdayaan perempuan yang berada di desa-desa.

Memang tidak mudah, namun dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah program ini berhasil menarik simpati warga khususnya ibu rumah tangga. Mereka ingin menjadi perempuan mandiri, dan mampu memberikan sumbangsih untuk keluarganya.

Tujuan dari pelatihan adalah pengayaan keterampilan bagi perempuan, khususnya bagi ibu-ibu untuk hidup mandiri. Kebanyakan peserta sudah mampu menghasilkan produk masing-masing untuk dijual.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman periode 2010-2020, Kustini Sri Purnomo mengatakan upaya pemberdayaan perempuan bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah pembentukan Desa Perempuan Indonesia Mandiri (Prima) untuk meningkatkan perempuan dalam kemandirian ekonomi keluarga.

“Mengasah kemandirian perempuan memang menjadi hal yang terus dilakukan oleh PKK Kabupaten Sleman, termasuk dengan sekolah jumat. Kreatifitas dan keterampilan adalah modal besar yang sejatinya dimiliki oleh setiap perempuan, hanya saja memang dibutuhkan pelatihan supaya bisa berkembang dengan lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya peran PKK di setiap wilayah harus dioptimalkan, agar stigma negatif masyarakat tentang PKK hilang.

“PKK tidak hanya menjadi ajang arisan semata. Tapi juga harus mampu memberdayakan perempuan di desa-desa setempat. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Akan sia-sia kalau kegiatannya hanya arisan saja,” katanya.

Tapi sejauh ini, lanjutnya, PKK di Sleman selalu menjalankan banyak aktivitas yang positif. PKK Sleman rutin mengadakan berbagai pelatihan. Salah satunya ada program sekolah jumat.

Kustini membeberkan pada awalnya sekolah Jumat atau lebih akrab disebut ‘Sekjum’ digelar setiap Jumat di rumah dinas bupati Sleman, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Sekjum identik dengan sekolah keterampilan, yang terdiri dari beragam kegiatan atau keterampilan diantaranya memasak, membuat kotak aneka macam kue, menjahit, merajut, menyulam, membordir, membatik.

Untuk memberikan hasil yang maksimal, dalam sekolah jumat tersebut juga kerap menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk pengadaan narasumber atau pelatihnya, seperti dosen dari UGM, Akademi Kewanitaan, dan para pakar pelaku ekonomi.

Harapannya mereka bisa memberikan ilmu dan pengalamannya sehingga bisa dengan mudah diserap dan diterapkan para peserta sekolah jumat.

Program pelatihan ini sudah berjalan dengan baik di 17 Kepanewon yang berada di Sleman. Melalui sekolah jumat ini banyak masyarakat yang sudah bisa hidup mandiri bahkan sudah ada yang ikut pameran di Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sleman.

Di era globalisasi ini, di tengah-tengah kemajuan teknologi yang sangat cepat sudah seharusnya diimbangi dengan pertumbuhan dan peningkatan kualitas mutu Sumber Daya Manusia yang bukan lagi berangkat dari mindset bukan lagi mencari pekerjaan tetapi bagaimana SDM itu sendiri mampu dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Adapun tuntutan dalam menciptakan lapangan pekerjaan diantaranya yang perlu diperhatikan adalah memiliki skill atau keterampilan di bidang usaha tertentu pandai melihat kebutuhan pasar, dan dapat mengetahui kemampuan ekonomi masyarakat sekitarnya.

“Harapannya, jika ibu-ibu sudah mandiri, mereka dapat membantu pemasukan bagi pendapatan keluarga. Minimal kalau beli kerudung atau bedak tidak perlu minta uang pada suami,” katanya.

Add Comment