Peran Aktif Karang Taruna di Kalurahan Tamanmartani

Para pemuda Karang Taruna Kabupaten Sleman saat sedang memasag spanduk new normal di setiap desa. (Foto: Instagram/ktkabsleman)

KALASAN, Tamanmartani– Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia, sebuah pesan dari sang Proklamator Bung Karno yang memiliki makna mendalam seberapa besar pengaruh dan manfaat pemuda itu.

Dalam kehidupan bermasyarakat peran para pemuda sangatlah vital, berbagai organisasi pemuda seperti Karang Taruna diharapkan dapat menjadi cikal bakal dalam pembentukan suatu wilayah yang maju dengan berbagai inovasinya.

Karang Taruna sebagai lembaga kemasyarakatan baik di tingkat Kabupaten, Kapanewon, maupun Kalurahan tidak hanya sebagai kumpulan remaja-remaja yang mempunyai misi dan tujuan, namun peran mereka juga dapat membantu warga masyarakat sekitar.

Seperti Karang Taruna yang ada di Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, mereka selalu aktif dalam berbagai kegiatan terutama dalam kegiatan sosial masyarakat dan pembangunan desa.

Hampir seluruh kegiatan yang ada di Tamanmartani melibatkan Karang Taruna diantaranya pertemuan rutin, kepanitiaan hari besar, berpartisipasi dalam kegiatan sosial desa, dan berpartisipasi dalam proses pembangunan desa.

Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata mengatakan jika Karang Taruna di wilayahnya tersebut mempunyai peran yang cukup aktif dalam kegiatan sosial maupun pembangunan desa. Jumlah anggota Karang Taruna kurang lebih 20 orang anggota aktif.

“Keanggotaan Karang Taruna ini diikuti oleh generasi muda mulai dari umur 13 tahun hingga 30 tahun. Adapun beberapa anggota yang lebih tua berperan sebagai Pembina, dan sistem kerja dan tanggung jawab Karang Taruna berpedoman pada jabatan masing-masing,” jelasnya.

Sebagai organisasi kepemudaan di desa sudah sepatutnya Karang Taruna membaur di tengah-tengah masyarakatnya dalam kegiatan yang berbau sosial atau gotong royong. “Sebelum ada pandemi Covid-19, mereka selalu berperan aktif dalam kesibukan warganya, dari mulai sibuk hajatan pernikahan maupun hajatan khitanan,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar semua pemuda yang tergabung dalam karang taruna menjadi kompak dan bersatu dalam rangka membantu dan memajukan kampungnya masing – masing.

“Ini kami lakukan agar pemuda menjadi aktif dalam kegiatan masyarakat, dapat berperan positif dalam segala kegiatan, hal ini juga bisa mengurangi hal – hal negatif yang bisa jadi timbul di kalangan anak – anak muda,” katanya.

Sementara dalam penanganan Covid-19 di Tamanmartani, para anggota Karang Taruna Tamanmartani terus berperan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. Sosialisasi ini terutama disiplin menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Karang Taruna yang mampu menggerakkan generasi muda. Maka Karang Taruna bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengkampanyekan tata cara kehidupan baru dengan selalu menerapkan gaya hidup sehat sesuai protokol kesehatan yang ada,” katanya.

Menurut dia, di masa pandemi Covid-19 ini, peran Karang Taruna sangat dibutuhkan dalam mengkampanyekan upaya-upaya penanganan Covid-19.

Gandang menceritakan pada awal kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, ia mengajak para pemuda Karang Taruna berinisiatif membuat gerbang desinfektan dan dibagikan untuk tiap dusun di Tamanmartani.

“Pembagian gerbang desinfektan ini kami membagikan untuk tiap dusun dengan jumlah 20 buah,” jelasnya.

Dibalik pembagian gerbang desinfektan tersebut, katanya, masyarakat menjadi mempunyai rasa untuk mengamankan wilayahnya.

Pentingnya Partisipasi Masyarakat

Partisipasi dari masyarakat ini lah yang dibutuhkan dalam pembangunan di suatu wilayah. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan merupakan salah satu amanat agenda reformasi dalam kerangka demokratisasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Indonesia.

Menurut Isbandi dalam bukunya yang berjudul kesejahteraan sosial (pekerjaan sosial, pembangunan sosial, dan kajian pembangunan yang diterbitkan oleh PT. Raja Grafindo Persada di Jakarta, partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi”.

Sejarah telah mencatat bahwa Indonesia sebagai bangsa telah berhasil melaksanakan pembangunan, namun keprihatinan juga muncul apabila kita mengamati proses pelaksanaan pembangunan di negara kita dimana proses pelaksanaan pembangunan Indonesia dalam kenyataannya belum sepenuhnya diikuti oleh suatu usaha yang serius untuk membentuk suatu keadaan dimana negara menghargai hak-hak dasar dari rakyatnya.

Secara umum pembangunan dalam suatu bangsa adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada bangsa itu sendiri, hal ini pun termasuk bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan masyarakatnya. Pembangunan tanpa disertai langkah-langkah pemberdayaan pada masyarakat untuk bisa berperan aktif, inovatif, dan mandiri sangatlah naif untuk bisa memberi jawaban atas pertanyaan, sejauh mana pembangunan yang telah dicapai Bangsa Indonesia demi kemakmuran dan kesejahteraan yang dicita-citakan bagi rakyatnya.

Upaya pemberdayaan masyarakat, (community empowerment) dalam pembangunan merupakan suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena titik sentral pembangunan pada dasarnya terletak pada rakyat.

Pemerintah meyakini bahwa partisipasi rakyat dalam pembangunan merupakan salah satu prasyarat utama untuk memahami pentingnya partisipasi rakyat dalam pembangunan merupakan langkah maju. Walaupun ada kemauan pemerintah, namun pelaksanaan partisipasi masyarakat dalam pembangunan cukup banyak mengalami hambatan.

Keterlibatan unsur masyarakat secara lebih besar disini maksudnya bukan hanya sekedar keterlibatan fisik, tetapi keterlibatan kepentingan seluruh masyarakat. Dalam upaya meningkatkan keberdayaan, negara dalam hal ini pemerintah, tidak lagi sangat dominan dalam kegiatan pembangunan dan juga bukan sebagai aktor tunggal, serta juga bukan orientasi utama kegiatan pembangunan, artinya kegiatan pembangunan tidak lagi diprioritaskan dalam upaya meningkatkan kejayaan pemerintah (negara).

Prioritas utama kegiatan pembangunan sekarang ini diarahkan pada rakyat, bagaimana meningkatkan keberdayaan rakyat dalam berbagai bidang kehidupan. Pemberdayaan masyarakat desa menurut Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dalam pasal 1 ayat 12 merupakan: “Upaya pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan dan kesadaran serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah prioritas kebutuhan masyarakat desa”.

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu metode gerakan yang digunakan dalam menjalankan pembangunan masyarakat baik dalam aspek ekonomi, sosial budaya, pendidikan, kesehatan, atau kombinasi semua aspek tersebut.

Kehadiran Karang Taruna di Kalurahan sebagai wadah partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda dibidang kesejahteraan sosial hendaknya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Berbagai cara dan upaya perlu dilakukan sehingga karang taruna sebagai organisasi kepemudaan di Kalurahan semakin mantap kedudukannya untuk ikut serta aktif dalam mempersiapkan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang berkualitas tinggi. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor: 77/HUK/2010 Tentang pedoman dasar Karang Taruna.

Karang Taruna merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang diakui keberadaannya dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagaimana tercantum dalam Pasal 38 ayat (1-3), Bab VII tentang Peran Masyarakat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, ayat 1 masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, ayat 2 peran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat dilakukan oleh perseorangan, keluarga, organisasi keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, badan usaha, lembaga kesejahteraan sosial dan lembaga kesejahteraan sosial asing, ayat 3 peran sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dilakukan untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Selain itu Karang Taruna merupakan salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan diri kearah yang positif, dalam hal ini kesejahteraan sosial terutama di bidang pembangunan lingkungan dan negara pada umumnya.

Selain menampung aspirasi Karang Taruna juga berperan sebagai wadah penanaman ras kebangsaan secara nasional, pengembangan potensi diri dan merupakan organisasi yang bergerak dibidang kesejahteraan sosial.

Bentuk-bentuk kegiatan maupun pendekatan yang dilaksanakan dalam proses penanganan berbagai masalah sosial yang menjadi perhatian karang taruna pun semakin kreatif, tidak hanya kegiatan sosial yang dilakukan oleh karang taruna melainkan ada juga keagamaan dan kesenian. Penanganan yang dilakukan oleh karang taruna mulai dari penanganan secara sederhana hingga penanganan yang terencana dan terorganisir dengan baik.

Add Comment