PKK dan Dasawisma Sebagai Ujung Tombak Penanganan Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman periode 2010-2020, Kustini Sri Purnomo saat mengunjungi para pelaku UMKM Sleman. (Foto: Pemkab Sleman)

KALASAN, Tamanmartani– Kesejahteraan keluarga menjadi tujuan utama gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat. Penanganan Pandemi Covid-19, penurunan angka stunting dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi fokus utama yang harus diimplementasikan melalui 10 program pokok PKK.

Dalam penanganan Covid-19 misalnya, perlu kerjasama dari berbagai pihak, termasuk para kader PKK di setiap wilayah. PKK sebagai mitra kerja pemerintah yang hadir hingga lingkungan keluarga diharapkan mampu berperan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, organisasi pemberdayaan masyarakat ini juga diharapkan berpartisipasi mensosialisasikan vaksin aman dan halal kepada masyarakat.

Seperti di Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah Kalurahan Tamanmartani selalu melibatkan peran para anggota PKK.

Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Tamanmartani, Siti Marfu’ah mengatakan PKK Tamanmartani mempunyai cara untuk membantu warga yang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Caranya dengan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang sedang menjalani isolasi.

“Ketika ada salah satu yang positif, maka secara otomatis keluarga pasien ini harus menjalani isolasi selama 14 hari. Sebab, keluarga ada kontak dengan pasien tersebut,” katanya.

Para PKK selalu melakukan koordinasi dengan Satgas di tingkat Kalurahan dan tingkat Kapanewon. Jika Satgas bertugas untuk mengawasi warga selama masa isolasi. Para PKK bertugas untuk memfasilitasi kebutuhan sehari-hari.

Sebab warga yang menjalani isolasi tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena tidak diperbolehkan keluar rumah.

Dijelaskannya, pemberian bantuan untuk keluarga yang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ini merupakan inisiatif dari warga.

Warga secara mandiri berbondong-bondong memberikan bantuan karena merasa berempati dengan keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Dari pihak kecamatan dan Kalurahan pun, lanjutnya, juga turut memberikan bantuan.

“Inisiatif dan swadaya warga mereka membelanjakan kebutuhan sehari-hari dari keluarga yang dikarantina tersebut. Jadi warga ini secara spontan,” tuturnya.

Caranya, keluarga yang menjalani isolasi ketika membutuhkan sesuatu akan menyampaikan dengan aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA). Nanti, warga yang lain akan membelikan kebutuhan itu.

Namun warga yang membelanjakan tetap tidak diperbolehkan untuk bertatap muka langsung saat menyerahkan kebutuhan itu.

“Warga juga tidak diperbolehkan untuk tatap muka langsung, jadi setelah dibelanjakan ditaruh di depan rumah. Warga yang membelanjakan pulang, lalu baru diambil,” jelasnya.

Para anggota pun terus memberikan semangat dan terus memberikan dukungan agar para penderita virus tersebut dapat segera sembuh.

“Kami berusaha menyemangati mereka supaya cepat sembuh, dengan begitu, keluarga tersebut merasa didukung, mereka juga terlihat berbesar hati dan terlihat bergembira,” katanya

Menurutnya, kondisi warga yang menjalani isolasi selama 14 hari dalam keadaan baik dan sehat. “Kondisi semua sehat dan kemarin yang dinyatakan positif dari informasi kondisinya juga baik sudah bisa makan sendiri, hanya tinggal menunggu hasil lab, nantinya kalau hasilnya negatif beliau sudah diperbolehkan keluar rumah kembali,” ujarnya.

Ia mengungkapkan pada awalnya menemukan kesulitan dalam melakukan bantuan tersebut, karena banyak warga masyarakat yang panik ketika mengetahui warganya adanya terpapar Covid-19, namun secara perlahan, Ia dan seluruh kader PKK berusaha menenangkan mereka yang khawatir. “Warga lainnya diajak berbicara dan berikan pengertian bahwa wabah ini adalah suatu musibah,” katanya.

Penyemprotan desinfektan dilakukan untuk memberikan ketenangan dan keamanan bagi warga. “Kami menanamkan paradigma bahwa penyakit ini musibah dan orang yang terpapar virus tersebut harus dibantu, bukan dijauhi,” bebernya.

Untuk itu para anggota PKK pun kerap memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga masyarakat tentang bahaya Covid-19, serta edukasi agar mereka disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“PKK mempunyai kelompok-kelompok kecil yang berbasis RT dan RW, seperti dasawisma, kelompok-kelompok kecil ini dapat menjadi ujung tombak, para anggota dasawisma ini juga kami berdayakan untuk terus melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan” ungkapnya.

Para anggota dasawisma juga tak henti hentinya memberikan pengertian kepada warga masyarakat bahwa para penyintas Covid-19 bukan sebuah aib, dan mereka harus diberikan dukungan, agar terus semangat dalam menjalani hidupnya.

“Warga kami berikan pemahaman jika ada warga kita yang melakukan isolasi mandiri itu bukanlah sebuah aib, sehingga mereka jangan dikucilkan tapi harus selalu kita dukung dan berikan semangat,” katanya.

Seiring waktu, warga masyarakat akhirnya memahami dan berbesar hati untuk saling menguatkan satu sama lain, khususnya bagi keluarga yang sedang tertimpa musibah

Selain itu memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat, para anggota PKK dan dasawisma ini juga terus memaksimalkan langkah strategis, salah satunya melaksanakan pencegahan dari tingkat rumah tangga.

“Di sinilah perempuan memegang peranan penting, yakni memberikan sosialisasi, pemahaman dan edukasi tentang pencegahan dan disiplin penerapan protokol kesehatan bagi seluruh anggota keluarga, sehingga pencegahan dapat dioptimalkan, selain itu perempuan juga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, ekonomi dan utamanya kesehatan keluarga,” terangnya.

Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas) pun terus dibudidayakan untuk mengantisipasi dan meminimalisir penyebaran virus tersebut. Masyarakat supaya tenang, menjaga kebersihan, cukup istirahat, dan tetap berolahraga.

“Jadi ibu-ibu PKK maupun dasawisma harus tetap semangat, jangan menyerah, segala upaya yang sudah dilaksanakan agar terus dimaksimalkan, semoga Covid-19 ini dapat segera berlalu, dan keadaan dapat kembali normal, namun sekarang untuk sementara waktu mari bersama saling melindungi, baik diri sendiri, keluarga dan sesama,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya saat peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 DIY 2016 mengatakan jika PKK harus terus diberdayakan karena PKK mempunyai peran strategis dalam mewujudkan keluarga sejahtera.

“PKK mempunyai kelompok-kelompok kecil yang berbasis RT dan RW, seperti dasawisma, kelompok-kelompok kecil ini dapat menjadi ujung tombak pelaksanaan Sepuluh Program Pokok PKK dan program pemerintah,” katanya.

Seluruh upaya Gerakan PKK harus diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih maju, mandiri, bahagia, sehat, dan sejahtera.

Hal ini tercermin dalam suasana kehidupan keluarga yang saling asah, asih, dan asuh sebagai norma dasar terwujudnya keharmonisan kehidupan keluarga yang didukung kehidupan sosial ekonomi memadai.

Kelompok dasawisma memiliki tugas utama melakukan penyuluhan, penggerakan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, jumlah balita, anggota keluarga yang sakit, jumlah orang yang buta huruf, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, peran aktif kelompok dasawisma menjadi tonggak bagi suksesnya pembangunan sumber daya manusia yang ada di wilayahnya masing masing.

Pengecekkan Kesehatan Lansia

Selain itu PKK Kalurahan Tamanmartani bekerjasama dengan Puskesmas Kapanewon Kalasan juga rutin melakukan pengecekkan kesehatan bagi para lansia, dalam pengecekkan kesehatan ini didampingi tenaga medis, yakni bidan desa. Kegiatan ini dilakukan dengan cara berkeliling ke rumah-rumah warga.

“Dengan pengecekan kesehatan langsung ke rumah-rumah seperti ini, kondisi kesehatan warga khususnya para lansia bisa terkontrol. Karena para lansia merupakan kelompok masyarakat rentan. Mereka pasti akan kesulitan jika harus berangkat sendiri ke Puskesmas atau Rumah Sakit, sehingga langsung kita datangi,” katanya.

Selain mengecek kondisi kesehatan lansia, seperti tensi atau tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah, petugas juga memberikan bimbingan atau konsultasi kesehatan gratis bagi warga, termasuk penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

“Pemeriksaan kesehatan bagi lansia ini dalam upaya meningkatkan kesehatan warga. Pemeriksaan ini rutin dilakukan setiap seminggu sekali,” jelasnya.

Menurutnya adanya pemeriksaan tersebut juga dinilai sangat memudahkan para keluarga lansia, khususnya mereka yang masuk dalam kategori warga kurang mampu.

Jika nantinya, ada warga lansia yang kondisi kesehatannya memburuk, pihaknya akan membantu mengarahkan untuk dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Di Kalurahan Tamanmartani ini ada sekitar 75 lansia. Dari jumlah itu sekitar 50 lansia rentan mengalami gangguan kesehatan atau sakit. Bahkan ada beberapa yang sudah tidak bisa apa-apa karena kondisi kesehatannya yang buruk. Karena itu koperasi berupaya membantu mereka. Termasuk memfasilitasi mereka agar bisa mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah,” katanya.

Ia mengungkapkan peran PKK di setiap wilayah harus dioptimalkan, karena masih banyak stigma negatif masyarakat tentang keberadaan PKK. “PKK jaman now tak hanya soal berkumpul dan arisan, di era terkini PKK memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat,” katanya.

Kader PKK saat ini dituntut untuk mengubah cara berpikir lama tentang PKK. Para anggota PKK harus menguasai teknologi dan mampu menciptakan inovasi agar dapat berperan lebih banyak terhadap keluarga dan masyarakat.

Add Comment