PKK Tamanmartani Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan

Salah satu anggota KTD Ngremboko saat menyiram sayuran. (Foto: Kelurahan Kricak)

KALASAN, Tamanmartani-Dimasa pandemi Covid-19 ini pastinya sempat timbul rasa cemas dan berhati-hati untuk melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah. Ketersediaan pangan sangat menjadi sorotan perekonomian karena menjadi dampak dari Covid-19 ini.

Harga yang naik turun dibarengi dengan kecemasan individu dengan barang-barang atau produk-produk yang beredar di masyarakat menjadikan setiap individu harus berpikir ulang untuk tetap memenuhi ketersediaan pangan demi menjaga keluarga masing-masing.

Selain itu, dampak dari adanya pandemi ini mengakibatkan pendapatan masyarakat menjadi menurun, sehingga sering terjadi kesenjangan dalam pemenuhuhan ekonomi dalam memenuhi ketersediaan pangan.

Salah satu upaya untuk memenuhi ketersediaan pangan yaitu dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Setiap rumah akan memiliki sebingkai tanah yang bisa dimanfaatkan untuk dilakukan penanaman baik di depan rumah, samping rumah, atau belakang rumah.

Untuk menjaga ketahanan pangan, PKK Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pertanian, khususnya sayuran. Pola menanam tanaman cepat panen bisa membantu warga di tengah pandemi Covid-19.

Tujuannya agar lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan bisa ditanami tanaman apa saja. Bisa sayur-sayuran, kolam ikan atau komoditas lainnya.

“Tidak sulit untuk melakukan cara ini, sebab benda-benda yang tak digunakan lagi seperti ember, canting atau wadah bekas lainnya bisa digunakan untuk wadah media tanam.

Menurutnya adanya pandemi memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan keuangan terutama bagi rumah tangga. Maka, perlunya berpikir kreatif seperti, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk ketahanan pangan selama pandemi.

“Dengan adanya pemanfaatan media tanam di pekarangan rumah tentunya, memberikan keuntungan bagi pemilik baik dari segi ekonomi dan kesehatan. Secara ekonomi, membudidayakan ketahanan pangan di pekarangan rumah dapat menghemat pengeluaran apalagi selama pandemi ini. Kesehatan pun didapatkan dari mengonsumsi makanan organik hasil tanam sendiri, yang sudah dipastikan bebas dari bahan kimia berbahaya,” katanya

Selain itu, lanjutnya, menjaga ketahanan pangan saat ini dibutuhkan untuk melawan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 karena sayuran yang diperoleh dari pekarangan rumah sendiri lebih terjamin kualitasnya. Hal ini dikarenakan budidaya sayuran yang diusahakan dengan organik, pengurangan penggunaan pestisida, dan menggunakan pupuk vermikompos.

Oleh karena itu, katanya pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya sayuran sangat penting karena terjaminnya bahan pangan yang bermutu dan higienis. Dengan pemanfaatan pekarangan mengeluarkan biaya sedikit didalam melaksanakan penanaman di dalam pekarangan tersebut akan dapat hasil yang lebih banyak, sehingga dengan usaha memanfaatkan tanah pekarangan tersebut berarti keluarga bersangkutan telah melaksanakan prinsip-prinsip ekonomi didalam meningkatan pendapatan

“Selain menanam sayuran, kami juga mengajak warga untuk memelihara ayam dan kolam ikan. Aktivitas itu bisa mengisi kekosongan selama menjalani seruan pemerintah untuk stay at home,” katanya.

Warga masyarakat pun terus diberikan pengetahuan tentang bagaimana memaksimalkan potensi lahan pekarangan dengan budidaya ikan dan sayuran. Pekarangan, imbuhnya, meski kecil jika dimanfaatkan secara intensif dapat menjadi tempat produksi pangan dan sayuran.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, bisa mempraktekkan di rumah masing-masing di lahannya yang mungkin masih kosong. Ilmu yang diperoleh harapan kami juga tidak berhenti sampai disini, bisa dibagikan ke teman ataupun tetangga,” imbuhnya

Ia mengungkapkan jika sayuran yang telah ditanam di pekarangan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk dimasak sehari-hari maupun dapat dijual.

“Jadi makan apa yang kita tanam, tanam apa yang kita makan, ketahanan pangan tidak hanya mengenai pemenuhan kebutuhan tubuh pada setiap jiwa di keluarga, tetapi juga berkaitan erat dengan bagaimana ekonomi lokal bergerak, karena besarnya kontribusi sektor pertanian ke perekonomian daerah,” katanya.

Selain pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan, para anggota PKK Tamanmartani juga menyarankan warga masyarakat untuk beternak ikan dengan memanfaatkan barang bekas seperti ember atau wadah besar lainnya.

“Kami menyarankan lele dan nila karena kedua ikan ini adalah sebagai sumber protein dalam ketahanan pangan, kedua ikan ini memiliki nilai gizi yangcukup tinggi,” katanya.

Selain itu, tambahnya perawatan ikan lele dan nila juga tidak memerlukan biaya yang besar dan tergolong lebih mudah dibandingkan ikan jenis lainnya.

“Pandemi Covid-19 membuat semua sektor usaha berhenti bergerak, seperti usaha kuliner dan kegiatan kampus terhenti yang membuat usaha-usaha kecil dan roda ekonomi juga berhenti,” jelasnya.

Sementara untuk pemasarannya, para anggota PKK Tamanmartani mengajak warga masyarakat untuk memanfaatkan teknologi, yakni dengan cara pemasaran produk melalui media online.

“Biasanya melalui media sosial seperti facebook, dan instagram, selain itu kami juga memanfaatkan aplikasi pesan singkat Whatsapp,” bebernya.

Ia mengungkapkan jika di masa pandemi ini, banyak orang mencari barang lewat online di media sosial. Harus kreatif memanfaatkan jualan online.

“Hal ini adalah ikhtiar meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga warga dengan menghasilkan produk yang lebih bernilai tambah ketimbang hanya menjual hasil panen secara langsung,” ujarnya.

Pelatihan Kewirausahaan

Kalurahan Tamanmartani juga kerap melakukan pelatihan kewirausahaan beberapa waktu lalu Kalurahan ini mengadakan penyuluhan ternak burung berkicau. Dalam acara ini diikuti oleh para peternak, calon peternak, dan pecinta burung.

Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata menjelaskan alasannya mengapa ia memilih pelatihan peternakan dengan topik burung berkicau khususnya lovebird dan kenari, karena banyaknya minat warga Tamanmartani yang gemar akan burung berkicau dan penangkaran,

“Kenapa burung, pertama karena saya melihat di desa ini banyak penggemar burung. Beberapa ada yang sudah jadi peternak, ada yang sudah cukup lama, ada yang baru mulai, ada yang baru punya keinginan tapi masih bingung bagaimana memulainya. Yang sudah mulai juga mengaku pengetahuannya secara umum masih kurang,” ujarnya.

Menurutnya kegiatan tersebut adalah sebagai salah satu cara untuk mengembangkan minat masyarakat yang mana hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan dalam bidang hobi dan penangkaran burung berkicau.

Ia berharap dengan adanya penyuluhan penangkaran burung berkicau mempunyai harapan dan titik terang menuju ke arah yang lebih baik dari segi ilmu pengetahuan maupun kesejahteraan serta untuk kedepannya dapat berjalan dengan lancar.

Add Comment