PKK Tamanmartani Gencar Lakukan Keamanan Pangan di Desa

Sebanyak 103 kader TP PKK Kabupaten Sleman mendapatkan penghargaan atas peran serta dalam mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Sleman.. (Foto: Pemkab Sleman)

KALASAN, Tamanmartani-Peredaran produk pangan lintas daerah berkontribusi dalam meningkatkan risiko terhadap masalah keamanan pangan yang juga akan berdampak kepada masalah kesehatan dan perekonomian. Sehingga dipandang perlu adanya upaya yang menyentuh strata perdesaan, yaitu upaya untuk memberdayakan masyarakat atau komunitas desa dalam memperkuat ekonomi desa dengan program keamanan pangan (food safety) desa.

Upaya ini ditempuh melalui kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman dan bermutu sampai tingkat perseorangan, serta memperkuat ekonomi desa dengan meningkatkan daya saing usaha pangan desa, melalui Gerakan Keamanan Pangan Desa.

Gerakan Keamanan Pangan Desa diinisiasi oleh Badan POM dimulai dari tahun 2014. Pada tahun 2014 gerakan ini dikenal dengan istilah Food Safety Masuk Desa.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan keluarga (PKK) Kalurahan Tamanmartani, Siti Marfu’ah mengatakan jika PKK Tamanmartani kerap melakukan monitoring kesehatan makanan yang ada di wilayah Tamanmartani.

“Kita kerap melakukan sidak di sekolah-sekolah, kita ambil sampel beberapa makanan lalu kita lakukan tes di laboratorium, sebelumnya ketika bulan Ramadhan, kita juga kerap melakukan pengecekkan makanan takjil di Masjid-masjid Tamanmartani,” katanya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa makanan kepada anak harus memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Gizi seimbang tersebut meliputi karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup. Bahkan, pemenuhan gizi seimbang tersebut sudah harus dibiasakan sejak usia kehamilan telah mencapai empat bulan.

“Anak perlu dibiasakan makan ikan supaya anak cerdas, karena kandungan omega 3 yang tinggi pada ikan,” jelasnya.

Untuk itu, katanya, ia dan anggota PKK Tamanmartani selalu memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat Tamanmartani agar tidak membiasakan anak untuk jajan sembarangan.

“Kami kerap melakukan sosialisasi terkait keamanan pangan, jadi warga masyarakat kami undang lalu kita jelaskan bahaya mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, selain itu kami juga meminta agar para orang tua memberikan bekal kepada anak-anaknya sehingga mereka tidak jajan sembarangan,” katanya.

Selain sehat, produksi pangan rumah tangga yang berkualitas mampu meningkatkan kesejahteraan”Kalau orangtua memberikan bekal makanan kepada anak-anaknya pasti akan lebih irit dibandingkan memberikan untuk jajan,” katanya.

Dengan bekal makanan tersebut, para orang tua juga bisa mencoba berbagai masakan yang diharapkan membuka peluang bisnis makanan rumahan.

“Kalau kita sering membawakan anak kita bekal makanan, kita kan jadi sering masak, disitu kita jadi mengetahui masakan yang enak dan tidak, kalau kita masaknya enak, kita jadi tidak minder untuk menjual hasil masakan kita untuk orang lain,” ungkapnya.

Produksi pangan rumah tangga yang berkualitas mampu meningkatkan kesejahteraan, di samping menyehatkan. Keamanan pangan dalam proses produksi pangan rumah tangga sangatlah penting.

“Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Oleh karena itu, industri pangan memegang peran penting dalam beredarnya pangan yang memenuhi standar mutu dan keamanan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” ujarnya.

Ia menuturkan, dengan menghasilkan pangan bermutu dan aman untuk dikonsumsi, kepercayaan masyarakat niscaya akan meningkat dan industri pangan yang bersangkutan akan berkembang pesat.

“Dengan berkembangnya industri pangan yang menghasilkan pangan bermutu dan aman untuk dikonsumsi serta sudah mendapatkan izin kelayakan maka produk pangan rumahan ini akan meluas pangsa pasarnya. Tidak hanya di pasar tradisional saja, akan tetapi juga dapat dipasarkan di hotel-hotel dan supermarket. Dengan demikian, pelakunya dapat terangkat secara ekonomi,” terang.

Aktif Dalam Posyandu

Selain melakukan pengetesan makanan di beberapa tempat, PKK Tamanmartani juga aktif dalam kegiatan posyandu, kegiatan ini bertujuan agar para balita di Kalurahan Tamanmartani dapat terpantau kesehatannya, terlebih memantau agar balita tidak mengalami stunting.

Untuk diketahui Stunting merupakan permasalahan gizi kronik yang mengakibatkan tumbuh kembang anak terhambat. Hal ini dapat terlihat dari perawakan anak yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata anak seusianya.

Anak-anak yang mengalami stunting akan mengalami keterlambatan dalam perkembangan kognitif dan motorik sehingga mempengaruhi produktivitasnya saat dewasa.

Selain itu, anak yang mengalami stunting juga memiliki berisiko menderita penyakit kronis dan tidak menular seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung pada saat dewasa. Hal tersebut tentunya akan membebani negara terutama akibat meningkatnya pembiayaan kesehatan.

Dalam kegiatannya, para kader rutin melakukan monitoring di lapangan yang berhubungan dengan tumbuh kembang balita.

“Kami selalu melakukan monitoring untuk deteksi awal pada balita, deteksi awal itu terkait dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi seiring berjalannya usia, sehingga jika ditemukan masalah atau abnormalitas pertumbuhan anak di usia 0 sampai 23 bulan dapat terdeteksi di posyandu,” katanya.

Selain itu, dengan program yang ada di posyandu para ibu-ibu bisa diberdayakan untuk selalu memperhatikan kesehatan anak dan keluarganya.

“Para ibu hamil dianjurkan untuk rutin mengikuti kelas ibu hamil agar ibu dan calon anak sehat serta terhindar dari risiko stunting,” katanya.

Demikian pula pada remaja, mereka ditekankan untuk mengkonsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur agar terhindar dari Anemia (kurang darah). Konsumsi TTD bermanfaat sekaligus untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan sebagai persiapan menjadi calon ibu kelak yang sehat.

Jadi, katanya, selain kegiatan pemantauan tumbuh kembang, juga disediakan kegiatan-kegiatan yang bersifat diseminasi informasi tentang gizi seimbang dan ASI eksklusif di posyandu, pemberian makanan bayi dan anak (PMBA), yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif ibu balita dalam mencegah stunting pada balitanya.

“Jika ditemukan balita yang mengalami masalah gizi termasuk stunting, kader akan melaporkan kepada bidan desa dan merujuk kepada puskesmas agar mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Selama pandemi Covid-19, para kader posyandu pun terus melakukan pemantauan kepada balita yang berada di Kalurahan Tamanmartani. Dalam penerapan Protokol kesehatan Covid-19 pelayanan posyandu juga lebih diperketat.

“Pelayanan posyandu dilakukan dengan sangat berhati-hati. Mulai dari sebelum diperiksa hingga setelah pemeriksaan pun akan mengikuti protokol kesehatan yang ada,” katanya.

Alat-alat yang digunakan pun baik sebelum dan setelah digunakan selalu dibersihkan menggunakan desinfektan. Selain itu petugas juga dilengkapi dengan alat pelindung diri yang memadai, mulai dari masker, sarung tangan hingga face shield.

Pemberian gizi pada balita juga menjadi aspek yang semakin diperketat. Makanan yang diberikan bersifat alami bukan instan dan langsung dibungkus.

Ia mengungkapkan dampak luas pandemi ternyata justru merekatkan kegotongroyongan warganya. Upaya saling bantu ini terjadi di semua lini, dengan tidak membeda-bedakan kelompok masyarakat.

“Pandemi Covid-19 tanpa disengaja membuat warga masyarakat Tamanmartani kompak, yang dulunya pos ronda sepi jadi ramai, rasa kebersamaan ini tidak ditemukan sebelumnya, dengan adanya kekompakan ini tingkat kejahatan seperti pencurian menurun drastis,” jelasnya.

Ia mengungkapkan jika koordinasi antara PKK Tamanmartani dengan Pemerintah Kalurahan Tamanmartani berjalan dengan baik, ini dibuktikan dengan seringnya Kalurahan Tamanmartani memberikan pelatihan terhadap para Kader PKK.

“Pihak Kalurahan kerap memberikan pelatihan kepada kami, salah satunya pelatihan deteksi dini dan penanggulangan stunting. Acara ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam penanggulangan stunting dan untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahayanya stunting. Peningkatan kapasitas kader sangat penting dilakukan untuk mengatasi masalah stunting,” ungkapnya.

Pelatihan kader PKK se Kalurahan Tamanmartani membahas mengenai pentingnya komunikasi terapeutic untuk para kader agar mampu memberikan komunikasi yang efektif. Selain itu mengenai bagaimana melakukan deteksi dini pada permasalahan gizi anak serta cara menyajikan mpasi untuk bayi.

Pelatihan kader sangatlah penting karena mereka memiliki peran penting dan juga merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat.

“Peran kader adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan oleh karena itu pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan keterampilan kader,” jelasnya.

Pengecekkan Kesehatan Lansia

Selain itu PKK Kalurahan Tamanmartani bekerjasama dengan Puskesmas Kapanewon Kalasan juga rutin melakukan pengecekkan kesehatan bagi para lansia, dalam pengecekkan kesehatan ini didampingi tenaga medis, yakni bidan desa. Kegiatan ini dilakukan dengan cara berkeliling ke rumah-rumah warga.

“Dengan pengecekan kesehatan langsung ke rumah-rumah seperti ini, kondisi kesehatan warga khususnya para lansia bisa terkontrol. Karena para lansia merupakan kelompok masyarakat rentan. Mereka pasti akan kesulitan jika harus berangkat sendiri ke Puskesmas atau Rumah Sakit, sehingga langsung kita datangi,” katanya.

Selain mengecek kondisi kesehatan lansia, seperti tensi atau tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah, petugas juga memberikan bimbingan atau konsultasi kesehatan gratis bagi warga, termasuk penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

“Pemeriksaan kesehatan bagi lansia ini dalam upaya meningkatkan kesehatan warga. Pemeriksaan ini rutin dilakukan setiap seminggu sekali,” jelasnya.

Menurutnya adanya pemeriksaan tersebut juga dinilai sangat memudahkan para keluarga lansia, khususnya mereka yang masuk dalam kategori warga kurang mampu.

Jika nantinya, ada warga lansia yang kondisi kesehatannya memburuk, pihaknya akan membantu mengarahkan untuk dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Di Kalurahan Tamanmartani ini ada sekitar 75 lansia. Dari jumlah itu sekitar 50 lansia rentan mengalami gangguan kesehatan atau sakit. Bahkan ada beberapa yang sudah tidak bisa apa-apa karena kondisi kesehatannya yang buruk. Karena itu koperasi berupaya membantu mereka. Termasuk memfasilitasi mereka agar bisa mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah,” katanya.

Ia mengungkapkan peran PKK di setiap wilayah harus dioptimalkan, karena masih banyak stigma negatif masyarakat tentang keberadaan PKK. “PKK jaman now tak hanya soal berkumpul dan arisan, di era terkini PKK memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat,” katanya.

Kader PKK saat ini dituntut untuk mengubah cara berpikir lama tentang PKK. Para anggota PKK harus menguasai teknologi dan mampu menciptakan inovasi agar dapat berperan lebih banyak terhadap keluarga dan masyarakat.

 

Add Comment