Tamanmartani Buat Ratusan Sumur Resapan

KALASAN,Tamanmartani-Air merupakan sumberdaya yang mutlak diperlukan dan mempunyai manfaat besar bagi kehidupan makhluk hidup, tidak hanya manusia melainkan juga bagi tumbuhan dan hewan.

Manusia menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari kebutuhan domestik, seperti: minum, mandi, masak dan cuci, hingga pertanian, peternakan, serta industri. Sumber air yang dimanfaatkan berasal dari air permukaan dan air tanah.

Air permukaan merupakan air yang terdapat dalam sungai, waduk, rawa, dan badan tubuh air yang tidak mengalami infiltrasi masuk ke dalam tanah. Sedangkan air tanah merupakan air yang terdapat di wilayah zona jenuh, dimana letaknya di bawah permukaan tanah. tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Karena air merupakan sumber daya alam yang paling utama untuk manusia kelestarian air pun perlu dijaga agar kuantitas dan kualitas air tetap terjaga dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu upaya dalam menjaga kelestarian air adalah dengan cara melakukan konservasi air.

Kebutuhan air di Indonesia yang sebagian besar dipasok dari air tanah, harus diimbangi dengan ketersediaan air tanah dimana ketersediaan air tanah tergantung dengan ketersediaan daerah untuk meresapkan air ke dalam tanah.

Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 ayat 3 dijelaskan bahwa sumber daya air merupakan bagian dari kekayaan alam yang dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Negara Indonesia sendiri mempunyai ketersediaan air yang melimpah dibandingkan negara- negara yang berada di benua Afrika, tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan air dan harus berjalan berkilo- kilo meter untuk mendapatkan air.

Meskipun pengelolaan sumber daya air sudah diatur dalam konstitusi negara, akan tetapi tingkat kesadaran Indonesia dalam menghargai sumber daya air masih kurang. Untuk itu, penting bagi masyarakat Indonesia untuk mengetahui tentang konservasi sumber daya air agar ketersediaan air yang ada dapat digunakan dengan optimal dan terjaga kelestariannya.

Seperti yang dilakukan Lurah Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Gandang Hardjanata, berangkat dari kepeduliannya terhadap lingkungan, ia berinisiatif membuat sekitar ratusan sumur resapan di wilayahnya.

Pembuatan sumur resapan ini juga didasarkan karena mayoritas warganya menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya.

“Nah kalau kita tidak mengembalikan air itu kembali ke tanah, air tanah itu kuantitasnya akan turun. Jika air tanah itu habis, dan warga masyarakat Tamanmartani haurs beli air, apa tidak membuat mereka semakin terpuruk,” katanya.

Gandang menyebut pengelolaan air tanah dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air permukaan. “Jika penggunaan air tanah tidak diatur, air permukaan akan turun ke dalam,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pengguna air permukaan seperti rumah tangga akan kesulitan mengakses air.

Menurutnya sumur resapan merupakan teknologi sederhana yang dapat dibuat oleh masyarakat secara mandiri untuk mengonservasi air hujan. Apalagi air hujan merupakan salah satu sumber air bersih yang bagus dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sehingga sangat disayangkan melihat air hujan yang melimpah namun tidak dimanfaatkan dan hanya mengalir ke drainase,” kata dia.

Selain itu, sumur resapan juga bisa mencegah terjadinya bencana banjir serta memperbaiki struktur tanah. “Sumur resapan bisa menjadi sarana memperbaiki kualitas sumber air bersih di dalam tanah,” katanya.

Untuk diketahui sumur resapan adalah salah satu konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai sumur galian dengan kedalaman tertentu. Sumur resapan ini kebalikan dari sumur air minum.

Sumur resapan merupakan metode buatan untuk meningkatkan sumber air tanah. Sumur resapan mampu mengumpulkan, menangkap dan meresapkan air hujan ke dalam tanah.

Yang tidak kalah penting lagi khususnya di kota besar, manfaat sumur resapan adalah mencegah penurunan tanah dan mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah

Nantinya, air tersebut akan meresap ke tanah yang dapat menyimpan air. Air yang terkumpul di lapisan akuifer dapat digunakan selama musim kemarau untuk mengisi sumur dangkal atau meningkatkan aliran mata air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di hilir sungai.

Berbeda dengan sumur air minum yang berfungsi untuk menaikkan air tanah ke permukaan, sumur resapan merupakan lubang untuk memasukkan air ke dalam tanah.

“Manfaat utama dari sumur resapan adalah untuk mempertahankan aliran permukaan sehingga dapat mencegah banjir sekaligus mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah. Sumur resapan juga dapat mengurangi erosi dan menahan intrusi air laut untuk daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai,” ujarnya.

Dalam pengerjaannya, pembuatan bangunan konservasi air ini sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat sekitar sehingga selain masyarakat mendapatkan manfaat ekologi dari adanya sumur resapan, juga mereka mendapatkan manfaat ekonomi.

“Dengan adanya pembangunan sumur resapan, air hujan menjadi bermanfaat karena dapat diresapkan ke dalam tanah dan air yang meresap dapat digunakan kembali di musim kemarau, dan juga halaman rumah menjadi tidak becek karena aliran air hujan tidak menggenang dan langsung masuk ke dalam sumur resapan.” Katanya.

Selain memiliki fungsi pengendalian air di musim hujan, sumur ini juga berguna untuk memperbaiki debit air tanah. Pembangunan sumur resapan dapat menjadi salah satu solusi efektif di musim kemarau. Sumur resapan bisa mencegah kekeringan dan krisis air bersih saat musim kemarau.

“Sumur resapan termasuk salah satu bangunan drainase yang tidak hanya mampu menurunkan genangan pada saat hujan, tetapi juga mampu menambah cadangan air tanah yang dapat dimanfaatkan pada saat musim kemarau,” katanya.

Dengan demikian pembangunan sumur resapan berdampak pada berkurangnya ancaman kekeringan dan krisis air bersih. “Pemerintah perlu menekankan pembangunan sumur resapan di daerah-daerah rawan kekeringan,” katanya.

Gandang menuturkan jika sumur resapan dapat dibuat dengan teknologi yang sangat sederhana. “Konstruksinya sangat mudah dibuat. Cukup dengan membuat sumur sedalam kurang lebih tiga meter, dengan dinding sumur dari bis beton. Harganya juga terjangkau,” katanya.

Idealnya setiap rumah memiliki minimal satu sumur resapan. Ukurannya tergantung pada besar kecilnya rumah. “Sumur resapan tersebut nantinya akan menyimpan air hujan ke dalam tanah,” katanya.

Ketersediaan Sumberdaya Air

Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang mempunyai pertambahan penduduk yang tinggi. Jumlah penduduk yang meningkat di Kabupaten Sleman setiap tahunnya mempengaruhi kebutuhan penduduk akan sumberdaya air yang meningkat pula. Apabila ketersediaan air tidak mencukupi penduduk di Kabupaten Sleman, maka akan terjadi permasalahan ketersediaan sumberdaya air.

Jumlah penduduk yang meningkat di Kabupaten Sleman juga mendorong suatu pembangunan, seperti pembangunan permukiman dan perumahan. Pembangunan tersebut menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Sleman yang berakibat pada peningkatan limpasan permukaan, sehingga apabila air yang masuk ke dalam tanah jumlahnya sedikit maka dapat menyebabkan jumlah air tanah berkurang dan terjadi bencana banjir.

Selain pembangunan, aktivitas penduduk di Kabupaten Sleman sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya jumlah air tanah. Beberapa aktivitas penduduk di Kabupaten Sleman, seperti memasak, mandi, mencuci, dan sebagainya membutuhkan air tanah untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Penggunaan air tanah secara terus menerus tanpa memperhatikan kondisi lingkungan di Kabupaten Sleman mengakibatkan terjadi penurunan muka airtanah yang berdampak pada berkurangnya jumlah air tanah yang tersimpan di dalam akuifer.

Kondisi ini diperburuk oleh adanya kegiatan seperti industri dan hotel yang memanfaatkan airtanah dalam skala cukup besar. Jumlah hotel di Kabupaten Sleman cukup banyak dan jumlah industri di Kabupaten Sleman setiap tahun bertambah.

Kabupaten Sleman juga merupakan wilayah bentuklahan asal proses vulkanik yang dicirikan dengan adanya Gunungapi Merapi yang masih aktif, dimana keberadaan gunungapi menjadikan tanah subur dan keberadaan gunung api sangat berperan dalam siklus hidrologi, terutama dalam menjaga keseimbangan sumberdaya air

Beberapa tahun yang lalu Pemerintah Kabupaten Sleman telah mewajibkan setiap perumahan yang berada di wilayah Sleman untuk menyediakan ruang resapan air guna optimalisasi penghijauan ruang publik.

Bagi perumahan, aturan ini sifatnya wajib, sedangkan bagi masyarakat yang telah membangun rumah sangat diharapkan untuk turut berpartisipasi menyediakan ruang resapan air.

Setiap kavling harus menyediakan ruang resapan air 30 persen luas lahan di luar kawasan resapan air dan 40 persen luas lahan di kawasan resapan air yang digunakan untuk ruang terbuka.

Pemerintah Kabupaten Sleman telah menentukan luasan kavling di wilayah perkotaan di luar daerah resapan air yang dipersyaratkan minimal 125 meter persegi dan yang di kawasan resapan air 200 meter persegi dan untuk kawasan pedesaan yang di kawasan resapan air batas minimal kavling 500 meter persegi dan di luar kawasan resapan air luas kavling minimal 200 meter persegi.

Seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan untuk memanfaatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dengan menghijaukan lingkungan di sekitar dengan menanami lahan yang ada dengan berbagai jenis tanaman, serta menjaga dan mempertahankan daerah resapan air.

langkah yang terlihat sederhana pun bisa memberi pengaruh signifikan bagi ketersediaan air jika dilakukan bersama-sama. Misalnya menggiatkan penanaman pohon di pinggir sungai, halaman rumah, atau lokasi lainnya.

Kabupaten Sleman memiliki fungsi sebagai daerah penyangga air bagi Kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya untuk menjaganya harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat dan nampaknya masyarakat Sleman semakin meningkat kepeduliannya yang dibuktikan dengan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang mampu mengelola sampah dan limbah secara mandiri.