Tamanmartani Kalurahan Terbaik se Kabupaten Sleman

Peresmian shelter Covid-19 di Kantor Kalurahan Tamanmartani, shelter ini untuk memberikan fasilitas isolasi bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala. PEMKAB SLEMAN

KALASAN, Tamanmartani-Upaya Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman dalam memutus penyebaran penularan Covid-19 di wilayah tersebut membuahkan hasil yang membanggakan.

Beberapa waktu lalu, Kalurahan yang dipimpin oleh Lurah Gandang Hardjanata ini berhasil meraih juara terbaik pertama dalam lomba Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2021.

Kegiatan Penilaian Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (EPDesKel) Tingkat Kabupaten pada 2021 ini diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman.

Lomba yang mengangkat tema “Desa dan Kelurahan Bangkit, Sehat, Maju dan Sejahtera di Masa Pandemi Covid-19” ini diikuti oleh seluruh perwakilan Kalurahan di tiap Kapanewon yang ada di Sleman.

Lomba tersebut diadakan berdasarkan Permendagri No.81/2015 tentang EPDesKel. Tujuannya untuk mengetahui capaian yang ada di Kalurahan selama kurun waktu satu tahun dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat pada aspek penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan serta kemasyarakatan.

“lomba tersebut mengundang 17 Kalurahan yang ditunjuk untuk mewakili 17 Kapanewon. Masing-masing Kalurahan mengirimkan 5 orang perwakilan yang terdiri Lurah, pamong, BPK dan Tim Penggerak PKK Kalurahan,” Kata Kepala DPMK Sleman Budiharjo.

Dari jumlah tersebut, dipilih lima terbaik di mana Kalurahan Tamanmartani meraih terbaik pertama dan berhak memperoleh uang pembinaan Rp110 juta, untuk juara terbaik kedua diraih oleh Kalurahan Widodomartani dan memperoleh uang pembinaan Rp60 juta, juara terbaik ketiga adalah Kalurahan Sardonoharjo, Kalurahan ini memperoleh uang pembinaan Rp 30 juta.

Untuk harapan satu diraih Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan dengan uang pembinaan Rp 25 juta dan harapan 2 Kalurahan Madurejo, Prambanan dengan uang pembinaan Rp 15 juta.

Lurah Gandang mengatakan raihan prestasi tersebut bukan untuk Kalurahan namun dipersembahkan untuk warga masyarakat Tamanmartani. Ia berharap kemenangan tersebut dapat mendorong warga untuk tetap menjaga semangat dalam menghadapi covid 19 ini.

Ia menceritakan pada saat awal kasus Covid-19 masuk di Daerah Istimewa Yogyakarta, ia berinisiatif membagikan gerbang desinfektan untuk tiap dusun di Tamanmartani. “Pembagian gerbang desinfektan ini kami bagikan untuk tiap dusun dengan jumlah 20 buah,” jelasnya.

Dibalik pembagian gerbang desinfektan tersebut, katanya, masyarakat menjadi mempunyai rasa untuk mengamankan wilayahnya.

“Nilai yang diambil bukan terus disemprot terus bebas dari Covid-19, tapi dengan adanya gerbang desinfektan tersebut masyarakat bangkit untuk menjaga kawasan. Kebersamaan inilah yang penting, kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat, agar mereka merasa aman salah satunya adalah dengan gerbang desinfektan,” katanya.

Setelah itu ia membentuk posko Covid-19, posko ini untuk memantau setiap orang yang keluar dan masuk di tiap tiap dusun.

“Posko Covid-19 ini untuk memberikan akses keluar masuk bagi warga, baik itu warga dari luar dusun tersebut, karena pada waktu itu seluruh warga menutup akses masuk di wilayahnya,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya dengan adanya posko Covid-19 tersebut, seluruh warga baik yang keluar dan masuk bisa terdata.

“Jadi kita bisa pantau seluruh warga masyarakat melalui posko tersebut, jika ada warga yang sakit namun rumahnya tidak memungkinkan untuk tempat isolasi, kita sarankan melakukan isolasi di tempat isolasi yang telah disediakan di tiap desa,” katanya.

Sampai sekarang posko Covid-19 ini masih tetap berjalan dengan baik, warga pun juga mendapat bantuan dari relawan rescue, dan anggota Linmas.

“Relawan rescue ini rutin melakukan penyemprotan desinfektan, jadi jika ada laporan bahwa warga kami ada yang terkonfirmasi positif, maka rumahnya langsung di semprot oleh relawan rescue ini, untuk penjagaannya dilakukan oleh anggota Linmas,” katanya.

Untuk petugas Linmas, tambahnya, juga sering melakukan operasi simpatik, dalam operasi ini anggota linmas juga membagikan masker. “Jadi sekali operasi biasanya para anggota linmas membagikan sampai 5 dus masker untuk warga masyarakat,” katanya.

Sementara dari pihak Kalurahan membantu bahan makanan untuk seluruh anggota keluarga yang melakukan karantina di rumah mereka.

“Bahan makanan ini kami peruntukkan untuk korban dan seluruh anggota keluarganya, jadi meskipun di satu rumah yang terkonfirmasi positif hanya satu, tapi di rumah tersebut ada lima orang, kami siapkan bantuan tersebut untuk 5 orang” bebernya.

Ia mengungkapkan jika bantuan tersebut terdiri dari 3 kilo beras untuk satu orang, 1 kilo telur ayam, dan vitamin seperti vitamin C dan E. “Sementara untuk sayur-sayuran swadaya dari masyarakat sekitar, alhamdulillah setiap warga di Kalasan sudah berbudaya seperti itu” jelasnya.

Gandang pun juga menggandeng Koperasi Tamanmartani yang dibantu oleh Yayasan Damandiri untuk menyalurkan bantuan 500 paket sembako kepada 500 warga di 22 padukuhan di Kelurahan Tamanmartani yang terdampak Covid 19, setiap paket sembako senilai 100 ribu rupiah seperti Beras,minyak Goreng, dan gula pasir.

“Bantuan sosial ini tepat sasaran, karena daftar nama yang masuk dan dikirimkan kepada koperasi merupakan daftar nama dari Tim Penanggulangan Kemiskinan atau TPK yang ada di tiap-tiap pedukuhan,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya penyaluran bantuan paket Sembako kepada warga terdampak covid 19 dan warga kurang mampu tersebut dapat membantu mengurangi beban mereka meskipun hanya bernilai 100 ribu dan tidak bisa rutin setiap bulan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, warga yang mendapatkan paket sembako tersebut pembagiannya diatur per jam di setiap padukuhan yang sesuai prosedur protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan antrian.

Selain itu, ia pun terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warganya agar mereka disiplin menggunakan masker, sebab katanya, edukasi dan sosialisasi memakai masker masih sebatas pengetahuan.

“Yang paling penting internalisasi pengetahuan tersebut. Kalau sudah terjadi akan menjadi kebiasaan,” katanya.

Gandang meminta warganya agar selalu saling mengingatkan bahwa memakai masker dapat memberikan perlindungan dari penularan Covid-19.

“Edukasi itu harus terus menerus sampai masyarakat merasa beruntung dan bermanfaat untuk melindungi dirinya dan orang lain, sampai di masyarakat kita muncul pandangan bahwa orang yang tidak pakai masker itulah yang tidak keren,” Gandang menekankan.

Tak sampai disitu, ia juga membuat shelter Covid-19 di Kantor Kelurahannya, shelter ini untuk memberikan fasilitas isolasi bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala.

Gandang mengatakan bahwa Shelter Covid-19 tersebut disiapkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap proses isolasi atau karantina mandiri yang dilakukan di wilayah Tamanmartani.

“Dari hasil evaluasi, ternyata karantina mandiri atau isolasi di rumah masih memiliki potensi untuk adanya penularan dikarenakan kontrol yang kurang ketat, sehingga kami siapkan shelter Covid-19 ini,” katanya.

Ia mencontohkan, kontrol yang kurang ketat dari masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah ini, sering ditemukan masih melakukan kontak dengan keluarga dekat yang berada di sekitarnya. “Hal tersebut dapat menjadi potensi adanya penularan atau klaster keluarga,” katanya.

Gandang mengatakan, shelter Covid-19 ini memiliki fasilitas tujuh kamar yang dilengkapi dengan kasur, kamar mandi, peralatan mandi dan kebutuhan sehari-hari.

“Shelter Covid-19 ini memanfaatkan bangunan yang sebelumnya dipakai oleh lembaga-lembaga seperti BKM, Bumdes dan BPD dengan fasilitas sementara yaitu tujuh kamar, dan dilengkapi internet gratis,” katanya.

Secara teknis masyarakat yang masuk dalam kategori OTG akan dipindah ke Shelter Covid-19 berdasarkan dari hasil pemantauan Satgas Covid-19 tingkat Padukuhan.

Menurutnya, saat ini Pemerintah terus berupaya melakukan langkah nyata agar dapat menekan penularan Covid-19 di Sleman.

Terbaik Dalam Pengelolaan Dana Desa

Sebelumnya pada tahun 2018 Kalurahan Tamanmartani juga dinobatkan sebagai Kalurahan terbaik dalam realisasi pengelolaan dana desa. Penilain tersebut dilakukan oleh Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI.

Dalam penilaiannya berdasarkan data yang telah dihimpun BPK RI dalam realisasi Kabupaten Sleman terkait pengelolaan dana desa pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 yang mencapai rata-rata angka 100%.

Kepala Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Helmizar pada waktu itu mengatakan jika pihaknya sengaja datang untuk mencari informasi dan data mengenai pengelolaan dana desa di Sleman karena keberhasilan Pemkab Sleman selama ini.

“Kami sampling dan Kabupaten Sleman menjadi tujuan pertama karena realisasinya dari tahun 2015 sampai dengan 2017 mencapai angka rata-rata 100 persen,” jelasnya,

Add Comment