Tamanmartani Manfaatkan Teknologi untuk Menunjang Pariwisata

Para wisatawan saat berlibur di tubing kali opak yang berada di Kalurahan Tamanmartani. (Foto: Instagram/andri_gj).

KALASAN, Tamanmartani-Komitmen Kalurahan Tamanmartani untuk mewujudkan smart village atau desa cerdas di wilayah tersebut terus dilakukan. Kalurahan ini pun terus berbenah baik dari segi infrastruktur dan sarana prasarana, termasuk digitalisasi.

Peran teknologi informasi sudah menjadi hal yang penting pada saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, berbagai bidang pekerjaan seperti pendidikan, kedokteran, keamanan dan lain – lain kini telah menggunakan perangkat – perangkat teknologi. Salah satu perangkat teknologi tersebut salah satunya adalah cctv.

Setelah menggandeng Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dengan kerjasamanya dalam bentuk pengembangan jasa penginapan jenis homestay, kini Tamanmartani akan memasang cctv di tiap desanya.

Seiring dengan berkembangnya kehidupan modern saat ini CCTV juga merupakan satu unit kebutuhan yang tidak dapat tergantikan untuk menjaga atau memantau suatu tempat.

Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata, mengatakan jika pemasangan cctv tersebut dalam upaya meningkatkan keadaan Kalurahan yang lebih maju, mandiri serta untuk menjaga keamanan, ketertiban juga kenyamanan di lingkungan sekitar warganya.

“Pemasangan cctv bertujuan mengantisipasi kejahatan dan membantu aparat kepolisian jika ada tindak kejahatan yang memerlukan alat bukti, serta untuk memantau situasi desa jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan.” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya memasuki era industri 4.0 dunia wisata dihadapkan pada tantangan digital tourism, digital tourism sendiri disebut tidak hanya soal promosi digital tapi juga menjamin keamanan wisatawan secara digital.

Fokus digital tourism adalah memastikan keamanan wisatawan bila ada dalam kondisi-kondisi darurat. Dengan adanya cctv tersebut akan membuat para wisatawan nyaman ketika mengunjungi Kalurahan Tamanmartani.

Gandang mengatakan dengan diterapkannya cctv ini, agar ia bersama masyarakat dapat memantau berbagai aktivitas warga.

“Namun sebelum pemasangan cctv ini, kami akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan masyarakat, termasuk dengan tokoh masyarakat, semoga masyarakat menyambut semoga positif sebagai upaya bersama menjaga keamanan wilayah,” katanya.

Namun ia juga mengharapkan peran serta warga masyarakat Tamanmartani dalam menjaga dan merawat wilayahnya.

Gencar Lakukan Promosi Melalui Media

Selain pemasangan cctv, Kalurahan Tamanmartani juga gencar melakukan promosi wisata melalui berbagai media, terutama media sosial. Fenomena interaksi lewat media sosial yang semakin berkembang, perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam melakukan promosi.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan bahwa pengguna layanan internet di Indonesia sudah mencapai 62,9 juta pelanggan. Maka tidak heran bila Indonesia tercatat sebagai salah satu pengguna facebook terbanyak di dunia dengan jumlah pengguna sebanyak sekitar 47 juta dan pengguna twitter sebanyak 19,7 juta.

Diantara para pengguna internet tersebut, banyak pula yang memiliki akun blog pribadi yang isinya bervariasi, mulai dari masalah pribadi sampai memberikan informasi mengenai berbagai subjek. Perkembangan media sosial ini kemudian mengubah pola komunikasi masyarakat saat ini.

Masyarakat kini gemar menulis komentar mengenai isu apapun, baik pribadi maupun isu sosial di dalam media sosial. Tulisan tersebut yang ditulis dalam jaringan, akan dapat langsung tersebar saat itu juga ke berbagai belahan dunia. Penyebaran informasi tidak lagi hanya melalui mulut ke mulut, namun juga lewat media sosial.

Bahkan penyebaran informasi lewat media sosial memiliki dampak yang lebih besar lagi, karena cakupannya yang meliputi seluruh dunia yang terkoneksi lewat jaringan. Berkembangnya kepopuleran media sosial yang begitu pesat tidak lain karena media sosial sangat efektif dan efisien dalam penyebaran informasi dan meminimalkan salah paham dalam penyampaian pesan.

Sementara itu Erik Qoalam dalam bukunya yang berjudul Socialnomics: How Social Media Transforms The Way We Live and Do Business yang diterbitkan oleh John Wiley & Sons, Inc di Canada menyebutkan bagaimana para pemilik akun blog pribadi tidak menulis sesuatu karena tujuan tertentu, namun mereka melakukannya karena mereka menyukainya. Sebagian besar dari para pemilik akun tersebut tidak berusaha mengiklankan apapun sehingga hal yang mereka sampaikan adalah penyampaian yang jujur.

Begitu pula yang dilakukan oleh para penulis perjalanan yang menuliskan kisah mereka tanpa maksud apa-apa selain menceritakan pengalaman mereka kepada banyak orang. Media internet dipilih karena dapat diakses dengan mudah.

Dengan begitu, banyak orang yang tertarik untuk membaca dan menginginkan untuk mengalami berbagai pengalaman yang sama seperti para penulis tersebut. Para penulis tersebut juga membuka peluang bagi para pembacanya untuk berkomentar terhadap hal yang mereka tulis, sehingga proses komunikasi menjadi timbal balik, bukan hanya satu arah. Proses interaksi inilah yang sangat penting dalam penggunaan internet, terutama dalam media sosial.

Lurah Gandang mengungkapkan promosi melalui media sosial ini sangat terasa dampaknya, kawasan ini pun terus mengalami perkembangan pesat. Dimana banyak tamu luar daerah yang datang menginap. Karena banyak wisatawan yang menginap di Tamanmartani, juga berbanding lurus dengan munculnya sejumlah UKM di bidang kuliner.

Adanya kawasan sentra kuliner di dusun Karangmojo ini diharapkan dapat semakin mendorong pengembangan desa Tamanmartani sebagai desa wisata.

Pasalnya di Kalurahan Tamanmartani sendiri sudah banyak terdapat kawasan wisata, seperti tubing Kali Opak, wisata air belik Jongkangan, wisata outbound hingga edukasi pengolahan sampah.

“Kita akan dorong kampung ini menjadi kawasan wisata kuliner di tingkat desa. Dimana bermacam jajanan kuliner bisa dijual oleh masyarakat disini. Jika ada wisatawan yang datang mengunjungi sejumlah tempat wisata yang ada, bisa mampir membeli makanan ataupun oleh-oleh disini,” katanya.

Pengembangan kampung homestay Damandiri sebagai kawasan wisata kuliner itu, nantinya juga diharapkan dapat semakin mendorong peningkatan jumlah kunjungan ke Warung Cafe Rakyat Damandiri, maupun sejumlah homestay yang ada. Termasuk mendorong munculnya kawasan ekonomi baru di tingkat desa, khususnya di dusun Karangmojo.

Bahkan karena keterbatasan kamar, pengelola homestay kerap menolak sejumlah tamu yang hendak menginap di homestay tersebut. “Selain dibantu KUD, pemasaran homestay juga dilakukan oleh warga masyarakat Tamanmartani, biasanya mereka memasarkan homestay lewat media sosial di internet, seperti Facebook, Twitter maupun Instagram,”ujarnya.

 

Add Comment