Upaya BPD Tamanmartani Dorong Pariwisata di Wilayahnya

Para wisatawan saat berlibur di tubing kali opak yang berada di Kalurahan Tamanmartani. (Foto: Instagram/andri_gj).

KALASAN, Tamanmartani-Promosi pariwisata merupakan salah satu kunci penting untuk keberhasilan upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di suatu objek wisata. Melalui promosi maka wisatawan akan mengetahui bahwa ada lokasi yang menarik untuk dikunjungi.

Apalagi untuk tempat wisata yang masih berkembang seperti di Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman dimana pemerintah Kalurahan terus berupaya mengembangkan potensi desa sebagai ikon desa wisata.

Untuk diketahui, dalam rangka meningkatkan ekonomi warga masyarakat Tamanmartani, Kalurahan tamanmartani tengah mengembangkan model yakni dengan cara bekerjasama dengan wilayah lain/sister village. Selain itu Tamanmartani juga menerapkan model pembangunan desa berbasis konsep smart village.

Namun untuk mewujudkan itu semua diperlukan sinergitas antara Lurah atau Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), karenanya keharmonisan hubungan antar keduanya harus senantiasa dijaga untuk bisa mewujudkan hal tersebut.

Sinergitas anggota BPD dan Kepala Desa diharapkan dapat menggali potensi desa untuk meningkatkan pendapatan Asli Desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Berbagai cara dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Tamanmartani, seperti menggandeng Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dengan kerjasama dalam bentuk pengembangan jasa penginapan jenis homestay.

Sebanyak 12 homestay dibuka di rumah warga untuk menampung wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan.

Dengan adanya bantuan pembangunan homestay ini bisa memberdayakan sekaligus merangsang perputaran roda perekonomian masyarakat setempat. Karena lokasi Tamanmartani cukup strategis, hanya berjarak sekitar 500 meter di sisi barat kompleks Candi Prambanan.

Selain mendukung iklim pariwisata, bantuan tersebut diakuinya bertujuan mencetak pengusaha di tingkat desa agar mereka tidak lagi berkubang dalam kemiskinan.

Tak hanya penginapan, Damandiri juga membangun satu warung untuk menunjang desa wisata setempat. Semangat kita adalah memberdayakan masyarakat pedesaan agar kesejahteraannya bisa meningkat.

Selain menggandeng yayasan Damandiri, Pemerintah Kalurahan Tamanmartani juga menggandeng Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk mempromosikan agar potensi lokal Tamanmartani dapat dikenal oleh masyarakat luas.

Salah satu anggota BPD Tamanmartani, Dwi Rumiyati mengatakan jika Tamanmartani memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan, untuk itu ia bersama anggota BPD yang lain gencar melakukan promosi.

“Kami gencar melakukan promosi wisata melalui berbagai media, terutama media sosial. Fenomena interaksi lewat media sosial yang semakin berkembang, perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam melakukan promosi.” ujar Dwi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan bahwa pengguna layanan internet di Indonesia sudah mencapai 62,9 juta pelanggan. Maka tidak heran bila Indonesia tercatat sebagai salah satu pengguna facebook terbanyak di dunia dengan jumlah pengguna sebanyak sekitar 47 juta dan pengguna twitter sebanyak 19,7 juta.

Diantara para pengguna internet tersebut, banyak pula yang memiliki akun blog pribadi yang isinya bervariasi, mulai dari masalah pribadi sampai memberikan informasi mengenai berbagai subjek. Perkembangan media sosial ini kemudian mengubah pola komunikasi masyarakat saat ini.

Masyarakat kini gemar menulis komentar mengenai isu apapun, baik pribadi maupun isu sosial di dalam media sosial. Tulisan tersebut yang ditulis dalam jaringan, akan dapat langsung tersebar saat itu juga ke berbagai belahan dunia. Penyebaran informasi tidak lagi hanya melalui mulut ke mulut, namun juga lewat media sosial.

Bahkan penyebaran informasi lewat media sosial memiliki dampak yang lebih besar lagi, karena cakupannya yang meliputi seluruh dunia yang terkoneksi lewat jaringan. Berkembangnya kepopuleran media sosial yang begitu pesat tidak lain karena media sosial sangat efektif dan efisien dalam penyebaran informasi dan meminimalkan salah paham dalam penyampaian pesan.

Selain gencar mempromosikan wisata Tamanmartani, para anggota BPD bekerja sama dengan Kalurahan Tamanmartani akan memasang cctv di tiap sudut desanya.

Pemasangan cctv tersebut dalam upaya meningkatkan keadaan Kalurahan yang lebih maju, mandiri serta untuk menjaga keamanan, ketertiban juga kenyamanan di lingkungan sekitar warganya.

“Pemasangan cctv bertujuan mengantisipasi kejahatan dan membantu aparat kepolisian jika ada tindak kejahatan yang memerlukan alat bukti, serta untuk memantau situasi desa jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan.” ungkapnya.

Menurutnya memasuki era industri 4.0 dunia wisata dihadapkan pada tantangan digital tourism, digital tourism sendiri disebut tidak hanya soal promosi digital tapi juga menjamin keamanan wisatawan secara digital.

Fokus digital tourism adalah memastikan keamanan wisatawan bila ada dalam kondisi-kondisi darurat. Dengan adanya cctv tersebut akan membuat para wisatawan nyaman ketika mengunjungi Kalurahan Tamanmartani.

Pentingnya Menggali Potensi Desa

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menekankan, pentingnya menggali potensi ekonomi kreatif yang ada di desa wisata.

Menurutnya, langkah ini semata-mata untuk membantu perekonomian masyarakat yang berada di struktur ekonomi level terbawah.

“Kita mendorong desa wisata ini, karena kita ingin pariwisata yang inklusif sehingga memberikan kesejahteraan dan tambahan ekonomi bagi para masyarakat yang ada di pedesaan,” tuturnya.

Menparekraf memandang keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi suatu diferensiasi dibandingkan negara lain. Ada beragam potensi antara lain kuliner, kriya, busana hingga tenun batik.Keberagaram inilah yang dijahit ke dalam inisiatif desa wisata.

Selain itu, Menparekraf ingin para pelaku ekonomi kreatif bergabung dalam ekosistem digital atau e-commerce.

Sandiaga menyebut pengembangan desa wisata juga memiliki dampak ekonomi yang dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar.“Mari kita bangkit di saat sulit, menang melawan Covid-19 dan bersama kita bisa,” ucapnya.

Berbagai Potensi Tamanmartani

Kalurahan Tamanmartani memiliki beragam wisata desa, apabila diurutkan dari utara, yang pertama adalah Cageran Edupark yang berada di Padukuhan Cageran. Fungsinya sebagai wisata edukasi anak-anak, seperti wahana permainan jelajah sungai di aliran Sungai Opak yang mengarah ke Kabupaten Klaten.

Selain itu ada pertanian organik, kelompok kandang sapi. Objek wisata ini memperkenalkan berbagai jenis tanaman kepada anak-anak sembari bermain air. Kedua, wisata Sungai Opak Tujuh Bulan. Lokasinya di Padukuhan Dalem.

Di sepanjang tepian sungai itu, batu-batu kali menghampar alami menghiasi panggung seni pertunjukan yang terletak tepat di bantaran sungai. Suasana kawasan tepi sungai itu begitu asri dengan rindang pepohonan. Tepat di bawahnya berdiri warung-warung makan dengan menu khas ikan lokal seperti wader, udang kali, dan sebagainya.

Tempat ini dikembangkan oleh Koperasi Tamanmartani Sejahtera yang bekerjasama dengan warga desa setempat. Mereka berupaya mengembangkan potensi alam desa mereka untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Menempati lahan seluas kurang lebih 2 ha, warga membangun tempat wisata ini secara swadaya. Mulai dari membangun jembatan gantung, panggung pertunjukan, instalasi seni dan foto selfie, toilet, pendopo pertemuan, hingga warung-warung makan.

Kali Opak 7 Bulan menawarkan wisata alam yang dipadukan dengan wisata keluarga, serta wisata edukasi. Selain bisa menikmati suasana pedesaan di tepi sungai yang alami, pengunjung juga bisa bermain-main air di kolam yang disediakan.

Selain susur sungai, di sini juga kita sediakan permainan rock painting atau melukis batu serta rock balancing atau menata batu secara vertikal. Termasuk juga permainan outbound.

Ke selatan, ada kafe jamu kebon di Padukuhan kebon, selatan padukuhan ini. Di sini, pengunjung bisa meracik jamu tradisional. Sementara di Padukuhan Tamanan, potensi unggulannya adalah nguri-uri budaya jawi, mementri wiji, nembang macapatan dan unggah ungguh adat jawa (budi pekerti).

Cara berbicara anak dengan orang tua, sebaya dan lain-lain. Ada pula budaya kenduri. Di tempat ini tamu diajak masak dan makan bareng. Untuk produk unggulannya adalah dawet yang dipadu dengan aloe vera atau lidah buaya.

Sementara di Padukuhan Jongkangan, objek wisata unggulannya adalah Taman Raja Balitung. Di tempat ini terdapat petilasan cerita Candi Kedulan dan Trowulan. Lalu ada Sendang Gilang dan ada situs candinya. Disini terdapat mata air yang tidak pernah surut. Alirannya sampai ke bawah dimanfaatkan untuk pengairan sawah.

Secara geografis, padukuhan Jongkangan memiliki posisi desa yang sangat strategis, karena terletak di sepanjang jalan alternatif yang menghubungkan antara Yogyakarta dan Klaten bagian utara. Jalan ini juga merupakan salah satu jalan alternatif dari Candi Prambanan ke Candi Kedulan. Sehingga merupakan salah satu jalan yang sangat ramai dilalui oleh kendaraan.

Secara topografis, Jongkangan terdiri dari daerah ledok sungai, tanah pekarangan dan tempat tinggal, lahan pertanian dan lahan perkebunan. Lahan tersebut terdiri dari tanah hak milik pribadi dan tanah kas desa. Tanah ledok di sepanjang kali biru merupakan tanah yang belum diolah secara maksimal, hanya ditanami aneka tanaman keras, bambu, gayam, bendo, munggur dll. Karena produktivitasnya kurang maka lahan ini jarang dirawat sehingga terkesan kurang bersih.

Di sepanjang sungai ini juga terdapat beberapa sumber mata air abadi yang sangat jernih, yaitu sumber air (umbul) Gilang yang airnya digunakan untuk pengairan persawahan di dusun sebelah selatan dusun Jongkangan, dan sumber mata air (belik) yang konon merupakan tempat pemandian Raja Balitung setelah berburu di semak-semak sekitar Candi Kedulan.

Di sisi utara dusun terdapat banyak sisa-sisa batu candi yang bersejarah di mana menurut staf Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB DIY, batu-batu tersebut merupakan reruntuhan Situs Candi Jongkangan yang keberadaannya sudah terdeteksi sejak tahun 1923.

Wilayah perkampungan dusun Jongkangan terdiri dari jalan yang cukup lebar, pekarangan dan rumah tinggal. Beberapa bangunan lama berupa rumah limasan dengan material bangunan kuno masih ada yang dipertahankan pemiliknya sehingga menarik sebagai bahan penelitian dan dikunjungi.

Sebagian besar rumah tinggal sudah direhab dan direnovasi dengan model modern mengikuti perkembangan zaman sehingga layak untuk dimodifikasi sebagai homestay dalam program live in.

Padukuhan ini memiliki area sawah yang masih cukup luas persawahan ini sebagian besar adalah tanah milik pribadi. Tanaman yang dibudidayakan bervariasi antara lain, padi, jagung, ketela, buah melon, semangka, aneka sayuran seperti cabe, kacang panjang, sawi, terong, dan lain lain.

Sementara kegiatan pertaniannya meliputi membajak sawah dengan alat tradisional dan modern, menanam padi (tandur), upacara labuh (syukuran karena tanaman padi mulai tumbuh) dan upacara wiwit (ungkapan syukur tanaman padi siap dipanen) merupakan beberapa kegiatan yang sangat menarik untuk dinikmati masyarakat saat ini.

Posisi persawahan ini terletak di timur dusun Jongkangan dan persis di pinggir sempadan jalan alternatif Jogja-Klaten yang sangat ramai. Hamparan sawah yang luas dan latar belakang pemandangan Gunung Merapi di sebelah utara sangat menarik terutama bila cuaca cerah. Di malam hari bisa digunakan untuk mengamati Gunung Merapi saat erupsi efusif dimana lelehan lava pijar sangat jelas terlihat.

Tanah Kas Desa terletak di beberapa lokasi antara lain di dekat sungai, di utara dusun, di sebelah timur dusun merupakan tanah yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang pengembangan desa wisata.

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Jongkangan adalah petani, peternak, dan sisanya sebagian berprofesi sebagai pegawai negeri, pegawai swasta, pedagang, pengrajin. Kelompok swadaya masyarakat terdiri dari kelompok usaha bersama dan kelompok sosial. Kelompok usaha yang berkembang saat ini adalah kelompok peternak ayam kampung, kelompok petani ikan, kelompok ternak sapi dan kambing, kelompok tani.

Makanan khas ditempat ini adalah jenang tujuh rupa dan pasar tradisional yang digelar sepekan sekali setiap minggu pagi.

Potensi wisata-wisata tersebut tergabung dalam ikatan paguyuban wisata Kalurahan Tamanmartani. Seiring dengan kepengurusan baru dan evaluasi dari tahun sebelumnya, wisata desa masuk bagian BUMDes. Harapannya wisata desa Tamanmartani ke depan semakin populer di kancah mancanegara.

Kalurahan Pemajuan Kebudayaan Berbasis Digital

Kalurahan Tamanmartani beberapa waktu lalu telah dideklarasikan sebagai Kalurahan Pemajuan Kebudayaan berbasis Teknologi Informatika (TI) atau digital. Selain akan melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal, kalurahan ini juga mengembangkan teknologi informasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi langkah kelurahan Tamanmartani yang berusaha mencari terobosan baru dengan menjadinya wilayahnya sebagai pemajuan budaya serta dikembangkan berbasis TI atau desa pintar.

Menurut Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, terobosan tersebut sangat penting, mengingat hal tersebut dilakukan setelah lahirnya UU nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Di mana pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan dan di tingkat akar rumput kegiatan pemajuan kebudayaan juga sudah mulai bergerak sampai ke level desa.

Deklarasi tersebut dilakukan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020 lalu. Guna mendukung pengembangan menuju kelurahan pintar dilakukan penandatanganan kerjasama antara Kalurahan Tamanmartani dengan pihak swasta dalam hal ini PT Ambara Duta Santi. Hal ini untuk mendukung penyediaan dan pelayanan Jasa Internet.

Semoga kedepan bisa kalurahan Tamanmartani terdapat banyak sekali objek kebudayaan, baik yang masih lestari dan berkembang maupun yang sudah punah. Objek-objek itu berupa cagar budaya benda maupun cagar budaya tak benda.

Melalui program berbasis TI nantinya pihak swasta akan menyediakan infrastruktur internet yang dikerjasamakan dengan BUMDes. Termasuk memberikan layanan internet kepada masyarakat dengan harga murah dan keuntungan akan kembali ke masyarakat.

Adanya infrastruktur ini juga mendukung good governance karena akan ada beberapa aplikasi yang bisa diterapkan misalnya aplikasi pelayanan publik, aplikasi pendataan penduduk, aplikasi pendidikan, aplikasi pengembangan potensi budaya.

Sedangkan terkait pemajuan budaya, bentuk pengembangannya akan lebih luas dan tidak sebatas pada kesenian. Sesuai dengan pengertian budaya dalam UU nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, sangat luas. Bukan hanya kesenian. Ada 10 objek pemajuan kebudayaan yang meliputi seluruh perikehidupan masyarakat. Ini akan dikembangkan di Tamanmartani.

Add Comment