Panduan Mudah Teknik Pemotongan Hewan Kurban

Buku Teknik Pemotongan Hewan Kurban dibutuhkan sebagai panduan penyembelihan hewan kurban. RAHMA FRIDA

Sebuah buku berjudul Teknik Pemotongan Hewan Kurban, buah karya perdana seorang dokter hewan bernama drh. Supriyanto, M.VPH. Anda tidak akan rugi memilikinya? Banyak hal baru yang bisa jadi belum pernah Anda temukan sebelumnya.

Siapakah sang penulis buku? Dunia perdagingan dan pemotongan hewan telah ditekuni penulis sejak kecil. Orang tua penulis berprofesi sebagai jagal dan penjual daging. Penulis adalah lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, pun menyelesaikan studi pascasarjana dalam bidang Veterinary Public Health di tiga negara, yaitu Jerman, Thailand, dan Austria.

Buku ini diterbitkan oleh Pandiva Buku pada Juni 2021. Dengan tebal 202 halaman, secara keseluruhan isi buku memuat serba-serbi teknik pemotongan hewan, dilengkapi berbagai tips praktis mengenai penanganan daging yang benar. Materi-materi yang dipaparkan dalam buku ditulis berdasarkan lusinan pengalaman penulis sebagai dokter hewan di Rumah Pemotongan Hewan maupun saat masih menjadi mahasiswa.

Terdapat 18 bagian judul yang dapat Anda nikmati, meliputi Bagaimana Cara Mengetahui Umur Hewan Kurban, Memilih Hewan Kurban yang Sehat, Akibat Pengangkutan Hewan yang Salah, Cara Merebahkan Hewan untuk Disembelih, Bagaimana Cara Penyembelihan yang Benar, Cara Mengempukkan Daging, dan sebagainya. Masing-masing berisikan informasi yang memadai mengenai topik tersebut.

Misalnya, dalam Bagian 3 tentang Cara Memprediksi Tubuh Hewan dan Persentase Daging yang Akan Dihasilkan. Cara prediksinya dapat melalui sistem taksir hidup, sistem harga per kg berat hidup, sistem timbang hidup, prediksi dengan pita ukur, dan sistem prediksi dengan rumus.

Contoh yang lain, Bagian 10 menerangkan tentang bagaimana cara penyembelihan yang benar. Pada bagian tersebut, drh. Supriyanto menekankan bahwa kata kunci penyembelihan yang sempurna adalah pisau yang tajam, hewan terikat dengan leher teregang sempurna, dan teknik sembelih yang benar.

Panduan bagi penyembelih ketika hendak memotong hewan pun dijelaskan. Misal, hewan kurban tidak diperlihatkan saat temannya disembelih. Sebab, para hewan, baik sapi maupun kambing, juga dapat merasakan stres dan takut ketika melihat hewan lain disembelih.

Sementara, bagian 17 buku berjudul Besek Bambu, Kurban, dan Aktualisasi Islam Ramah Lingkungan. Di bagian ini, penulis lebih banyak mengulas permasalahan penyelenggaraan kurban yang dilakukan oleh umat Islam setiap tahunnya, yaitu penggunaan kantong plastik untuk wadah daging kurban dan prosesi kurban yang menghasilkan limbah berupa kotoran, darah, dan bagian lain tubuh hewan yang tidak dimanfaatkan. Meskipun terdengar sepele, keduanya memberikan dampak buruk bagi lingkungan hidup.

Penulis mengajak masyarakat untuk menghentikan pemakaian kantong plastik dan menggantinya dengan wadah yang tak kalah praktis, yaitu besek. Penggunaan besek untuk wadah daging kurban dinilai lebih ramah lingkungan. Bahannya yang terbuat dari bambu diketahui mengandung beberapa senyawa quinone yang bersifat antibakteri, sehingga meminimalisasi risiko penyebaran bakteri yang tak kasat mata. Ajakan tersebut tidak hanya berdasarkan pendapat pribadi, namun juga didukung dengan data-data faktual terkait permasalahan tersebut.

Bagian terakhir buku menjelaskan tentang peralatan pemotongan hewan kurban yang lazim dipakai, seperti pisau, apron (celemek), scabbard (sarung pisau), sepatu bot dan sarung anti-gores. Mengenai pisau, dijelaskan detailnya mulai dari jenis pisau, cara mengasah pisau, dan memastikan kebersihan pisau selama proses pemotongan.

Kelebihan Buku

Buku ini memiliki berbagai kelebihan. Pembaca akan sangat mudah mengidentifikasi isi buku hanya dengan melihat sampulnya. Gambar yang disajikan dalam sampul buku merupakan gambar asli yang diambil dari dokumentasi kegiatan penyembelihan hewan kurban.

Dari segi penyampaian, teknik-teknik penanganan hewan dijelaskan dalam bahasa yang mudah dan dengan cerita yang mudah dipahami. Setiap bagian judul juga dilengkapi dengan gambar-gambar pendukung sebagai panduan, sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami isi buku.

Sama halnya dengan sampul buku, sebagian besar gambar pendukung disajikan dalam bentuk gambar asli. Adapun aneka tips lainnya dijelaskan dalam bahasa keseharian yang mudah dimengerti.

Dari segi relevansi isi, materi-materi yang diulas dalam karya ini sangat relevan dengan kebutuhan informasi umat Islam yang menunaikan ibadah penyembelihan hewan kurban setiap tahunnya.

Terutama di Indonesia, belum banyak studi dan buku mengenai pemotongan hewan. Terlebih dalam kondisi pandemi sekarang, sumber pengetahuan mengenai pemotongan hewan dan penanganan daging harus terus dikembangkan, bahkan perubahan perilaku dan kebiasaan baru perlu diterapkan. Oleh karena itu, buku ini dapat menjadi panduan lengkap bagi penyembelih hewan kurban pada khususnya, dan pembaca pada umumnya.

Buku dibanderol dengan harga Rp87.000 per eksemplarnya. Terbilang cukup terjangkau dan sebanding dengan kualitas isi buku yang tidak diragukan lagi karena ditulis oleh sosok yang telah berpengalaman dan berkompeten di bidangnya.

Dengan demikian, buku ini sangat rekomendatif, terutama bagi pihak-pihak yang sering terjun menangani penyembelihan hewan kurban. Selain itu, bagi instansi-instansi keagamaan yang melakukan sosialisasi mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban, serta pembaca pada umumnya.