Sejarah Berdirinya Organisasi Karang Taruna Tamanmartani

Rapat Kordinasi dan Persiapan Kegiatan Baksos Karang Taruna TBK. KELURAHAN TAMANMARTANI

Suatu organisasi adalah sistem di mana setiap bagiannya merupakan sub sistem dari organisasi tersebut. Bagian-bagian organisasi harus saling berhubungan dan bergabung agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai. Hal ini dapat dimengerti, daya yang digunakan maupun keluaran yang dihasilkan oleh suatu bagian mempunyai hubungan dengan bagian lainnya.

Karang taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat, khususnya untuk generasi muda di wilayah desa atau kelurahan atau komunitas sosial sederajat, terutama bergerak pada bidang kesejahteraan sosial.

Sebagai organisasi sosial kepemudaan, karang taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia di lingkungan, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada.

Sebagai organisasi kepemudaan, karang taruna berpedoman pada pedoman dasar dan pedoman rumah tangga di mana telah pula diatur tentang struktur pengurus dan masa jabatan di masing-masing wilayah mulai dari desa sampai pada tingkat nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota karang taruna, baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Karang taruna untuk pertama kalinya terbentuk pada tanggal 26 September 1960 di Kampung Melayu, Jakarta. Dalam perjalanan sejarahnya, karang taruna telah melaksanakan berbagai kegiatan, sebagai upaya turut menanggulangi masalah-masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda di lingkungannya, sesuai dengan kondisi daerah dan tingkat kemampuan masing-masing.

Pada mulanya, kegiatan karang taruna hanya sebatas pengisi waktu luang yang positif seperti rekreasi, olah raga, pramuka, pendidikan keagamaan, dan lain-lain. Dari waktu ke waktu, kegiatan karang taruna telah mengalami perkembangan sampai pada sektor ekonomi yang membantu membuka lapangan kerja bagi pengangguran dan remaja putus sekolah.

Pada masa pemerintahan Orde Baru, nama karang taruna hanya dibuat untuk kepengurusan tingkat desa serta tingkat RT atau RW. Sedangkan kepengurusan tingkat kecamatan sampai nasional menggunakan sebutan Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT). Hal itu diatur dalam Kepmensos Nomor 11/HUK/1988. Krisis moneter yang melanda bangsa ini pada tahun 1997 turut memberikan dampak bagi menurunnya dan bahkan terhentinya aktivitas sebagian besar karang taruna. Saat dilaksanakan Temu Karya Nasional (TKN) IV tahun 2001 di Medan, disepakatilah perubahan nama menjadi Karang Taruna Indonesia (KTI). Oleh karena masih banyaknya perbedaan persepsi tentang karang taruna maka pada TKN V 2005 yang dilaksanakan di Banten tanggal 10-12 April 2005, namanya dikembalikan menjadi karang taruna. Ketetapan ini kemudian diatur dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Dengan dikeluarkannya Pemensos ini diharapkan tidak lagi terjadi perbedaan penafsiran tentang karang taruna, dalam arti bahwa pemahaman karang taruna mengacu kepada Peraturan Menteri Sosial tersebut.

Keberadaan karang taruna dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama ini, landasan hukum yang dimiliki karang taruna adalah Keputusan Menteri Sosial RI No. 13/HUK/KEP/1981 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Karang Taruna, Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 tentang GBHN yang menempatkan karang taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda, serta Keputusan Menteri Sosial RI No. 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.

Di Kelurahan Tamanmartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman terdapat sebuah karang taruna yang bernama Karang Taruna Taman Bina Karya. Karang taruna ini terbentuk pada tahun 1983 dengan diketuai oleh Sugito yang awalnya menjadi anggota LKMD dan LMD, dilanjutkan oleh Pardi Wiyono selaku lurah Kelurahan Tamanmartani, lalu Sugianto ditunjuk untuk menjadi Ketua Karang Taruna. Nama karang taruna Taman Bina Karya tercetus dalam rapat perdana karang taruna yang dihadiri oleh dua perwakilan pemuda di setiap dusun di Kelurahan Tamanmartani.

Makna dari Taman Bina Karya yaitu tempat membina karya, dengan maksud menjadi tempat atau wadah untuk para anak muda, terutama di Kelurahan Tamanmartani untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif ataupun membuat karya yang bermanfaat bagi desa. Di awal kepengurusan terdapat 50 orang pengurus yang berasal dari perwakilan setiap dusun. Kegiatan Karang Taruna Taman Bina Karya cukup banyak yaitu kursus jahit, kegiatan keterampilan seperti membuat gantungan dan pot bunga, kursus otomotif, serta lomba cerdas cermat.

Setelah kepengurusan Sugito, amanah kepemimpinan Karang Taruna Taman Bina Karya dilimpahkan kepada Tri Joko dengan kegiatan-kegiatan yang meneruskan dan memperbarui dari kepengurusan Sugito. Selanjutnya dipimpin Ujang dan sempat vakum beberapa tahun.

Saat ini amanah kepemimpinan Karang Taruna Taman Bina Karya dipegang oleh Tomi Nugraha. Pada masa kepengurusan Tomi Nugraha yang dimulai tahun 2013, karang taruna banyak melaksanakan gebrakan kegiatan dengan arahan dan dukungan dari Gandang Harjanata selaku lurah Desa Tamanmartani. Kegiatan tersebut antara lain jalan sehat yang rutin dilakukan setiap tahun, pemberian makanan untuk lansia, kegiatan pordes, donor darah, usaha ekonomi, dan budaya.

Dalam struktur kepengurusan Karang Taruna Taman Bina Karya terdiri dari ketua yang diamanahkan kepada Tomi Nugraha, wakil ketua Wisnu Erwanto, sekretaris Haningtyas Utami, wakil sekretaris Rizky Solikhah, dan yang mengatur keuangan ada Uki Bayu Wahyudi.

Selain itu, terdapat seksi-seksi yang berjumlah enam, di antaranya adalah seksi Usaha Ekonomi Produktif yang diketuai Nur Isni Atun. Adapun program kerja dari seksi ini adalah pembinaan TBK catering, pembinaan angkringan TBK, pembinaan Usaha Menengah Kewirausahaan Mandiri (UMKM) khususnya anggota TBK, dan pendataan UEP unit karang taruna.

Setelah itu, ada seksi Pariwisata dan Budaya yang dikomandoi oleh Ektyas Devi Antika. Seksi ini mempunyai program kerja lomba konsep dusun wisata, membentuk kepengurusan Opak River Adventure (ORA), event ngunjung kampong, pendataan kelompok kebudayaan, dan lain-lain.

Untuk seksi Pemuda dan Olahraga ada Muhammad Fakhrur Rozaq sebagai koordinator. Seksi ini memiliki empat program kerja di antaranya adalah melaksanakan pordes, membuat event olahraga (turnamen bola voli Tamanmartani Cup), pendataan klub olahraga, dan melaksanakan olahraga intern pengurus.

Untuk seksi Kerohanian dan Pembinaan mental ada Alfi Khafidhul Hak sebagai penanggung jawab. Seksi ini memiliki program kerja di antaranya adalah membina forpis, membuat forum di sektor tengah dan selatan, mengadakan pengajian akbar, dan yang terakhir membuat lomba takbir.

Selanjutnya ada seksi pendidikan dan pelatihan yang diisi oleh Hasna Putri Lambang Ikhsani. Seksi ini sendiri memiliki empat program kerja yaitu mengadakan pelatihan komputer, mengadakan try out bekerja sama dengan stakeholder lain (PRM), pendataan minat bakat, dan yang terakhir mengadakan pelatihan-pelatihan lain sesuai kebutuhan.

Yang terakhir ada seksi UKS, di mana seksi ini dikoordinatori oleh Ayu Seka Melati. Dalam seksi ini melaksanakan empat program unggulan diantaranya adalah membina program permakanan (one day one hundread), membangung mitra dengan PMI dalam menyediakan darah desa (melaksanakan donor darah di 22 dusun di Tamanmartani), Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan juga ada pendampingan PMKS.

Karang Taruna Taman Bina Karya sangat bagus sebagai organisasi kepemudaan desa, terbukti dengan diperolehnya nilai tertinggi dalam Lomba Karang Taruna Prestasi yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman pada tahun 2017. Hal ini tak mengagetkan karena Karang Taruna Bina Karya sangat aktif melakukan kegiatan, khususnya pada kegiatan sosial dan ekonomi produktif.

Pada kegiatan Hari Raya Kurban, Karang Taruna Taman Bina Karya melakukan kegiatan pembagian 1000 besek ke beberapa wilayah di Kelurahan Tamanmartani. Besek ini berguna sebagai pengganti wadah daging kurban yang biasanya diwadahi dengan kresek.

Penggunaan besek ini guna untuk mengurangi sampah plastik, dan tentunya untuk selalu menjaga lingkungan dari pencemaran limbah plastik. Hal ini juga dapat memberdayakan pengusaha kecil menengah khususnya pengrajin besek untuk mendapatkan penghasilan lebih.

Di masa pandemi Covid-19 ini, karang taruna melakukan kampanye untuk melakukan penanganan Covid-19, salah satunya dengan melakukan pembagian gerbang disinfektan, untuk setiap dusun mendapatkan dengan jumlah 20 buah.

Dalam bidang ekonomi kreatif, Karang Taruna Taman Bina Karya membuka angkringan dengan tujuan agar dapat memutar roda ekonomi masyarakat kampung setempat. Warga masyarakat bisa mendapatkan pemasukan tambahan dengan cara menitipkan barang dagangan di angkringan tersebut.

Dengan bermodalkan dua gerobak angkringan, pemuda Taman Bina Karya saat ini sedang berwirausaha menjual makanan dan minuman dengan gerobak tersebut setiap sore hingga malam hari di Balai Kelurahan Tamanmartani.

Program unggulan dari Karang Taruna Taman Bina Karya yang masih berlanjut yaitu Tamanmartani Peduli. Program di bidang sosial ini aktif membantu warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti lansia terlantar melalui one day one hundred. Program tersebut berupa pengumpulan iuran sukarela dari warga untuk disumbangkan kepada lansia terlantar dalam bentuk makanan. Setiap harinya 60 lansia mendapat bantuan.