Karang Taruna Taman Bina Karya sebagai Agen Sosial

Karang Taruna Taman Bina Karya mengikuti upacara HUT RI ke-73. IG/TAMANBINAKARYA

Dalam menghadapi permasalahan sosial, khususnya kepada generasi muda diperlukan suatu wadah untuk membina dan mengarahkan generasi muda tersebut.

Pelaksanaan pembinaan tersebut merupakan tugas dan kewajiban pengurus pelaksana, baik dari tingkat pusat maupun daerah yang sesuai dengan bidangnya, yang diterjemahkan ke tengah masyarakat terutama dalam pemberian bantuan dan bimbingan yaitu dengan membentuk suatu organisasi yang nantinya akan menjadi wadah pembinaan generasi muda, khususnya di pedesaan.

Salah satu wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda yaitu melalui organisasi pemuda. Seiring dengan perkembangan zaman, organisasi pemuda juga mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya organisasi-organisasi pemuda yaitu Organisasi Karang Taruna, Organisasi Pemuda Pancasila (PP), Organisasi Ikatan Pemuda Karya (IPK), Organisasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), dan lain-lain.

Pada dasarnya keberadaan organisasi-organisasi pemuda tersebut dimaksudkan untuk menjadi wadah penempatan diri para pemuda dalam rangka persiapan memasuki kehidupan yang sebenar-benarnya di tengah-tengah masyarakat, dan juga sebagai wadah komunikasi dan pemersatu generasi muda.

Karang taruna merupakan salah satu organisasi pemuda yang tidak asing lagi karena merupakan wadah yang telah memiliki misi untuk membina generasi muda khususnya di pedesaan.

Adapun visi Karang Taruna yaitu sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas generasi muda yang berkelanjutan untuk menjalin persaudaraan dan rasa kebersamaan menjadi mitra organisasi lembaga, baik kepemudaan maupun pemerintah dalam pengembangan kreativitas.

Hadirnya Karang Taruna yang tersebar di setiap desa atau kelurahan di Indonesia, meneguhkan bahwa dalam sistem penyelenggaraan kesejahteraan sosial, memerlukan partisipasi kaum muda dimulai dari akar rumput.

Kemampuan di bidang kesejahteraan sosial, baik untuk masyarakat di lingkungan sekitar maupun di wilayah lain. Dalam bidang kesejahteraan sosial, Karang Taruna sebagai organisasi sosial masyarakat di pedesaan akan ditingkatkan fungsi dan perannya agar dapat menghimpun, menggerakkan, dan menyalurkan peran serta generasi muda dalam pembangunan.

Selain mewujudkan kesejahteraan sosial di desa atau kelurahan, Karang Taruna berfungsi mengembangkan potensi kreativitas generasi muda agar secara terarah generasi muda di pedesaan membina dirinya sebagai pendukung pembangunan pedesaan.

Karang Taruna sebagai organisasi sosial kemasyarakatan di tingkat desa atau kelurahan, menjadi sistem sumber bagi pemuda dan masyarakat untuk mencapai kualitas hidup dan kesejahteraan sosial yang lebih baik. Berbagai peran di masyarakat dilakukan Karang Taruna dengan dasar kesukarelaan.

Mencermati berbagai peran Karang Taruna di masyarakat tersebut, dapat dikatakan bahwa Karang Taruna telah melaksanakan peran sebagai agent of change atau agen perubahan dalam pengembangan masyarakat.

Pemuda Karang Taruna bersama-sama dengan masyarakat berkomitmen, membantu masyarakat mengatasi praktik opresif, menangani ketidaksetaraan dan ketidakadilan. Karang Taruna bertindak sebagai agen perubahan sosial, dan karenanya berusaha untuk memberdayakan orang-orang di sekitar mereka. Dan bahwa keterlibatan kaum muda tersebut setara dengan pengeluaran untuk membayar modal sosial.

Karang Taruna terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, di mana pemberdayaan sebagai metode dalam pengembangan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa Karang Taruna adalah agen perubahan dalam pengembangan masyarakat.

Menurut Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna, dijelaskan bahwa Karang Taruna adalah organisasi sosial kepemudaan yang termasuk dalam gerakan pemuda masa kini untuk mengaktualisasikan dirinya dalam berkarya untuk dirinya sendiri maupun masyarakat.

Pemberdayaan pemuda di Karang Taruna sendiri menurut peraturan tersebut diartikan sebagai proses pengembangan, peningkatan kemampuan, kesempatan dan kewenangan kepada Karang Taruna untuk memecahkan masalah dan mengembangkan potensinya, melalui pemanfaatan berbagai sumber baik sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya sosial yang ada.

Kebanyakan dari program-program yang ada di lapangan, hanya fokus kepada pemberian model tanpa memperhatikan aspek lain yang penting untuk dibangun atau biasanya pemberdayaan dengan menggunakan pendekatan top down, ada juga pemberdayaan yang memang real berasal dari masyarakat atau karena inisiatif masyarakat itu sendiri yaitu pemberdayaan yang sering disebut dengan pendekatan bottom up.

Kalurahan Tamanmartani merupakan salah satu dari banyak kalurahan yang ada di Yogyakarta. Terletak di Kapanewon Kalasan, memiliki karakteristik masyarakat yang masih sangat kental dengan kebersamaan dan kekeluargaan.

Kalurahan Tamanmartani sendiri memiliki sebuah organisasi sosial pemuda yang biasa disebut sebagai Karang Taruna Taman Bina Karya. Beberapa kegiatan yang menjadi program kerja Karang Taruna Taman Bina Karya yakni pariwisata, budaya, unit kesejahteraan sosial, pemuda dan olahraga, usaha ekonomi produktif, pendidikan dan pelatihan.

Karang Taruna Taman Bina Karya tumbuh dan berkembang atas dasar adanya kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggung jawab sosial untuk turut berusaha menanganinya.

Selain itu, dalam organisasi tersebut para anggotanya terus ditempa guna meningkatkan kemampuan mereka. Kegiatan ini bermanfaat pula untuk melatih agar sifat individualistis tidak tertanam kuat, karena jika hal tersebut sudah tertanam kuat akan mengakibatkan sifat egois dan mementingkan diri sendiri. Kegiatan ini tak kalah menyenangkan jika dapat disikapi secara tepat.

Berbagai kegiatan sosial seperti bantuan sembako bagi lansia dan menyelenggarakan pelatihan usaha ekonomi produktif bagi pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan. Bantuan sembako tersebut antara lain berupa beras, mie instan, minyak goreng, dan telur.

Pada penyaluran bantuan pangan, Karang Taman Bina Karya lebih berperan sebagai organizer, yaitu menghimpun dan mendistribusikan bantuan dari warga masyarakat kepada para lansia.

Karang Taruna Taman Bina Karya juga berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Tamanmartani terus aktif dalam posyandu lansia. Dalam penerapannya, posyandu untuk lansia tidak berbeda jauh dengan posyandu balita. Posyandu ini juga untuk memantau kesehatan para lansia di Kalurahan Tamanmartani.

Sementara di sektor pariwisata, Karang Taruna Taman Bina Karya juga membantu mempromosikan berbagai potensi wilayah yang ada di Tamanmartani. Diharapkan dengan hal tersebut dapat membawa perubahan hidup masyarakat.

Di sisi budaya, para anggota Karang Taruna juga terus melestarikan seni budaya adiluhung yang merupakan warisan leluhur agar tidak punah sampai anak cucu melalui pentas seni dan gelar budaya yang diadakan setiap memperingati berdirinya Tamanmartani.

Namun di masa pandemi Covid-19 ini, yang tengah menjadi fokus Karang Taruna adalah menumbuhkan dan mengembangkan usaha ekonomi produktif di tingkat pemuda, salah satunya dengan mengembangkan Angkringan Taman Bina Karya yang bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Tamanmartani.

Konsep angkringan ini bertujuan untuk memutar roda ekonomi masyarakat kampung setempat. Agar warga masyarakat mendapatkan pemasukan tambahan, dengan cara menitipkan barang dagangan di angkringan tersebut.

Semua menu makanan yang tersaji adalah titipan dari para ibu rumah tangga, sistemnya pun menggunakan konsinyasi (bayar belakang barang yang terjual). Berbagai menu siap saji juga tersedia pada angkringan ini seperti gorengan, sate jeroan, sate telur puyuh, nasi bakar, pisang coklat, dan aneka gorengan. Harganya pun bersahabat, mulai dari Rp3.000. Untuk operasional sehari-hari dilakukan oleh para anggota Karang Taruna.

Untuk pelaksanaan usaha angkringan dilaksanakan setiap hari dan pada setiap event yang dilaksanakan di Kalurahan Tamanmartani. Angkringan ini buka setiap hari dari mulai 17.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Dengan bermodalkan dua gerobak angkringan, pemuda Taman Bina Karya saat ini sedang berwirausaha menjual makanan dan minuman dengan gerobak tersebut setiap sore hingga malam hari di Balai Kalurahan Tamanmartani.

Gerakannya di bidang usaha ekonomi produktif berarti bahwa semua upaya program dan kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna Taman Bina Karya ditujukan guna mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama generasi mudanya.

Kegiatan-kegiatan positif tersebut diharapkan dapat mengarahkan pemuda Tamanmartani agar lebih dapat mandiri dan terhindar dari berbagai pengaruh atau pergaulan negatif, di antaranya penyalahgunaan narkoba,dan kenakalan remaja.

Untuk memudahkan komunikasi antaranggota Karang Taruna, ada forum komunikasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp Group (WAG). Tujuannya untuk berbagi informasi serta saling dukung dalam berbagai kegiatan dan setiap tahun membuat kegiatan bersama.

Aksi cinta lingkungan juga ditunjukkan oleh para anggota Karang Taruna, salah satunya dengan cara mengganti wadah daging kurban dari plastik yang hanya sekali pakai menjadi besek. Program ini mereka namakan ‘Bakti Bumi Karang Taruna’.

Dalam aksinya ini para anggota membagikan sekitar seribu besek ke beberapa wilayah di Kalurahan Tamanmartani. Besek adalah wadah atau tempat yang terbuat dari anyaman bambu bertutup dan berbentuk segi empat. Di Yogyakarta sendiri besek umumnya digunakan untuk wadah makanan.

Penggunaan besek ini untuk mengurangi sampah plastik, dan tentunya untuk selalu menjaga bumi dari pencemaran limbah sampah plastik. Selain itu, setidaknya upaya ini dapat memperkecil produksi limbah plastik dan juga memberikan peluang bagi usaha kecil menengah khususnya pengrajin besek untuk mendapatkan penghasilan lebih.

Sementara dalam penanganan Covid-19 di Tamanmartani, para anggota Karang Taruna Tamanmartani terus berperan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. Sosialisasi ini terutama disiplin menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Karang taruna yang mampu menggerakkan generasi muda adalah karang taruna yang bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengkampanyekan tata cara kehidupan baru dengan selalu menerapkan gaya hidup sehat sesuai protokol kesehatan yang ada.

Di masa pandemi Covid-19 ini, peran Karang Taruna sangat dibutuhkan dalam mengkampanyekan upaya-upaya penanganan Covid-19. Pada awal kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata tak henti-hentinya mengajak para pemuda Karang Taruna untuk membuat gerbang desinfektan dan dibagikan untuk tiap dusun di Tamanmartani. Pembagian gerbang desinfektan ini dibagikan untuk tiap dusun dengan jumlah 20 buah.