Pelajari Faktor Kegagalan Bisnis

Ilustrasi bisnis minuman kekinian. UNSPLASH

Pernahkah Anda membuka suatu bisnis? Atau, apakah saat ini Anda tengah menekuni bisnis untuk yang pertama kali? Apa yang sudah Anda lakukan untuk memulai bisnis tersebut? Anda sudah mempelajari karakter bisnis sampai matang, bukan? Apakah Anda belajar sesukanya saja atau justru tidak perlu mempelajarinya sama sekali?

Ada banyak bisnis yang bisa Anda ambil sebagai contoh, namun belum tentu si empunya bisnis mau berbagi tips kepada Anda, lalu Anda pun coba-coba sendiri karena tampak mudah untuk merealisasikannya. Inilah yang disebut dengan kondisi di mana Anda sedang memasuki ‘jebakan bisnis’.

Jangankan bisnis baru yang Anda buka tanpa persiapan cukup, bisnis franchise yang sudah jalan, jika Anda ambil alih tanpa mempelajarinya terlebih dahulu pun bisa menjebak Anda! Padahal itu franchise atau bisnis waralaba.

Mungkin, kita pernah mendengar nama brand usaha ‘Edam’, sebuah bisnis franchise yang menawarkan makanan cepat saji, yaitu burger. Pertanyaannya, bagaimana bisnis ini terkenal di banyak tempat, namun tidak sampai tiga tahun, bisnis ini runtuh begitu saja? Setelah itu, bagaimana nasib franchise-nya?

Begitulah bisnis, siapa pun yang mau menekuninya harus bersiap-siap untuk gagal, karena 99 persen dari bisnis itu sendiri adalah kegagalan, dan satu persen yang tersisa adalah kemungkinan sukses.

Kenapa tidak ada persentase kesuksesan? Karena dalam bisnis, sukses itu ditentukan oleh banyaknya persentase kemungkinan yang dapat Anda buat. Semakin besar kemungkinan, semakin besar peluang sukses Anda.

Mari, kita lihat contohnya. Jika Anda telah belajar memproduksi sebuah burger, itu artinya satu persen kemungkinan Anda dalam menguasai bidang produksi telah berada di tangan Anda.

Selanjutnya, bagaimana Anda mengemas burger tersebut agar tampak menarik di mata konsumen dan menambah daya jual? Ini adalah faktor kesuksesan lain yang belum berada di tangan Anda, dan ini harus Anda pelajari dengan seksama agar peluang Anda bisa bertambah menjadi dua persen.

Begitu tidak mudahnya mengembangkan sebuah bisnis, namun tetap saja ada banyak orang yang rela menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, dan uang untuk mencoba mendulang keberuntungan dari bisnis yang tengah digelutinya. Padahal, bisnis tidak menjanjikan kesuksesan sedikitpun alias nol persen.

Hanya orang-orang yang memiliki kemampuan belajar, ketelatenan, keuletan, dan penuh kehati-hatianlah yang berpotensi untuk meraih suksesnya berbisnis.

Jika kita ingin berbisnis, setidaknya kita harus belajar apa saja faktor-faktor yang membuat bisnis gagal, bukan apa yang membuat bisnis sukses. Semakin banyak kita mempelajari faktor kegagalan bisnis, semakin besar peluang untuk kita sukses. Mulailah dengan bisnis yang paling Anda sukai, sehingga Anda senang dan semangat mempelajarinya.

Ketika Anda merasa gagal, Anda bisa belajar lebih banyak lagi dari orang lain yang sudah melakukannya. Di sanalah modal awal Anda untuk membuka bisnis pertama kali, Anda harus senang dahulu. Layaknya pemain bola, Anda harus menyenangi dahulu permainannya, baru Anda bisnis dengan bolanya.

Selamat menikmati bisnis Anda.