Revitalisasi Pantai Goa Cemara

Pantai Goa Cemara. FB/GOA CEMARA

Dari sekian banyak pantai yang menjadi objek wisata pantai di Bantul, Yogyakarta, Pantai Goa Cemara adalah satu-satunya yang memiliki keunikan. Disebut unik karena pantai ini tidak hanya menyajikan nuansa pantai dengan ombak dan pasir pantainya, namun juga memiliki vegetasi berupa hutan cemara udang yang subur dan rindang. Sungguh disayangkan, keunikan Pantai Goa Cemara ini tak dikelola dengan tepat, sehingga belum mampu menjadi objek wisata pantai ternama di Jogja.

Bangunan-bangunan sederhana semi beton bukan menjadi added value, namun justru menjadikan Pantai Goa Cemara kehilangan nuansa alaminya. Seharusnya, Pantai Goa Cemara dengan menjadikan hutan cemara sebagai ‘DNA’ yang akan mampu menjadi boundary, sehingga tak mudah di-distrub oleh wisata pantai lainnya.

Pantai Goa Cemara dengan hutan cemaranya, seharusnya dilengkapi dengan bangunan-bangunan bernuansa kayu, etnik, dan alami, serta menambahkan vegetasi tanaman lain yang mampu membawa nuansa ‘pantai tropik’.

Berdasarkan sebuah studi yang berjudul Dinamika Pengembangan Pariwisata Pantai Goa Cemara di Dusun Patihan Kabupaten Bantul, ide pengembangan pariwisata Pantai Goa Cemara dicetuskan oleh masyarakat lokal, sehingga dapat dikatakan sebagai inisiatif lokal. Pengembangan pariwisata Pantai Goa Cemara mulai dilakukan pada tahun 2009 secara swadaya oleh masyarakat Patihan dengan melakukan gotong-royong membuat sarana dan prasarana pariwisata sederhana.

Alangkah lebih baik, apabila Pantai Goa Cemara kembali mempertahankan kearifan lokal sebagai dasar pengembangan pantai ke depannya. Apalagi Pantai Goa Cemara telah memiliki pesona tersendiri yang mampu mendorong daya tarik pengunjung, seperti tempat konservasi penyu, camping ground, pertunjukan kesenian atau atraksi kebudayaan daerah setempat, serta festival-festival lainnya.

Pantai Goa Cemara bukanlah pantai yang beroperasi di siang hari, namun pantai yang beroperasi di malam hari. ‘Night Beach’ dengan permainan pencahayaan di tengah hutan cemara, sehingga para pengunjung bisa beralih dari kebiasaan wisata siang menjadi wisata malam.

Menikmati pantai di dalam hutan dengan deburan ombak dan cahaya bulan, pasti akan membuat Bantul memiliki objek wisata pantai tak terkalahkan. Namun, di samping semua keunikan Pantai Goa Cemara ini, satu hal yang harus diingat, ‘Jagalah kebersihan dan kelestarian hutan cemara’ agar indahnya tak lapuk ditelan masa.

Meningkatnya angka pengunjung yang pelesiran di Pantai Goa Cemara tentu memberikan dampak positif dalam pengembangan potensi pariwisata. Namun, tak bisa dipungkiri, hal tersebut juga berpotensi memberikan dampak negatif terhadap peningkatan jumlah sampah yang terjadi karena kurangnya kesadaran pengunjung untuk menjaga daerah pantai. Inilah PR yang harus dikerjakan secara serius oleh pengelola Pantai Goa Cemara.

Masalah kebersihan merupakan salah satu hal yang perlu disoroti, sebab tak pelak berpengaruh terhadap jumlah pengunjung Pantai Goa Cemara. Jangan sampai, sampah menjadi penyebab menurunnya pengunjung pantai, bahkan memberikan citra buruk bagi pantai-pantai lain di Kabupaten Bantul.

Bahan Bacaan

Yustika Irfani Lindawati. 2018. ‘Dinamika Pengembangan Pariwisata Pantai Goa Cemara di Dusun Patihan Kabupaten Bantul (Studi terhadap Model Pengembangan Pariwisata Community Based Tourism)’. Jurnal Hermeneutika Volume 4.

Add Comment