Karang Taruna Era Industri 4.0

Pelatihan Komputer. IG: TAMANBINAKARYA

Sejak ditemukan komputer beberapa dasawarsa yang lalu, perkembangan teknologi informasi menjadi luar biasa pesatnya. Perkembangan ini juga didukung oleh perkembangan teknologi komunikasi, sehingga pemanfaatan komputer menjadi sangat luas dalam aspek kehidupan manusia dengan mentransformasikan masyarakat tradisional menjadi masyarakat informasi.

Terlebih jika dilihat dari segi teknologi informasi akhir-akhir ini semakin canggih. Teknologi informasi berbasis komputer mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja. Secara praktis, apabila sistem dirancang dengan sempurna bagi pengguna yang memiliki pemahaman pengertian manajerial dan organisasi, dengan tujuan peningkatan efektivitas penggunaan ini memudahkan suatu pekerjaan.

Yang penting untuk diketahui, yakni pengenalan terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan manajemen dan organisasi. Karang Taruna adalah organisasi pemuda yang besar, sudah ada sejak 60 tahun silam jika menilik sejarahnya. Dengan berkembangnya teknologi yang begitu pesat saat ini menjadi tantangan bagi Karang Taruna untuk mengikuti revolusi industri 4.0.

Karang Taruna era sekarang jangan sampai dicap sebagai ‘organisasi laden’ yang terlihat saat pernikahan, acara tujuh belasan, atau kegiatan-kegiatan desa lainnya. Karang Taruna semestinya menjadi ruang pencetak generasi muda menjadi pemimpin di masa depan tentu saja dengan diberikan pelatihan dan pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan.

Secara garis besar selain tugas mengembangkan potensi generasi muda dan masyarakat, Karang Taruna juga berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan permasalahan sosial melalui rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial serta program prioritas nasional. Selain itu, Karang Taruna juga menjembatani dalam menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat.

Untuk itu, percepatan teknologi dan juga berbagai macam dinamika perkembangan zaman dapat memberikan dampak yang bias di tengah masyarakat. Kemajuan ini bisa bermanfaat positif untuk ilmu pengetahuan juga bisa memberikan pengaruh negatif yang luar biasa bagi generasi muda. Memang faktanya di lapangan bahwa generasi muda kita saat ini kecanduan terhadap kemajuan teknologi salah satunya adalah penggunaan internet.

Saat ini kesempatan untuk sukses terbuka lebar dengan adanya internet, tidak hanya di kota tetapi juga di desa salah satunya melalui Karang Taruna. Kuncinya adalah peka dengan perubahan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Keterampilan dalam memanfaatkan teknologi dan informasi dengan cepat ditandai dengan kecakapan membangun jaringan kerja yang harmonis dalam memvisualkan informasi, mengembangkan hubungan multikultural, bekerja sama dalam ruang lintas negara. Karang Taruna dapat melahirkan wirausahawan muda, membangun dan mengembangkan usaha ekonomi produktif di berbagai bidang dengan menerapkan teknologi digital.

Dengan begitu Karang Taruna dapat membuka lapangan kerja baru baik bagi anggota Karang Taruna maupun masyarakat luas. Keterampilan teknologi dan informasi ini juga akan memperkuat karakter spasial, kesadaran berbangsa dan bernegara baik dalam jaringan masyarakat lokal, regional maupun global, membuka diri tanpa batas, menyadari kelemahan untuk merebut peluang persaingan dan keunggulan.

Tuntutan Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0 adalah nama tren otomatis dan pertukaran data terkini dalam dunia teknologi. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk banyak aspek. Berbagai negara sudah memasuki dan terlibat era ini begitu pula Indonesia. Mau tidak mau masyarakat harus memiliki kesiapan untuk membangun sumber dayanya.

Karang Taruna yang diisi oleh generasi muda memiliki tingkat kematangan dalam mengakses dan terlibat revolusi industri 4.0. Hanya saja bagaimana caranya membina agar proses menuju perubahan dapat diwujudkan.

Di sini dibutuhkan peran Karang Taruna untuk bekerja sama dengan pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, desa atau kelurahan, potensi sumber kesejahteraan sosial, badan usaha, atau masyarakat.

Dalam taraf lingkungan sinergi antara pemerintah desa (pemdes) dengan para pemuda melalui organisasi Karang Taruna misalnya. Banyak perangkat desa yang bukan generasi milenial namun dituntut memberikan pelayanan menggunakan kemajuan teknologi saat ini. Hal ini tentu membuat para perangkat desa akan mengikuti tuntutan zaman.

Peran pemuda melalui Karang Taruna dalam membantu pemerintahan desa dapat diwujudkan dalam hal sederhana ini. Misalnya melakukan pelatihan-pelatihan maupun kegiatan lainnya. Sementara itu, pemerintah desa juga memiliki kewajiban memberdayakan Karang Taruna baik dari aspek pengembangan sumber daya maupun kelembagaan organisasi. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat membangun sebuah desa yang lebih maju lewat inovasi dan terobosan para pemuda.

Seperti yang dilakukan Karang Taruna Taman Bina Karya pada 2017 lalu. Mereka mengadakan pelatihan bagi masyarakat maupun pemerintah desa dalam menggunakan komputer. Pelatihan ini dilakukan untuk menyambut pembukaan laboratorium komputer di Kalurahan Tamanmartani.

Kegiatan semacam itu digelar untuk menjawab dan merespons isu strategis dewasa ini, mengingat tantangan pemuda ke depan semakin berat, terutama menghadapi era revolusi industri 4.0. Selain itu, tentunya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pengurus karang taruna yang ada di Kalurahan Tamanmartani serta membangun semangat kepeloporan di kalangan pemuda.

Dengan demikian Karang Taruna menjadi organisasi yang mampu menjawab segala perubahan. Bahkan Karang Taruna harus bersiap dalam menyongsong revolusi industri 5.0 pada tahun 2025. Sehingga peran Karang Taruna sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dapat diwujudkan secara nyata.

 

Bahan Bacaan

Kasemin, Kasiyanto. 2016. Agresi Perkembangan Teknologi Informasi. Jakarta: Prenada Media.